Senin, 08 Januari 2024

Tempat- tempat di Istanbul (Turkiye)

AYASOFYA- i KEBİR CAMİ- İ ŞERİFİ (HAGIA SOPHIA MOSQUE)







 

THE OBELISK OF THEODOSIUS



 

SULTANAHMET CAMİİ (BLUE MOSQUE)



 

SÜLEYMANİYE CAMİİ (MOSQUE)






 

KANUNİ SULTAN SÜLEYMAN HAN



 

FATİH CAMİİ (MOSQUE)



 
 
FATİH SULTAN MEHMED HAN TÜRBE (TOMB)
 






FATİH SULTAN MEHMED HAN



 

GÜLBAHAR HATUN



 

EBÛ EYYÛB EL- ENSÂRÎ




 

BÜYÜK ÇAMLICA CAMİİ (MOSQUE)






 

DOLMABAHÇE CAMİİ









Sabtu, 30 Desember 2023

Hotel Working Area Türk

*1st floor airport hotel
Zeynep- Gneral mnager (Gnel müdürü)
Ziya- Gnel koordinatör
Veda- Assist. (Gnel koordinatör asistanı)

Hasan- Quality mnager (Kalite müdürü)
Yasemin- Corporate communications (Kurumsal iletişim)
Fikret- Design staff
Changing room- fotocopy- tea/ coffe small kitchen


*Airport hotel building
-Engin- Rceptionist mnager (airport hotel) 4*
Önbüro müdürü

Receptionist office

Aykut- Teknik supervisor/ şef (airport hotel)
Mesut- Cost control staff
Cemal- Purchasing mnager (Satınalma müdürü)
Purchasing staff- 2 table

Purchasing personel- 5 table


*Basement belakang
Selahattin- Assist. (İnsan kaynakları müdür yardımcısı)
Berrak- İns kayn. staff
Aylin- İnsan kayn. staff
(Human Resources)

Klinik kesehatan (Sağlık birimi)
Meeting room 1 (Görüşme odası)
Meeting room 2
IT staff (bilgi işlem)


* İstanbul hotel building Z floor
Bengü - Assist. gneral manag (Gnel müdür yardımcısı)
Figen- financial affairs manag (Mali işler müdürü)
Emine- İnsan kayn. müdürü

Maruf- teknik manag (müdür)
Eren- IT manag (Bilgi işlem müdürü)
Bülent- Rooms section (Odalar bölümü müdürü)

-Erman- Rceptionist mnager (istanbul hotel) 5*
Önbüro müdürü

Receptionist office

Gülbeyaz- Assist. financial (Mali işler yardımcısı)
Financial staff 1 - 5 table
Financial staff 2 - 2 table

Pelin- Wedding reservation office (Düğün) - 2 table
Guest relation


* İstanbul hotel basement (B)
Nazan - Exec. Houseke. (Kat hizmetleri müdürü)

-Taşkın - Assist. Exec. Houseke. (Kat hizmetleri yardımcısı)
 (istanbul hotel) 5*

Houseke. office- 7 table

Assist. Manag. Teknik - 2 table

-İlker- Assist. Exec. Houseke. (Kat hizmetleri yardımcısı)
(airport hotel) 4*

Elektric supervisor/ şef 


* İstanbul hotel 1st floor
İsmail - Exec. Chef (Kitchen/ mutfak)
Betul - Assist. Exec. Chef
Cemal - Service manag. (Servis müdürü)


* Belakang ballroom (Cas salonu) 1st floor
Reservasyon ofisi (Reservation) - 5 table
Satıs ofisi 1 - 3 table
Satıs ofisi 2 - 7 table
Ridvan - Sales manag. (Satış müdürü)


* Security (Guvenlik) pos
Otopark/ scanning face
Ali- Belakang ballroom
Tepi jalan turunan
Samping taxi reserv.

* Ballroom 1st floor
Ergün - Banquet service manag. (Banket servis müdürü)
Banquet office

Jumat, 29 Desember 2023

Proses Apply Job Perhotelan Turkiye

Proses apply job di sektor formal perhotelan Turkiye sebagai housekeeping attendant.
Aug, Sep, Oct, Nov, Dec

1. Kantor Balai Desa.
Meminta tanda tangan kepala desa dan cap dari kantor desa.
Untuk surat izin bekerja ke Turkiye dan surat pengantar untuk membuat SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) di kantor kepolisian.

