Kamis, 04 November 2021

Menjadi Pekerja Harian di Hotel Berbintang (2014)

Selesai pelatihan hotel di Yogyakarta dan selepas On The Job Training Hotel di Solo, (T.R melamar kerja ke berbagai hotel di Yogyakarta. Saat itu akan mendekati akhir tahun, beberapa hotel biasanya membutuhkan pekerja tambahan, karena kamar- kamar akan penuh terisi. Biasanya para tamu merayakan hari natal dan tahun baru di kota Yogyakarta.

Dari beberapa lamaran yang (T.R serahkan, ada satu yang nyantol, salah satu hotel berbintang lima. Jarak dari jalan malioboro tak terlalu jauh, hanya butuh jalan kaki 2- 3 menit ke arah barat. Di sana (T.R melamar sebagai roomboy, yang kesehariannya berjibaku dengan kamar para tamu, membersihkan dan merapikan kamar

Karena jarak dari rumah yang cukup jauh dari hotel, (T.R memutuskan untuk menyewa kamar kos saja yang dekat dengan hotel tersebut. Dapatlah kamar kos milik (Bu mrsih yang murah untuk ditinggali saya seorang diri, dan pastinya cukup dekat, hanya jalan kaki 2- 3 menit sudah sampai hotel, namun harus mendapatkan kamar kos yang kamar mandinya di luar. Betapa malasnya waktu itu untuk menerima kenyataan bahwa harus berbagi kamar mandi dengan berbagai penghuni kamar kos yang lainnya. Di kamar kos tersebut ada sekitar 12 pintu.

Untuk urusan makan, (T.R tak pernah masak sendiri, selalu beli di angkringan yang banyak menjamur di pinggir jalan, walau porsi nasi di angkringan terkesan sedikit.

(T.R selalu bekerja di pagi hari tak pernah kerja malam. Walau jam masuk bekerja pukul 7 pagi, tapi (T.R selalu hadir di tempat kerja 1 jam sebelum jam masuk, untuk menyiapkan beberapa peralatan dan keperluan tamu sebelum mulai bekerja. Dari menyiapkan sprei kasur, sarung bantal, handuk, shampo, pasta gigi, sabun mandi dan berbagai macam sabun untuk mencuci kamar mandi di kamar hotel. Semua peralatan tersebut diletakkan ke troli dorong. Jadi setelah selesai briefing pagi bisa langsung bekerja menuju kamar- kamar hotel yang akan dibersihkan, tak perlu menyiapkan ini- itu lagi.

Karena bangunan hotel merupakan gedung tinggi bertingkat, setiap harinya untuk menuju kamar- kamar yang akan dibersihkan, para pekerja roomboy membawa troli dorong yang berisi perlengkapan, kita selalu naik lift khusus untuk pekerja hotel (gak mungkin juga kan, kita yang harus membawa troli dorong menggunakan tangga biasa). Di sini lift pun dibedakan, mana lift yang dipergunakan untuk tamu hotel dan untuk para pekerja. Karena bangunannya tinggi, kita sesekali ketika membersihkan kamar, dapat sembari melihat ke bawah dari jendela kamar bagaimana suasana taman yang dipenuhi berbagai pohon- pohon rindang, melihat kolam renang hotel, restoran outdoor.

Selain melihat pemandangan di dalam hotel, kita pun dapat pula melihat suasana di luar gedung hotel, seperti melihat bangunan- bangunan di sekitar hotel dan hiruk pikuk jalanannya.

Mengenai seragam bekerja, tak ambil pusing lagi, karena pihak hotel sudah menyiapkan dan setiap harinya setelah selesai digunakan, seragam selalu dicuci oleh bagian laundry hotel. Berangkat dari kamar kos hanya menggunakan pakaian biasa layaknya orang main, untuk nantinya setelah sampai di hotel, mesti ganti pakaian kerja.

Bekerja di hotel ini, semua roomboy sudah mendapat jatah masing- masing kamar yang akan dibersihkan, kalau tak salah, sehari harus membersihkan 15 kamar. Room boy yang kerjanya cekatan dan fullspeed biasanya jam 3 sore sudah selesai, yang kerjanya agak santuy seperti (T.R ini, jam 5 baru selesai.

