Minggu, 14 November 2021

Hal- hal yang didapat Ketika di Bekasi

* Materi

- Bisa membeli handphone dengan spesifikasi yang terkini di jamannya.
Handphone merk Samsung dengan kondisi secondhand, sebelum Samsung pernah membeli handphone merk Asus, namun lenyap ditipu orang.
- Bisa membeli barang- barang seperti jaket, sweater, celana, sepatu, netbook
- Karena hobi membaca buku, jadi sering beli buku tiap habis gajian, tak terasa sampai 2 dus buku kalau dikumpulin

- Bisa membeli sepeda motor bebek kopling merk Yamaha F1ZR kondisi secondhand.
Digunakan adik di kampung untuk berangkat ke sekolah sehari- hari, waktu dia SMK, namun sayangnya harus dijual lagi, hanya karena dia bosan menggunakannya.
- Bisa membeli sepeda motor bebek merk Yamaha Vega ZR kondisi secondhand.
Karena sudah bosan dari jaman sekolah selalu menggunakan motor Yamaha RX- King. Sudah capek dengan konsumsi bahan bakarnya yang lumayan boros dan suara knalpotnya yang bising tak ramah lingkungan.


* Experience

- Bisa merasakan bagaimana menjadi mahasiswa, walau hanya betah 1 tahun, karena tak tahan dengan berbagai ujian tes, tugas- tugas. Bekerja sambil kuliah.
- Bisa sering- sering naik bus transjakarta dan kereta commuter line di jakarta, hingga hafal rute- rutenya, naik moda transportasi tersebut ketika libur kerja.
- Bisa sering- sering pergi ke mall- mall, sering nonton bioskop
- Jadi bisa berkunjung masuk ke duffan ancol dan nyoba- nyoba wahana bermain, walau takut tetep beranikan diri, ngrasa rugi kalau udah bayar mahal tapi ga nyobain semua wahana, walau banyak wahana yang bikin senam jantung.
- Jadi bisa main bareng- bareng pekerja, wisata bersama, pake motor rame- rame, wisata ke wahana air waterboom, bermain bersama, rame- rame, ada mungkin 50 orang lebih.


- Karena senang membaca buku, coba- coba untuk berkunjung ke perpustakaan daerah di Bekasi, pinjam beberapa buku- bukunya.
- Jadi punya banyak kenalan, karena sering bertemu banyak orang, kenalan orang- orang komplek perumahan, karena minimarket tempat bekerja berada di kawasan perumahan.
Dari para pedagang gorengan, pecel lele, nasi goreng, nasi uduk, tukang cukur rambut, pekerja steam mobil/ mtor, penjual pertamini, mba- mba penjaga warteg, ibu- ibu penjual nasi padang, pekerja fotocopy, abang- abang sales motor.

Lenyapnya Handphone Baru (2015)

Karena ingin membeli handphone yang mempunyai spesifikasi lebih dari handphone yang sebelumnya, seperti mempunyai fitur kamera depan, lampu flash kamera belakang dan yang bisa digunakan untuk memesan ojek online, karena dulu masih gencar- gencarnya orang yang bepergian kemana- mana pada nyobain moda transportasi baru tersebut, ojek motor yang bisa dipesan via online melalui aplikasi handphone.

Saat uang yang dikumpulkan beberapa bulan dari menyisihkan uang gajjan setiap bulannya sudah dirasa cukup, (T. R memutuskan untuk membeli handphone baru merk ASUS yang gerai tokonya tak terlalu jauh dari tempat bekerja. Untuk harganya tak mahal- mahal amat, bisa dibilang harga standar untuk kelas menengah ke bawah.

Selang beberapa bulan memiliki handphone baru, lenyaplah sudah handphone tersebut karena ditipu orang. Kejadiannya saat (T.R menunggu bus arah ke Jakarta di gerbang tol Bekasi, ada bapak- bapak yang menghampiri mendekat, lama berdiri di samping (T.R, kemudia bapak tersebut menemukan emas di bawah kakinya yang berada di dalam plastik lengkap beserta nota pembeliannya.

Kemudian dia menawarkan ke saya, "bagaimana kalau kita menjualnya saja, nanti hasilnya dibagi berdua". (T.R menurut saja. Setelah jalan kaki mencari- cari toko emas tak ketemu- ketemu, dia seperti mendapat telepon dari istrinya kalau anaknya merengek nangis- nangis minta dijemput. Dia pun memutuskan "bagaimana kalau kamu saja yang lanjut mencari toko emasnya, nanti saya tunggu di sini, tapi sebagai jaminan, kamu kasih saya uang paling gak 300 ribu, karena emas itu kalau dijual paling gak laku 500 ribu lebih". Karena (T.R waktu itu lagi gak pegang uang sebesar itu, (T.R pun memutuskan untuk meninggalkan handphone saja pada bapak tersebut.