2. Studio Photo.
Mengambil foto terbaru dan mencetaknya sesuai ukuran yang dipersyaratkan.

3. Kantor Kepolisian.
Visit kantor kepolisian bagian pelayanan pembuatan SKCK.

4. Tempat Pelayanan Publik.
Membuat account di aplikasi Dinas Tenaga Kerja dari rumah, untuk membuat kartu pencari kerja (A.K 1) untuk selanjutnya di print ke tempat pelayanan publik kota di stand Dinas Tenaga Kerja.
☆ with my friend


5. Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Membuat rekom passport,
untuk membuat new passport harus melalui interview singkat dari pihak Dinas Tenaga Kerja,
mau bekerja dimana, apa nama agencynya, digaji berapa, bekerja sebagai apa, ada biaya keberangkatan atau tidak.
☆ with my friend

6. Kantor imigrasi Solo.
Membuat new passport.
Perjalanan from Yogyakarta to Solo by mobil minibus bersama teman yang lain yang juga akan membuat new passport.
☆ 8 persons
__

1. Sewa kos dekat perusahaan penyalur.
Biaya makan, minum, kebutuhan kos.
Jalan- jalan keliling kos, ke masjid, ke candi, playing playstation, barber shop
☆ with my friend

2. Pelatihan bahasa dan housekeeping skill.
Di tempat pelatihan agencynya.
Untuk awal- awal, pelatihan diadakan di tempat selatan, terus pindah ke tempat gedung utama di utara.
Jadi tahu aktivitas sehari- harinya di agency.
Sering ketemu staf- staf yang sedang bekerja.

3. Sewa penginapan dekat hotel tempat training.
Biaya makan, minum.
Jalan- jalan keliling kos, barber shop
☆ with my friend

4. Training kerja di hotel (Yogyakarta)
Jalan ke masjid.
Berkumpul, bercengkrama dengan staf- staf hotel.

5. Pulang- pergi rumah to agency, tempat pelatihan, hotel
Walau tidak setiap hari, by motocycle and train.
☆ with my friend

6. Medical check up 2x
Medical setelah pendaftaran.
Medical setelah dapat visa.

7. Sewa penginapan dekat perusahaan penyalur.
Ketika akan menghadiri pembekalan pekerja migran sebelum berangkat ke luar negeri.
☆ with my friend

8. Menghadiri pembekalan sebelum keberangkatan ke Turkiye di BP3MI (Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) untuk mendapatkan KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri)


- Buy tas ransel gunung
Jacket tebal musim dingin

Selasa, 28 November 2023

Tinggal di Istanbul Turkiye selama 1 tahun

Bertempat tinggal di Yeşilköy,
Dekat dengan bandara Atatürk İstanbul, İstanbul Fuar Merkezi dan Dünya Ticaret Merkezi.

Kemana- mana kalau akan pergi ke Taksim, Sultanahmet meydanı (square) atau tempat wisata lainnya, selalu menggunakan moda transportasi umum kereta.
Naik dari DTM (Dünya Ticaret Merkezi) Metro İstasyonu.

Berbagai tempat yang pernah dikunjungi
- Panorama 1453 Tarih Müzesi (Museum)
- Kapalı Çarşı (Grand Bazaar)

- Fatih Sultan Mehmed Han Türbe (Tomb)
- Fatih Camii (Mosque)

- Kanuni Sultan Süleyman Han Türbe (Tomb)
- Süleymaniye Camii (Mosque)

- Ayasofya-i Kebir Cami-i Şerifi (Hagia Sophia Mosque)
- Sultanahmet Camii (Blue Mosque)
- Topkapı Sarayı (Palace)

- Eminönü
Tepi pelabuhan, ramai dengan aktivitas ketika kapal menurunkan penumpang di dermaga feri.


- Mısır Çarşışı (Spice Bazaar)
- Galata Köprüsü (Bridge)
- Haliç Köprüsü (Bridge)

- Galata Kulesi (Tower)
- Taksim Meydanı (Square)
- İstiklal Caddesi (Street)

- Dolmabahçe Camii (Mosque)
- Dolmabahçe Sarayı (Palace)
- Beşiktaş Jimnastik Kulübü Stadyumu (Stadium)

- Üsküdar
- Büyük Çamlıca Camii (Mosque)
- Kadıköy

- Ebû Eyyûb El- Ensârî Türbe (Tomb)
- Eyüp Sultan Camii (Mosque)
- Atatürk Olimpiyat Stadyumu (Stadium)

- Marmara Forum Alışveriş Merkezi AVM (Shopping Mall)
- Starcity Outlet AVM (Shopping Mall)
- MOİ Mall of İstanbul 
- İstanbul Cevahir AVM (Shopping and Entertainment Centre)

Jumat, 24 November 2023

Raden Patah (Demak)

Putra Majapahit pendiri Kerajaan Islam Demak.
Pendiri Kesultanan Islam Demak yang juga pangeran dari Kerajaan Majapahit yang bercorak Hindu- Budha.