Saat bekerja di hotel inilah, (T.R harus kuat- kuat mental karena selalu berhadapan dengan berbagai sifat dan karakter orang yang berbeda- beda. Apalagi dulu, (T.R yang bermodalkan bahasa inggris yang pas- pasan harus selalu siap jika kebetulan mendapati tamu hotel orang asing, entah orang bule eropa, china, jepang. Walau tak begitu paham kalau harus berbicara panjang lebar kepada tamu, namun setidaknya bisa sedikit kalau soal tanya jawab singkat. Pernah suatu waktu ada rombongan tamu warga asing yang tak bisa bahasa inggris, disinilah keadaan jadi kikuk, bagaimana (T.R mau gak mau harus minta izin untuk membersihkan kamarnya dengan bahasa tubuh sebisanya, yang penting kedua pihak bisa saling mengerti.

Saat jam makan siang di kantin makan, untuk para pekerja hotel setiap harinya disediakan menu makanan yang selalu enak- enak menurut saya, belum lagi setelah sore hari waktu pulang bekerja, disediakan mandi menggunakan air hangat untuk para pekerja yang mau mandi.

Pernah waktu itu di bagian kitchen membutuhkan tenaga tambahan karena kekurangan kitchen steward, yang pekerjaannya nyuci barang- barang perlengkapan dapur, seperti nyuci gelas, piring, panci, penggorengan dan sebagainya. (T.R mengajukan diri untuk mencoba menjadi steward untuk waktu hanya 3 hari saja. Bergelutlah 3 hari itu dengan banyaknya pekerjaan cuci mencuci yang tiap hari selalu menumpuk banyak sekali hingga selalu kewalahan dengannya. Belum lagi untuk mencuci perlengkapan dapur yang mudah pecah, harus extra hati- hati, se- enggaknya jangan sampai banyak barang yang kita pecahkan. Jadi hal baru saat menjadi steward adalah dapat sesekali melihat para pekerja dapur yang dengan lihainya memasak berbagai macam makanan layaknya chef- chef yang biasa (T.R tonton di televisi.

Baru tahu juga untuk mencuci perlengkapan makan- minum seperti piring, gelas dan cangkir digunakan mesin pencuci, tinggal kita masukkan saja perlengkapan tersebut ke dalam mesin, nanti saat keluar bisa bersih. Jadi tak perlu kita basuh satu persatu, seperti cuci piring- gelas di rumah. Tentu saja di mesin pencuci tersebut ada orang yang mengoperasikannya, satu orang yang memasukkan perlengkapan yang akan dicuci, dan dua orang yang mengambil perlengkapan yang sudah keluar dari mesin. Saat dioperasikan mesin tersebut selalu bergerak layaknya mesin di pabrik- pabrik. Di bagian kitchen, para pramusaji restoran hotel juga selalu membawa banyak makanan sisa yang tak dimakan oleh tamu hotel, seperti roti, buah, daging. Makanan tersebut kadang kita makan bersama- sama atau untuk dibawa pulang karena sayang sekali kalau harus dibuang begitu saja dan memang masih layak untuk dimakan.

Jumat, 29 Oktober 2021

Motor Yamaha RX- King yang Penuh Kenangan

Motor ini merupakan peninggalan dari almarhum bapak, motor yamaha RX- King tahun1992 yang saat itu digunakan saat terjadinya kecelakaan sekitar tahun 2001, kira- kira (T.R waktu itu masih duduk di kelas 1 sekolah dasar.

Saat malam selepas waktu isya', bapak mengantarkan temannya (Syn untuk memperbaiki televisi yang rusak, untuk dibawa ke kota. Jarak dari rumah ke kota sekitar 7 km. Ketika itu bapak luka parah di bagian kepala, dilarikan ke salah satu rumah sakit yang berada di kota Yogyakarta hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah koma beberapa minggu.

Teman bapak (Syn yg diantar oleh bapak itu masih diberi keselamatan, hanya luka- luka ringan saja, karena sempat melompat saat terjadinya kejadian itu. Menurut ceritanya, motor ditabrak oleh pengendara lain.

Setelah kejadian kecelakaan tersebut, motor sempat diperbaiki karena rusak parah, setelah motor normal kembali, motor sempat berpindah- pindah kesana- kemari dipakai saudara- saudara, dari dipakai oleh paman, teman kerabat hingga keponakan bapak, berhubung karena (T.R masih kecil, belum bisa dan belum boleh menggunakan motor. Baru bisa menggunakannya ketika duduk di kelas 3 SMP, walau masih belum ahli benar, belum begitu lancar.

