Selasa, 28 November 2023
Tinggal di Istanbul Turkiye selama 1 tahun
Jumat, 24 November 2023
Raden Patah (Demak)
Putra Majapahit pendiri Kerajaan Islam Demak.
Pendiri Kesultanan Islam Demak yang juga pangeran dari Kerajaan Majapahit yang bercorak Hindu- Budha.
Kesultanan Demak merupakan Kerajaan Islam pertama di Jawa.
Raden Patah berkuasa pada 1475- 1518 Masehi.
Raden Patah adalah putra Bhre Kertabhumi atau Brawijaya V (1468- 1478 M) yang diyakini sebagai raja terakhir Majapahit.
Ketika Raden Patah mendirikan Kesultanan Demak bersama para Walisongo, Majapahit sedang menjelang keruntuhannya.
Raden Patah dan Kesultanan Demak adalah pemula kejayaan Islam di Jawa sekaligus mengakhiri kejayaan peradaban Hindu- Budha yang sebelumnya pernah amat digdaya di bawah panji- panji Kerajaan Majapahit.
Raden Patah berdarah campuran.
Ibundanya, Siu Ban Ci adalah putri Tan Go Wat alias Syekh Bentong, sosok ulama Cina yang menjadi salah satu perintis terbentuknya Walisongo sebagai majelis syiar agama Islam di Jawa.
Babad tanah Jawi mengisahkan, Siu Ban Ci dipersunting sebagai istri selir oleh Bhre Kertabhumi atau yang nantinya bertakhta di Majapahit dengan gelar Brawijaya V.
Perkawinan tersebut membuat istri Bhre Kertabhumi yang lain, yakni Ratu Dwarawati yang kelak menjadi permaisuri, cemburu.
Maka Bhre Kertabhumi terpaksa menceraikan Siu Ban Ci dan mengirimnya ke Palembang yang kala itu masih termasuk wilayah kekuasaan Majapahit.
Di bekas pusat Kerajaan Sriwijaya itulah Siu Ban Ci melahirkan Raden Patah pada 1455 M.
Nama lain Raden Patah adalah Jin Bun.
Beberapa referensi lain menyebutnya dengan nama Senapati Jinbun, Panembahan Jinbun, juga Raden Hassan.
Usai melahirkan Jinbun, Siu Ban Ci dipersunting oleh adipati Palembang, Arya Damar atau Arya Dillah.
Pernikahan ini dianugerahi anak laki- laki bernama Kin San alias Raden Kusen atau Raden Husein.
Setelah dewasa, Raden Hassan dan Husein menolak mewarisi kepemimpinan di Palembang demi merantau ke Jawa.
Keduanya sempat berguru kepada Sunan Gunung Jati di Cirebon, Sunan Giri di Gresik, dan Sunan Ampel di Surabaya untuk memperdalam ajaran Islam.
Raden Patah dengan dukungan Walisongo akhirnya mendeklarasikan Demak yang sebenarnya merupakan wilayah kekuasaan Majapahit sebagai pemerintahan baru.
Kesultanan Demak berdiri pada 1478, Raden Patah bertakhta dengan gelar Sultan Syah Alam Akbar Al- Fatah.
Raden Patah menurut catatan dari Cina, wafat pada 1518 dalam usia 63 tahun.
Atas keputusan majelis Walisongo, yang ditunjuk sebagai penerus takhta Kesultanan Demak adalah Pati Unus dengan gelar Sultan Alam Ali Akbar II.
Sempat terjadi peperangan antara Demak melawan Majapahit.
Serbuan Demak pada 1517 di bawah pimpinan Pati Unus (1488- 1521) membuat perekonomian Majapahit lumpuh.
Satu dekade berselang, tahun 1527, Majapahit benar- benar musnah.
Serangan Kesultanan Demak yang kala itu dipimpin Sultan Trenggana (1521- 1546) adik Pati Unus, memungkasi riwayat Majapahit.
https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/sejarah-raden-patah-putra-majapahit-pendiri-kerajaan-islam-demak-gcdE