Saking nurutnya waktu itu, (T.R nurut- nurut aja pergi melanjutkan untuk mencari toko emas, berharap emas tadi laku untuk dijual kembali. Setelah menemukan toko emas dan menawarkan dari satu toko ke toko lainnya, malahan (T.R dianggap mencuri emas tersebut dan banyak yang menganggap bahwa emas yang dibawa itu palsu, ada juga yang menyarankan untuk menjualnya saja dimana emas itu dulu dibeli.

Dengan rasa kecewanya (T.R kembali lagi dimana bapak- bapak tadi menunggunya. Namun bapak tersebut sudah tak ada lagi di situ. Tanya ke orang- orang di sekitar, banyak yang bilang tidak tahu. Saya mau telepon dia tapi sadar bahwa handphone (T.R tadi dipegang bapak tersebut untuk jaminan, kata dia untuk jaga- jaga kalau nanti (T.R tak kembali menemui dia lagi, eh tahunya bapak tersebut yang pergi duluan, gak kembali lagi di tempat tadi menunggu. Saat- saat momen itulah baru sadar kalau (T.R ditipu dengan emas yang seolah- olah tadi dia yang menemukan, (T.R pun juga tak tahu, apakah itu emas asli atau palsu, ditawarkan ke beberapa toko emas, rata- rata banyak yang tak mau membelinya.

Beberapa bulan setelah kejadian tersebut, (T.R coba- coba iseng mencari alamat toko emas yang tertera di nota pembelian emas tersebut di wilayah Tangerang, tapi hasilnya nihil. Tak ada toko emas tersebut. Entah itu tokonya yang sudah pindah atau nama tokonya yang fiktif belaka.

Lenyapnya handphone baru tersebut, belilah handphone lagi yang spesifikasinya hampir sama. Mencari- cari di situs jual- beli online, dapatlah handphone merk Samsung kondisi secondhand yang spesifikasinya hampir sama dengan yang hilang dulu.

Kamis, 04 November 2021

Menjadi Pekerja Harian di Hotel Berbintang (2014)

Selesai pelatihan hotel di Yogyakarta dan selepas On The Job Training Hotel di Solo, (T.R melamar kerja ke berbagai hotel di Yogyakarta. Saat itu akan mendekati akhir tahun, beberapa hotel biasanya membutuhkan pekerja tambahan, karena kamar- kamar akan penuh terisi. Biasanya para tamu merayakan hari natal dan tahun baru di kota Yogyakarta.

Dari beberapa lamaran yang (T.R serahkan, ada satu yang nyantol, salah satu hotel berbintang lima. Jarak dari jalan malioboro tak terlalu jauh, hanya butuh jalan kaki 2- 3 menit ke arah barat. Di sana (T.R melamar sebagai roomboy, yang kesehariannya berjibaku dengan kamar para tamu, membersihkan dan merapikan kamar

Karena jarak dari rumah yang cukup jauh dari hotel, (T.R memutuskan untuk menyewa kamar kos saja yang dekat dengan hotel tersebut. Dapatlah kamar kos milik (Bu mrsih yang murah untuk ditinggali saya seorang diri, dan pastinya cukup dekat, hanya jalan kaki 2- 3 menit sudah sampai hotel, namun harus mendapatkan kamar kos yang kamar mandinya di luar. Betapa malasnya waktu itu untuk menerima kenyataan bahwa harus berbagi kamar mandi dengan berbagai penghuni kamar kos yang lainnya. Di kamar kos tersebut ada sekitar 12 pintu.

Untuk urusan makan, (T.R tak pernah masak sendiri, selalu beli di angkringan yang banyak menjamur di pinggir jalan, walau porsi nasi di angkringan terkesan sedikit.

(T.R selalu bekerja di pagi hari tak pernah kerja malam. Walau jam masuk bekerja pukul 7 pagi, tapi (T.R selalu hadir di tempat kerja 1 jam sebelum jam masuk, untuk menyiapkan beberapa peralatan dan keperluan tamu sebelum mulai bekerja. Dari menyiapkan sprei kasur, sarung bantal, handuk, shampo, pasta gigi, sabun mandi dan berbagai macam sabun untuk mencuci kamar mandi di kamar hotel. Semua peralatan tersebut diletakkan ke troli dorong. Jadi setelah selesai briefing pagi bisa langsung bekerja menuju kamar- kamar hotel yang akan dibersihkan, tak perlu menyiapkan ini- itu lagi.