Ketika sudah masuk sekolah menengah (SMK), karena jarak dari rumah yg jauh dari sekolah, (T.R jg merasa lelah tiap hari, pulang- pergi ke sekolah harus terus mengayuh sepeda, (T.R memutuskan untuk menggunakan motor tua ini untuk pergi ke sekolah, walaupun saat itu tampilannya masih jadul dan standar, pajak dan plat nomornya pun telah mati lama. (T.R beranikan menggunakannya, walaupun sering cemas dan was- was kalau nanti di jalan bertemu dengan bapak pulici. Di sinilah otak (T.R dituntut untuk berkembang, bagaimana harus menghindari pulici dan melewati jalan- jalan kecil/ jalan tikus di perkotaan.

Setelah beberapa bulan menggunakan motor yang pajak dan plat nomernya mati tersebut, saudara dari bapak (Ms ar dengan baik hati membantu untuk menghidupkan kembali pajak motor dan merestorasi motor jadul tersebut agar terlihat seperti tampilan motor RX- King yang baru. 

Betapa bahagianya dulu waktu itu, ketika tampilan motor yang seperti baru. Walaupun banyak teman- teman sekolah yang banyak dibelikan motor baru oleh orang tuanya, (T.R masih merasa bersyukur bisa menggunakan motor untuk berangkat sekolah walaupun motor berusia tua. (T.R pun tak perlu cemas dan was- was lagi kalau bertemu dengan pulici.

Saking begitu sayangnya dengan motor ini (T.R paling ga sanggup kalau melihat motor ini kotor, tiap hari (T.R selalu lap. Rutin service dan ganti oli. Untuk main- main bepergian ke luar kota pun (T.R tak rela menggunakan motor ini, (T.R lebih memilih menggunakan moda transportasi umum, macam bis atau kereta api lokal. Motor ini memang lebih banyak mengarungi kawasan di dalam kota saja.

(T.R sangat banyak- banyak mengucapkan terima kasih kepada (Ms ar, telah banyak membantu (T.R. Hingga ketika usia (T.R sudah mencukupi untuk membuat Surat izin mengemudi roda dua, (T.R pun dibantu juga untuk membuat surat izin tersebut. (Ms ar ini memang benar- benar malaikat penolong bagi (T.R, hingga sudah (T.R anggap sebagai kakak sendiri.

Ketika sudah lulus dari sekolah menengah (SMK), (T.R pun memutuskan untuk bekerja saja ke luar kota di kota Bekasi, ikut tinggal dengan saudara (Ms ar, hingga motor RX- King ini pun ikut juga menemani (T.R bekerja di Bekasi. (T.R paketkan motor ini ke Bekasi menggunakan paket pengiriman via kereta api.

Seiring dengan berjalannya waktu, dan juga (T.R bekerja juga berpindah- pindah, sempat dulu 1 tahun (T.R tinggal motor tersebut di rumah saudara di Bekasi karena (T.R harus bekerja di lain kota, kemudian (T.R balik lagi bekerja di Bekasi.

Sempat dulu waktu digunakan untuk bekerja, mesin motor ini rusak parah, hanya karena masalah sepele, yang (T.R tak begitu ngeh dan teliti waktu itu utk melihat ke bagian bawah mesin, yaitu oli mesin yang sering netes/ bocor, jadi lama- lama oli mesin sedikit demi sedikit berkurang, mengakibatkan mesin motor yang cepat panas dan bunyi klothok- klothok di dalam mesinnya. Alhasil motor 2 hari menginap di bengkel, ganti semua sparepart jeroan mesin. Menghabiskan sekitar hampir 1 juta'an.

Selama motor ini (T.R gunakan dan (T.R kendarai dari zaman waktu sekolah hingga bekerja, bersyukur sekali belum pernah jatuh atau mengalami kecelakaan di jalan. (T.R pun kalau mengendarai motor bukan tipe pengendara yg ugal- ugalan dan barbar di jalanan. Walaupun motor ini dikenal dgn sebutan motor jambret, (T.R selalu mengendarainya selayaknya motor bebek ber cc kecil, santuy.

Ketika itu (T.R masih setia menggunakan motor ini, walaupun (T.R sudah sanggup membeli motor keluaran terbaru. Hingga tahun 2017 (T.R memutuskan untuk berhenti menggunakannya, karena akan (T.R estafetkan warisan motor bapak ini kepada adik (T.R, untuk dia gunakan dan gantian merasakan bagaimana rasanya merawat motor tua ini.

