Rabu, 15 Mei 2024

Periode Tiga Kerajaan Tiongkok (Samkok)

Zaman Tiga Negara

Menjelang akhir abad ke-2, kekuatan Dinasti Han Kekaisaran Tiongkok makin menurun.
Pada tahun 220, kaisar Han terakhir disingkirkan.

Di lingkungan Dinasti Han ada beberapa orang berkuasa yang juga disebut panglima perang atau pemimpin militer.
Mereka adalah Cao cao (Cao Mengde) sebagai ahli strategi, Liu Bei sebagai keturunan pewaris Dinasti Han dan Sun Quan sebagai pejabat berkuasa.

Kekaisaran Tiongkok terbagi menjadi tiga kerajaan penerus: Shu Han, Wei dan Wu.

"Periode yang berlangsung dari 222 hingga 265 Masehi menjadi masa yang paling menarik dalam sejarah Tiongkok," tulis Gloria Lotha di laman Britannica.

Subjek favorit fiksi sejarah yang paling terkenal adalah novel Sanguozhi Yanyi (Romance of the Three Kingdoms).

Liu Bei, anggota keluarga kekaisaran Liu, mendirikan sebuah kerajaan bernama Shu Han.
Shu merupakan istilah kuno untuk wilayah Sichuan dan Han menyiratkan ini sebagai kelanjutan dari Dinasti Han.

Di Tiongkok utara, seorang pria bernama Cao Pei mendirikan sebuah kerajaan bernama Wei.
Cao Pei adalah anak laki- laki Cao- cao, anak angkat seorang kasim.

Cao- cao adalah salah satu dari banyak orang yang memperebutkan kekuasaan di bawah dekade terakhir Han.
Ia merebut banyak wilayah besar di Tiongkok utara di bawah kendalinya.
Kematiannya pada tahun 220 memungkinkan putranya Cao Pei mendirikan Kerajaan Wei.

Di Tiongkok tenggara, negara bagian ketiga dibentuk, diperintah oleh seorang pria bernama Sun Wu.
Kerajaan itu sendiri juga disebut Wu, nama sejarah kuno tradisional untuk bagian Tiongkok itu.

Laman China Education Center menulis bahwa periode Tiga Kerajaan Tiongkok ada pada masa 220- 280 Masehi atau sekitar 60 tahun.

Yang membuat periode Tiga Kerajaan begitu mempesona adalah bahwa periode itu menjadi zaman kepahlawanan dan romansa yang hebat.
Para pahlawan periode ini bukanlah cendekiawan, pejabat politik atau kaisar.
Mereka adalah orang- orang militer yang terkenal kecerdasannya, alih- alih kekuatan yang menghancurkan.

Di masa ini, memenangkan pertarungan dengan tidak berperang dianggap sebagai pencapaian luar biasa seorang pahlawan.

Wei menaklukkan Shu- han pada 263/ 264, tetapi dua tahun kemudian Sima Yan, salah satu jenderal Wei merebut takhta.
Ia memproklamirkan Dinasti Jin.
Pada tahun 280 Dinasti Jin menaklukkan Wu dan menyatukan kembali kerajaan tersebut.
Namun dinasti tersebut segera runtuh dan kerajaan tersebut hancur menjadi kekacauan.

Video game Playstation Dynasty Warriors mengangkat kisah dari Periode Tiga Kerajaan


Dinasti Han
Periode Tiga Kerajaan (220 - 280 M)
Dinasti Jin


nationalgeographic.grid.id/amp/133734666/kisah-adu-taktik-dari-periode-tiga-kerajaan-di-kekaisaran-tiongkok

idntimes.com/science/discovery/dahli-anggara/sejarah-kerajaan-tiongkok-kuno

Minggu, 05 Mei 2024

Dinasti Qing

Dikenal juga dengan Dinasti Manchu atau Pinyin Manzu, merupakan dinasti terakhir kekaisaran Tiongkok.

Berlangsung dari tahun 1644 hingga 1911/ 1912

Mendekati akhir kekuasaan Dinasti Ming, seluruh penjuru China mengalami pemberontakan.
Sejak 1616 Pasukan Manchuria turut melawan tentara Ming serta berhasil menduduki berbagai kota di perbatasan utara China.

Mengutip Britannica, Dinasti Qing didirikan pada 1636 oleh Manchu untuk menunjuk rezim mereka di Manchuria, yang sekarang adalah wilayah timur laut China.

Pada 1636 dilaksanakan deklarasi berdirinya Dinasti Qing oleh Huang Taiji, yaitu keturunan Wangsa Aisin- Gioro

Pada tahun 1644, kaisar Ming terakhir, Chongzhen, memilih bunuh diri setelah jatuhnya Beijing ke tangan pemimpin pemberontakan, Li Zicheng

Pada 1644, ibukota China di Beijing direbut oleh pemimpin pemberontak Li Zicheng, karena putus asa pejabat Dinasti Ming meminta bantuan Manchu.

