Sabtu, 25 April 2020

Calon Arang (Rangda) & Leak

Calon Arang (Rangda)

* Tokoh dalam cerita rakyat Jawa & Bali (abad ke-12), tidak diketahui siapa pengarangnya
* Salinan teks Latin berada di Belanda, dalam jurnal Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 82 (1926) halaman 110- 180
* Calon Arang adalah seorang janda penguasa ilmu hitam. Ia mempunyai seorang puteri bernama Ratna Manggali, meskipun cantik, namun tidak dapat mendapatkan suami, karena takut pada ibunya (Calon Arang). Calon Arang marah & berniat membalas dendam dengan menculik seorang gadis muda, untuk dibawa ke sebuah kuil & dikorbankan kepada Dewi Durga.

Raja Airlangga (Raja di Daha/ Kadiri) yang mengetahui hal itu kemudian meminta bantuan penasehatnya, Empu Baradah untuk mengatasinya. Empu Baradah lalu mengirimkan seorang muridnya bernama Empu Bahula, untuk dinikahkan kepada Ratna Manggali (puteri Calon Arang).

Calon Arang mempunyai sebuah buku yang berisi ilmu-ilmu sihir. Pada suatu hari, berhasil ditemukan oleh Empu Bahula & diserahkan kepada gurunya (Empu Baradah). Calon Arang marah mengetahui itu & melawan Empu Baradah. Tanpa bantuan Dewi Durga, Calon Arang pun kalah

Dalam perspektif kesejarahan, tokoh Calon Arang dikaitkan dengan tokoh Mahendradatta, ratu Bali dari Jawa (puteri Raja Makutawangsawardhana dari Wangsa Isyana, Kerajaan Medang), sekaligus Ibunda dari Raja Airlangga.
_


Rangda

* Ratu dari para leak dalam mitologi Bali
* Diceritakan sering menculik & memakan anak kecil serta memimpin pasukan nenek sihir jahat melawan Barong (simbol kekuatan baik)
* Kata Rangda dikenal di Bali berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti Janda
* Pertempuran melawan Barong/ melawan Airlangga sering ditampilkan dalam sendratari, yang merupakan warisan penting tradisi Bali
* Digambarkan sebagai seorang wanita dengan rambut panjang yang acak-acakan, memiliki kuku-kuku panjang, lidah yang menjulur panjang & payudara yang panjang. Wajahnya menakutkan & memiliki taring-taring yang panjang & tajam.
_


Leak

* Dalam mitologi Bali, Leak adalah penyihir jahat. Di siang hari tampak seperti manusia biasa. Di malam hari ia berada di kuburan untuk mencari organ-organ dalam tubuh manusia yang digunakan untuk membuat ramuan sihir. Ramuan itu dapat mengubahnya menjadi seekor harimau, kera, babi/ menjadi seperti Rangda.

* Diidentikkan dengan perilaku jahat para penganut ajaran kiri (pengiwa) yakni berupa kepala manusia dengan organ-organ yang masih menggantung di kepala tersebut, dan dapat terbang.

* Menurut kepercayaan, leak adalah manusia biasa yang mempratikkan sihir jahat & membutuhkan darah embrio agar dapat hidup. Bentuk leak yang sesungguhnya memiliki lidah yang panjang & gigi yang tajam

* Mirip dengan Nukekubi dari Jepang, kuyang di Kalimantan.

Dinasti Goryeo

* Didirikan oleh Wang Geon di Songdo (Kaesong), tahun 918- 1392
* Menggabungkan Tiga Kerajaan Akhir Korea; Silla & Baekje Akhir (Hubaekje)
* Goryeo singkatan dari nama Kerajaan Korea, Goguryeo

* Ibukota di Gaegyeong (919- 1232)
Gangwha (1232- 1270)
Gaegyeong (1270- 1392)

* Raja/ Kaisar (Monarki):
- Taejo 918- 943
- Gwangjong 949- 975
- Seongjong 981- 997
- Gongmin 1351- 1374
- Gongyang 1389- 1392

* Sejarah:
- Kebangkitan Tiga Kerajaan Akhir > 900
- Penobatan Taejo > 918
- Penyatuan Tiga Kerajaan Akhir > 936
- Perang Goryeo- Khitan > 993- 1019
- Invasi Mongol > 1231- 1270
- Penyiapan Tripitaka Koreana > 1251
- Penurunan takhta oleh Gongyang > 1392

* Dinasti Goryeo diakhiri oleh pemberontakan yang dilakukan oleh jenderal Yi Seong- gye (1392) & digantikan oleh dinasti Joseon

Hamengkubuwana IX (9)

* Nama, Gusti Raden Mas Dorodjatun. 1912- 1988 (76 tahun)
* Ayah, Sultan Hamengkubuwana VIII. Ibu, Raden Ajeng Kustilah (permaisuri)
* Memerintah tahun 1940- 1988
* Pemakaman di Astana Saptorenggo, Imogiri, Yogyakarta

* Berkuliah di Rijkuniversiteit (Universiteit Leiden), Belanda
* Pendorong agar pemerintahan RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat "Istimewa"

* Saat awal lemerdekaan RI, keadaan perekonomian sangat buruk, kas negara kosong, untuk menjamin agar roda pemerintahan RI tetap berjalan, Sultan menyumbangkan kekayaannya sekitar 6.000.000 gulden.

* Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang pertama setelah kemerdekaan Indonesia
* Pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia yang kedua (1973- 1978) & di beberapa kementerian

* Dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia & pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
* Mendapatkan Bronze Wolf Award dari World Organization of the Scout Movement (WOSM), penghargaan tertinggi & satu-satunya kepada orang-orang yang berjasa besar dalam pengembangan kepramukaan.

* Terlibat saat pertempuran: Revolusi Nasional Indonesia, Agresi Militer Belanda II, Serangan Umum 1 Maret 1949, Peristiwa Kudeta, Angkatan Perang Ratu Adil (APRA).

Sri Sultan Hamengkubuwana I

* Nama lahir/ asli,  Bendara Raden Mas Sujono
Nama dewasa, Pangeran Mangkubumi
* Ayah, Prabu Amangkurat IV (Raja Kasunanan Kartasura. Ibu, Mas Ayu Tedjawati (selir)
* Lahir, 1717- 1792 (74 tahun)

* Pendiri dan Raja pertama Kesultanan Yogyakarta (1755- 1792)
* Pemakaman di Astana Kasuwargan, Imogiri, Yogyakarta

* Saat itu Kartasura diserbu kaum pemberontak yang dipimpin oleh Raden Mas Said/ Pangeran Sambernyawa (keponakan Pakubuwana II & Mangkubumi). Namun dapat dikalahkan Pangeran Mangkubumi tahun 1746. Raden Mas Said nantinya menjadi pendiri Praja Mangkunegaran.

Saat sudah menjadi Raja, Pakubuwana II (kakak Mangkubumi) terpaksa membangun istana baru di Surakarta.

Karena terjadi pertengkaran, pertentangan, saat Baron van Imhoff (VOC) menghina Mangkubumi di depan umum. Mangkubumi yang sakit hati meninggalkan Surakarta & menggabungkan diri dengan Mas Said sebagai pemberontak. Tahun 1748, Mangkubumi & Mas Said menyerang Surakarta.

Perlakuan buruk oleh Gubeenur Jenderal Van Imhoff terhadap Pangeran Mangkubumi menyebabkan pemberontakan melawan VOC. Menjadi perang gerilya melawan VOC. Pakubuwana II dianggapnya terlalu patuh terhadap Belanda. Mangkubumi didukung oleh Raden Mas Said (sepupu).