Sabtu, 16 Oktober 2021

Cleaner Jobdesk SOP Dairyms

07.00 cleaning toilet lelaki bawah (1)
08.00 cleaning laluan bawah
09.00 cleaning reception

09.30 cleaning smoking area (1)
10.30 sapu luar, sekitar pokok depan, laluan depan, sekitar guard security, kawasan tempat motor
12.00 rehat

01.00 p.m - cleaning toilet lelaki bawah (2)
02.00 cleaning laluan bawah
02.30 cleaning reception

03.00 cleaning smoking area (2)
04.30 sapu luar, sekitar pokok depan, laluan depan, sekitar guard security, kawasan tempat motor
05.30 cleaning toilet lelaki bawah (3)
06.30 cleaning smoking area (3)

07.00 balik pulang

__

07.00 cleaning logistics canteen
08.00 cleaning logistics toilet (1)
09.00 cleaning logistics office

10.00 cleaning kawasan logistics luar (tempat naik barang2  lorry, samping logistics office.
10.30 cleaning boiler toilet
11.00 cleaning kawasan store luar belakang (tempat turun barang lorry, tempat untuk swab test
11.30 sapu laluan hijau belakang, cleaning kawasan tempat sampah besar belakang
12.00 - rehat

01.00 p.m - cleaning logistics canteen
02.00 cleaning logistics toilet (2)
03.00 cleaning logistics office

04.00 cleaning kawasan logistics luar (tempat naik barang2 lorry, samping logistics office.
04.30 cleaning boiler toilet
05.00 cleaning kawasann store luar belakang (tempat turun barang lorry, tempat untuk swab test), laluan hijau belakang, cleaning kawasan tempat sampah besar belakang

06.00 cleaning logistics toilet (3)

07.00 balik pulang

Sabtu, 25 September 2021

Bekerja di Minimarket (2015- 2017)

Tinggal dengan kakak saudara yang sudah menikah, punya anak satu, tinggal di perumahan, dengan status rumah masih ngontrak.

Pak Jno, tetangga sebelah yang bekerja sebagai polisi menyarankan untuk ikut tes walking interview di toko minimarket dekat pintu tol timur bekasi, karena di sana sedang membuka lowongan kerja untuk crew toko. Langsung tes di tempat.
Dia menyuruh untuk langsung ketemu dengan kepala tokonya langsung, karena masuk tes lewat jalur referensi, disitu di amplop lamaran dikasih stempel khusus, karena lewat jalur referensi.

Jarak dari rumah ke tempat tes, ga jauh, paling hanya membutuhkan waktu 20 menit naik motor sudah sampai, di sana banyak sekali yang akan mengikuti tes, laki- laki dan perempuan, tempat tes ada di lantai atas, lantai bawahnya dipergunakan untuk gerai minimarket.

Ikut tes lah di tempat tersebut, dari awal hingga akhir, dari pagi hingga sore, mulai dari tes tinggi badan, untuk yang laki buka baju atas, dicheck apakah bertato atau tidak, tes menghitung cepat, tes bagaimana menawarkan kepada konsumen yang akan membeli.
Kemudian pada akhir tes, peserta disuruh menunggu di rumah, sekitar 2 minggu, untuk kemudian nanti diberi tahu, kalau peserta yang lolos akan dikirim pesan untuk mengikuti pelatihan di kantor minimarket, dengan peraturan, rambut kepala diharuskan pendek cepak, baju putih, celana hitam, sepatu warrior hitam- putih.

Setelah menunggu lama akhirnya dapat pesan untuk mengikuti pelatihan di kantor, jarak dari rumah sampai kantor cukup jauh, skitar 1 jam'an naik motor.
Berangkat pelatihan saat itu pun masih minjam motor punya om, betapa tak enaknya, tiap hari harus pinjam motor, padahal pelatihannya juga cukup lama, kurang lebih 2 minggu.
Rumah om waktu itu juga ga jauh- jauh banget, masih satu komplek perumahan, beda 1 blok.

Sampai di tempat tes, disana ada sekitar 30 peserta yang ikut, yang membuat terkejut, mendapatkan nomer urut pertama dalam daftar nama, kan ga enak banget, apa- apa mesti yang duluan, tes mental banget.