Namun, orang Manchu malah memanfaatkan kesempatan itu untuk merebut ibukota dan mendirikan dinasti mereka sendiri di Tiongkok.
Dengan mengadopsi bentuk pemerintahan Ming dan terus memperkerjakan pejabat Ming.

Setelah Dinasti Qing mulai berkuasa serta mendeklarasikan diri sebagai pengganti dari Dinasti Ming, Kaisar Shungzhi pun dipilih menjadi Kaisar China pertama yang berasal dari suku Manchu.

Setelah menduduki kekuasaan, Dinasti Qing menerapkan berbagai kebijakan yang mendiskriminasikan kaum Han.
Misalnya, memaksa orang- orang Han memotong rambut dan memakai model pakaian seperti bangsa Manchu.

Di bawah kaisar Kangxi (1661- 1722), Manchu memaksa Rusia meninggalkan benteng pertahanan mereka di Albazin, yang terletak di sepanjang perbatasan Manchuria di Sungai Amur.

Dinasti Qing berhasil menguasai semua daratan China di bawah kekaisaran Kangxi setelah memberantas keturunan Dinasti Ming.

Dari perjanjian dengan Rusia yang dilakukan pada 1689, Kaisar Kangxi berhasil menjadikan wilayah Siberia di bawah China.
Dinasti Qing meraih masa kejayaan di bawah pemerintahan Kaisar Kangxi, Yongzheng (1723- 1735) dan Qianlong (1735- 1796).

Muncul pemberontakan Taiping (1850- 64) dan Nian (1853- 68) di selatan dan utara.
Kemudian upaya modernisasi dan westernisasi mendapat tentangan dari pejabat konservatif terutama melalui upaya janda permaisuri Cixi.

Perang Candu pertama (1839- 1842),
Perang Inggris- Prancis (1856- 58),
Perang Tiongkok- Jepang (1894- 95),
Pemberontakan Boxer (1900),
Semuanya menghasilkan kekalahan bagj Tionghoa dan pemberian konsesi kepada kekuatan asing.

Mengutip History, Dinasti Qing jatuh pada tahun 1911, digulingkan oleh revolusi yang terjadi sejak tahun 1894 ketika revolusioner berpendidikan barat Sun Yat Sen alias Sun Zhongshan membentuk Revive China Society di Hawaii, kemudian Hongkong.

Pada 1905, Sun menyatukan berbagai faksi revolusioner menjadi satu partai dengan bantuan Jepang dan menulis manifesto, Tiga Prinsip Rakyat.

Pada 1911, Partai Nasionalis Tiongkok mengadakan pemberontakan di Wuchang, dibantu oleh tentara Qing dan 15 provinsi mendeklarasikan kemerdekaan mereka dari kekaisaran.

Kaisar Xuantog turun tahta pada 1912, dengan Sun membuat konstitusi sementara untuk negara baru, Republik Tiongkok, yang mengantarkan kerusuhan politik selama bertahun- tahun yang berpusat di sekitar Yuan.

Pu Yi atau dipanggil Henry Puyi ataupun Puyi, dikenal sebagai Kaisar Xuantog merupakan kaisar terakhir China (1908- 1912).


Dinasti Song (960- 1279)
Dinasti Yuan Mongol (1271- 1368)
Dinasti Ming (1368- 1644)
Dinasti Qing/ Manchu (1644- 1911)


dunia.tempo.co/amp/1674689/kilas-sejarah-dinasti-qing-kekaisaran-terakhir-di-tiongkok

m.kumparan.com/amp/sejarah-dan-sosial/kisah-dinasti-qing-di-tiongkok-beserta-masa-jayanya

Sabtu, 04 Mei 2024

Dinasti Ming

Berlangsung tahun 1368- 1644
Didirikan oleh Zhu Yuan Zhang (Kaisar Hongwu).

Berdiri setelah dinasti Yuan mengalami keruntuhan.

Muhammad Muhibbudin dalam buku berjudul Laksamana Cheng Ho Panglima Muslim Tionghoa Penakluk Dunia, menjelaskan bahwa Dinasti Ming adalah masa lahirnya nasionalisme di Tiongkok.
Karena berdirinya Dinasti Ming adalah buah dari keberhasilan meruntuhkan rezim Mongol yang terkenal sebagai rezim imperialis asing di Tiongkok.

Pada tahun 1352, Zhu Yuan Zhang bergabung bersama kelompok pemberontak yang tidak puas dengan pemerintahan Dinasti Yuan.

Tahun 1368, ia berhasil menyerang dan meruntuhkan Dinasti Yuan.
Zhu Yuan Zhang akhirnya mendirikan Dinasti Ming dan mendapatkan gelar Kaisar Hongwu.

Perangai gampang curigaan dari Kaisar Hongwu membuatnya tega mengeksekusi mati siapa saja yang dianggap membahayakan kedudukannya.