Karena bangunan hotel merupakan gedung tinggi bertingkat, setiap harinya untuk menuju kamar- kamar yang akan dibersihkan, para pekerja roomboy membawa troli dorong yang berisi perlengkapan, kita selalu naik lift khusus untuk pekerja hotel (gak mungkin juga kan, kita yang harus membawa troli dorong menggunakan tangga biasa). Di sini lift pun dibedakan, mana lift yang dipergunakan untuk tamu hotel dan untuk para pekerja. Karena bangunannya tinggi, kita sesekali ketika membersihkan kamar, dapat sembari melihat ke bawah dari jendela kamar bagaimana suasana taman yang dipenuhi berbagai pohon- pohon rindang, melihat kolam renang hotel, restoran outdoor.

Selain melihat pemandangan di dalam hotel, kita pun dapat pula melihat suasana di luar gedung hotel, seperti melihat bangunan- bangunan di sekitar hotel dan hiruk pikuk jalanannya.

Mengenai seragam bekerja, tak ambil pusing lagi, karena pihak hotel sudah menyiapkan dan setiap harinya setelah selesai digunakan, seragam selalu dicuci oleh bagian laundry hotel. Berangkat dari kamar kos hanya menggunakan pakaian biasa layaknya orang main, untuk nantinya setelah sampai di hotel, mesti ganti pakaian kerja.

Bekerja di hotel ini, semua roomboy sudah mendapat jatah masing- masing kamar yang akan dibersihkan, kalau tak salah, sehari harus membersihkan 15 kamar. Room boy yang kerjanya cekatan dan fullspeed biasanya jam 3 sore sudah selesai, yang kerjanya agak santuy seperti (T.R ini, jam 5 baru selesai.

Saat bekerja di hotel inilah, (T.R harus kuat- kuat mental karena selalu berhadapan dengan berbagai sifat dan karakter orang yang berbeda- beda. Apalagi dulu, (T.R yang bermodalkan bahasa inggris yang pas- pasan harus selalu siap jika kebetulan mendapati tamu hotel orang asing, entah orang bule eropa, china, jepang. Walau tak begitu paham kalau harus berbicara panjang lebar kepada tamu, namun setidaknya bisa sedikit kalau soal tanya jawab singkat. Pernah suatu waktu ada rombongan tamu warga asing yang tak bisa bahasa inggris, disinilah keadaan jadi kikuk, bagaimana (T.R mau gak mau harus minta izin untuk membersihkan kamarnya dengan bahasa tubuh sebisanya, yang penting kedua pihak bisa saling mengerti.

Saat jam makan siang di kantin makan, untuk para pekerja hotel setiap harinya disediakan menu makanan yang selalu enak- enak menurut saya, belum lagi setelah sore hari waktu pulang bekerja, disediakan mandi menggunakan air hangat untuk para pekerja yang mau mandi.

Pernah waktu itu di bagian kitchen membutuhkan tenaga tambahan karena kekurangan kitchen steward, yang pekerjaannya nyuci barang- barang perlengkapan dapur, seperti nyuci gelas, piring, panci, penggorengan dan sebagainya. (T.R mengajukan diri untuk mencoba menjadi steward untuk waktu hanya 3 hari saja. Bergelutlah 3 hari itu dengan banyaknya pekerjaan cuci mencuci yang tiap hari selalu menumpuk banyak sekali hingga selalu kewalahan dengannya. Belum lagi untuk mencuci perlengkapan dapur yang mudah pecah, harus extra hati- hati, se- enggaknya jangan sampai banyak barang yang kita pecahkan. Jadi hal baru saat menjadi steward adalah dapat sesekali melihat para pekerja dapur yang dengan lihainya memasak berbagai macam makanan layaknya chef- chef yang biasa (T.R tonton di televisi.

Baru tahu juga untuk mencuci perlengkapan makan- minum seperti piring, gelas dan cangkir digunakan mesin pencuci, tinggal kita masukkan saja perlengkapan tersebut ke dalam mesin, nanti saat keluar bisa bersih. Jadi tak perlu kita basuh satu persatu, seperti cuci piring- gelas di rumah. Tentu saja di mesin pencuci tersebut ada orang yang mengoperasikannya, satu orang yang memasukkan perlengkapan yang akan dicuci, dan dua orang yang mengambil perlengkapan yang sudah keluar dari mesin. Saat dioperasikan mesin tersebut selalu bergerak layaknya mesin di pabrik- pabrik. Di bagian kitchen, para pramusaji restoran hotel juga selalu membawa banyak makanan sisa yang tak dimakan oleh tamu hotel, seperti roti, buah, daging. Makanan tersebut kadang kita makan bersama- sama atau untuk dibawa pulang karena sayang sekali kalau harus dibuang begitu saja dan memang masih layak untuk dimakan.