Kemudian lanjut dengan pelatihnya (adts), perempuan muda yang dikemudian hari ternyata dia ceweknya dari kepala toko (rtn), yang nantinya setelah selesai pelatihan, ditempatkan di toko tersebut.
Dari situ jadi tau betul dengan kisah- kisah hubungan mereka, dari jaman mereka pacaran hingga menikah, karena akrab dgn (rtn), dari yang dia sering cerita, sampai (ads) yang sering berkunjung ke toko.

Di kantor pelatihan itu, ternyata tak hanya kantor untuk pelatihan saja, tapi juga gudang penyimpanan berbagai macam produk yang nantinya akan dijual oleh toko, nanti produk itu dikirim ke toko- toko di sekitaran bekasi dengan mobil box.
Tempatnya luas sekali.

Di tempat pelatihan, banyak sekali mendapat berbagai materi yang diberikan, banyak teori- teori, hitung- menghitung, sejarah awal mula berdirinya minimarket, banyak mencatat ini- itu, praktek cara menawari konsumen dengan baik dan benar, praktek mengoperasikam aplikasi pembayaran di komputer, dari pagi hingga sore, pelatihannya ga membosankan, karena selalu diselingi dengan permainan- permainan, joget- joget, jadi ga bikin ngantuk.
Saat pelatihan pun dapat box snack makanan juga. Karena saat itu masih bulan puasa, jadi box snack dibawa pulang, untuk dimakan setelah tiba waktu berbuka puasa.

Tak hanya pelatihan di kantor saja, saat masa pelatihan juga diwajibkan satu hari untuk job training langsung ke toko terdekat dari tempat tinggal.
Job trainng lah di toko depan perumahan tempat tinggal, dari pagi hingga sore, yang dikemudian hari, kurang lebihnya beberapa tahun kemudian, toko tersebut tutup, karena sewa gerainya tak diperpanjang.

Di toko itulah jadi bisa belajar merasakan bagaimana kerja jadi crew store yang sesungguhnya, tak hanya teori- teori belaka, yang selama ini banyak diajarkan, belajar menyusun produk barang di rak penjualan, belajar mengoperasikan aplikasi pembayaran di komputer, belajar bagaimana menghadapi customer secara langsung, itung- itung tes mental, agar gak gampang malu/ takut dengan customer, yang penting tetap yakin dan percaya diri sepenuhnya.

Di hari akhir pelatihan, semua peserta pelatihan menunggu dimana akan ditempatkan untuk bekerja, kemudian setelah tahu dimana ditempatkan, lalu diantar oleh korwil (jabatan yang di atas/ yang lebih tinggi dari kepala toko), diantar dari tempat pelatihan ke toko dimana ditempatkan. Korwil biasanya menggunakan mobil berwarna merah sejenis minibus.

Toko tempat penempatan ini berada di lingkungan perumahan, tokonya termasuk ke dalam kategori tidak terlalu ramai, bukan toko 24 jam, jadi pukul 10 malam sudah tutup, jarak dari tempat tinggal hanya membutuhkan waktu 15 menit naik motor.
Saat sampai di toko tersebut, di toko masih disibukkan dengan penempatan/ display berbagai macam biscuit/ kue kaleng, promo- promo bulan ramadhan, karena memang sebentar lagi akan datang hari raya idul fitri.

Di toko ini juga, bisa berjumpa dengan orang yang satu daerah (yni), satu kampung istilahnya, dia sudah kerja lama di toko tersebut, perempuan muda, bertubuh mungil, belum menikah, walaupun berasal dari satu daerah, tapi tak terlalu akrab, tak ccok.

Setelah sekian beberapa bulan, merasakan lebih akrab dan cocok dengan kepala tokonya (rtn), laki- laki berperawakan tinggi, kulit hitam, dengan tampang yang bisa dibilang seram, tapi ternyata setelah lebih kenal jauh, sangat beda jauh dengan perawakan dan tampangnya. Cocok karena punya selera humor yang sama.

Rabu, 15 September 2021

Doa Selamat

Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa 'afiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil 'ilmi wa barokatan fir rizqi wa taubatan qablal mauti wa rohmatan 'indal mauti wa maghfirotan ba'dal mauti,

allahummaa hawwin 'alainaa fil sakaraatil mauti wannajaata minan naari wal 'afwa 'indal hisaabi,

rabbanaa laa tuzigh quluubana ba'da idz hadaitanaa wahab lanaa mil ladunka rahma, innaka antal wahhaab,

rabbanaa aatinaa fiddunnyaa hasanah, wa fil akhirati hasanah waqinaa 'adzaa ban naar."