Putra keempat Kaisar Hongwu, mengambil alih kekuasaan pada awal abad ke- 15.
Takhta ini diperoleh setelah serangkaian pemberontakan berdarah dengan kerabat dekatnya.
Zhu di mengambil nama Yongle.
Ia memindahkan ibukota dari Nanjing yang panas ke Beijing.

Kejayaan Dinasti Ming terjadi pada pemerintahan Kaisar Yongle.
Pada masa ini ekspedisi militer aktif dilakukan, salah satunya dengan menugaskan Laksamana Cheng Ho untuk melaksanakan ekspedisi maritim ke kawasan selatan.

Kaisar Ming memulihkan dan memperbaiki ribuan tanggul, kanal dan waduk, serta banyak tanggul baru yang dibangun.


Dinasti Song (960- 1279)
Dinasti Yuan Mongol (1271- 1368)
Dinasti Ming (1368- 1644)
Dinasti Qing/ Manchu (1644- 1911)


m.kumparan.com/amp/sejarah-dan-sosial/sejarah-dinasti-ming-secara-singkat-dan-peninggalannya

nationalgeographic.grid.id/amp/134070160/276-tahun-berkuasa-ini-sejarah-dinasti-ming-di-kekaisaran-tiongkok

Dinasti Yuan Mongol

Pendiri dinasti ini adalah Kubilai Khan, cucu dari Genghis khan (pendiri kekaisaran Mongol)

Rustamana dan Azahra dalam Perkembangan di Tiongkok (Tang, Sung, Yuan dan Manchu) menjelaskan bahwa Dinasti Yuan termasuk salah satu dari dua dinasti asing yang berkuasa di China.
Akibat tidak didirikan langsung oleh keturunan Han.

Dalam sejarah China, Dinasti Yuan Mongol berdiri pasca Dinasti Song (960- 1279)

Pada 1206, didirikan Kekaisaran Mongol oleh Genghis Khan dan menjadi kekaisaran terbesar kedua dalam sejarah peradaban dunia.

Setelah itu, Genghis Khan menyatukan masyarakat Mongol di utara China dan mulai meruntuhkan Dinasti Jin.

Genghis Khan mulai melanggar batas Dinasti Jin di Tiongkok utara pada 1211 dan akhirnya merebut ibukota Jin Yanjing yang sekarang bernama Beijing pada 1215.

Beberapa puluh tahun setelahnya, bangsa Mongol pun mulai memperluas kekuasaannya sampai China selatan dan wilayah Asia lainnya.

Pada 1260, Kubilai Khan, cucu Genghis Khan naik takhta menjadi Kaisar Mongol.
Dirinya memutuskan untuk membangun Dinasti Yuan, lalu menobatkan dirinya menjadi Kaisar China.

Pada 1271, Kaisar Kubilai Khan resmi mendirikan Dinasti Yuan Mongol dan berkonsep China tradisional.
Ia juga berhasil menaklukkan Dinasti Song yang telah berkuasa sejak 960 Masehi.

Kekaisaran Yuan mengandalkan pengumpulan pajak untuk mendanai proyek di sekitar Tiongkok.
Misalnya, pada tahun 1256, Kubilai Khan membangun ibukota baru di Shangdu dan 8 tahun kemudian ia membangun ibukota baru kedua di Dadu, yang sekarang disebut Beijing.

Kekaisaran Tiongkok pada Dinasti Yuan terus melakukan ekspedisi militer sejak berdiri.
Beberapa diantaranya seperti ke Semenanjung Korea tahun 1270'an, serangan ke Jepang pada tahun 1274, dan Jawa pada tahun 1290'an.

Di bawah pemerintahan dinasti Yuan, Terusan Besar Tiongkok (The Grand Canal) diperpanjang untuk menghubungkan Beijing secara langsung dengan Hangzhou, yang memotong 700 kilometer dari panjang perjalanan.
Namun, ketika pemerintahan Mongol di Tiongkok mengalami kegagalan, keadaan menjadi sangat kacau.

Terjadi pemberontakan Serban Merah 1351 hingga 1368 yang menyebar ke seluruh pedesaan.
Ditambah, penyebaran wabah pes makin melemahkan kekuasaan Mongol, yang akhirnya mengakhiri kekuasaan Mongol pada 1368.
Sebagai gantinya, pemimpin pemberontakan etnis Han Tiongkok, Zhu Yuanzhang, mendirikan sebuah dinasti baru yang disebut Ming.


Dinasti Song (960- 1279)
Dinasti Yuan Mongol (1271- 1368)
Dinasti Ming (1368- 1644)
Dinasti Qing/ Manchu (1644- 1911)


m.kumparan.com/amp/sejarah-dan-sosial/dinasti-yuan-mongol-latar-belakang-dan-perkembangannya

idntimes.com/science/discovery/eka-amira/fakta-dinasti-yuan

nationalgeographic.grid.id/amp/133719814/pemberontakan-serban-merah-akhir-kekaisaran-tiongkok-era-dinasti-yuan