Artinya:
"Ya Allah kami memohon kepadaMu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rizqi, serta taubat sebelum mati dan rahmar di waktu mati, dan keampunan sesudah mati.

Ya, Allah, mudahkanlah kami saat pencabutan nyawa selamat dari api neraka dan mendapat kemaafan ketika amal diperhitungkan.

Ya Allah, janganlah Engkau goyahkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka."

Rabu, 01 September 2021

Emk tir Lianh Dair ms

1. First day masuk, smpat cakap dia > jnda, saat smpat call emk, dia lagi BAB.
Dituntunlah masuk kilang, ditunjukkannya smoking area sebelah sana, ditunjukkan toilet, kemudian masuklah saya ke toilet

* Depan kilang
- Lagi sapu- sapu di luar, dia memuji, kalau menyapunya bersih
- Lagi sapu- sapu di luar dekat guard dan motor park, dihampiri emk tri, dia cakap cari fer#.
- Lagi cari fer#, karena fer# cakap dia muntah- muntah, saya ketahuan lagi duduk santai playing phone di belakang chilled office, tapi emk tak marah (endr# & chyo sudah kerja di kilang).
- Marah- marah ketika saya keluar kilang lewat samping pos guard, tak lewat pintu utama.


* Lobby
- Ketika membetulkan absensi thumb print, emk cakap nanti lepas rehat
- Bersama- sama (emk, fer#, te, atkah) packing susu & kurma untuk bingkisan hari raya idul fitri.
- Dipanggil ke lobby karena fer# melaporkan saya lazy to work (nampak emk dengan sabarnya, mengatasi masalah).
- Dipanggil ke lobby untuk menemani emk ngotak- atik barang electric menggunakan obeng (nampak betapa sombongnya, dia cakap orang yang serba bisa, saya mana mungkin bisa ngotak- atik).


* Belakang kilang
- Menanyakan dimana npal (jvan) yang kerja ngecat, ketika saya lagi pasang plastic sampah di depan logistic office.
- Ketahuan lagi duduk di belakang (depan ruang genset) dan masuk tempat penyimpanan "kotak biru production".


* Canteen
- Ketika lagi sarapan pagi, emk cakap bersyukur dapat kerja disini, tempatnya kecil tak luas.
- Dipanggil ke canteen, lebih kurang pukul 9 pagi, mulai saat itu, sampah production yang ada di luar, suruh buang, cleaner luar yang buang.
- Ketika tanya hari buruh, ketika tanda tangan untuk tukar hari waisak.
Tanya surat jalan kenapa tak ada logo jm.
- Ketika saya tak bawa makan siang karena air mati di rumah, saya hanya makan oat, emak cakap, macam saya saja (diet).

- Ketika selesai makan siang, cakap tentang udang
- Lepas buat bank account, saya lapor emk tri dulu di canteen, sebelum kerja


* Second floor
- Dipanggl ke ruang atkah (emk tri, fer#, te), karena atkah tengok kecoa di laluan jalan depan main building selama lebih kurang 3 hari tak dibuang- buang.
- Ditemani emk tri ketika bawa kursi dari lactation room ke ruang gudang berkas untuk dipacking plastic- lakban.

Minggu, 06 Juni 2021

Korean Language

- Ungkapan salam (halo)
informal> Annyeong
formal> Annyeong haseo

- Terima kasih
informal> gomawo, gomawoyo
formal> kamsahamnida

- Ungkapan cinta/ suka (I love you)
informal> saranghae
formal> saranghaeyo
honorific> saranghamnida


- ommo = astaga, ya ampun
- aigo = kesal, kecewa, kepasrahan
- daebak = hebat, kagum

- yeoboseyo = halo (dalam telphone)
- yeobo= sayang (panggilan)

- gwaenchana = apakah kamu baik- baik saja
- bogo shi po = saya merindukanmu

- ye/ ne = ya, setuju
- anio = tidak
- wae = kenapa
- arrasseo = mengerti, paham
- eotteokhae = bagaimana

- kajja= ayo
- palli = cepat
- molla = tidak tahu
- jeogiyo = permisi

- ireoke = seperti ini
- naega = saya

- saya minta maaf (informal)
mianhae, mianhaeyo
- geurae = benarkah
jeongmal
- jinjja = sungguh, masa
Jinjjayo


Honorific= lebih tua, baru ditemui/ dihormati
Formal= lebih tua tapi sudah dikenal baik
Informal= teman seumuran/ yang lebih muda