Kesultanan Demak merupakan Kerajaan Islam pertama di Jawa.
Raden Patah berkuasa pada 1475- 1518 Masehi.

Raden Patah adalah putra Bhre Kertabhumi atau Brawijaya V (1468- 1478 M) yang diyakini sebagai raja terakhir Majapahit.

Ketika Raden Patah mendirikan Kesultanan Demak bersama para Walisongo, Majapahit sedang menjelang keruntuhannya.

Raden Patah dan Kesultanan Demak adalah pemula kejayaan Islam di Jawa sekaligus mengakhiri kejayaan peradaban Hindu- Budha yang sebelumnya pernah amat digdaya di bawah panji- panji Kerajaan Majapahit.

Raden Patah berdarah campuran.
Ibundanya, Siu Ban Ci adalah putri Tan Go Wat alias Syekh Bentong, sosok ulama Cina yang menjadi salah satu perintis terbentuknya Walisongo sebagai majelis syiar agama Islam di Jawa.


Babad tanah Jawi mengisahkan, Siu Ban Ci dipersunting sebagai istri selir oleh Bhre Kertabhumi atau yang nantinya bertakhta di Majapahit dengan gelar Brawijaya V.

Perkawinan tersebut membuat istri Bhre Kertabhumi yang lain, yakni Ratu Dwarawati yang kelak menjadi permaisuri, cemburu.
Maka Bhre Kertabhumi terpaksa menceraikan Siu Ban Ci dan mengirimnya ke Palembang yang kala itu masih termasuk wilayah kekuasaan Majapahit.

Di bekas pusat Kerajaan Sriwijaya itulah Siu Ban Ci melahirkan Raden Patah pada 1455 M.
Nama lain Raden Patah adalah Jin Bun.
Beberapa referensi lain menyebutnya dengan nama Senapati Jinbun, Panembahan Jinbun, juga Raden Hassan.

Usai melahirkan Jinbun, Siu Ban Ci dipersunting oleh adipati Palembang, Arya Damar atau Arya Dillah.
Pernikahan ini dianugerahi anak laki- laki bernama Kin San alias Raden Kusen atau Raden Husein.

Setelah dewasa, Raden Hassan dan Husein menolak mewarisi kepemimpinan di Palembang demi merantau ke Jawa.
Keduanya sempat berguru kepada Sunan Gunung Jati di Cirebon, Sunan Giri di Gresik, dan Sunan Ampel di Surabaya untuk memperdalam ajaran Islam.


Raden Patah dengan dukungan Walisongo akhirnya mendeklarasikan Demak yang sebenarnya merupakan wilayah kekuasaan Majapahit sebagai pemerintahan baru.

Kesultanan Demak berdiri pada 1478, Raden Patah bertakhta dengan gelar Sultan Syah Alam Akbar Al- Fatah.

Raden Patah menurut catatan dari Cina, wafat pada 1518 dalam usia 63 tahun.
Atas keputusan majelis Walisongo, yang ditunjuk sebagai penerus takhta Kesultanan Demak adalah Pati Unus dengan gelar Sultan Alam Ali Akbar II.

Sempat terjadi peperangan antara Demak melawan Majapahit.
Serbuan Demak pada 1517 di bawah pimpinan Pati Unus (1488- 1521) membuat perekonomian Majapahit lumpuh.

Satu dekade berselang, tahun 1527, Majapahit benar- benar musnah.
Serangan Kesultanan Demak yang kala itu dipimpin Sultan Trenggana (1521- 1546) adik Pati Unus, memungkasi riwayat Majapahit.


https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/sejarah-raden-patah-putra-majapahit-pendiri-kerajaan-islam-demak-gcdE

Minggu, 03 September 2023

Keraton Kartasura

Keraton yang didirikan oleh Amangkurat II pada 1680.
Berdirinya Keraton Kartasura bermula dari konflik yang terjadi antara Amangkurat II dengan Trunojoyo (bangsawan dari Madura).

Sebelumnya, Amangkurat II bekerja sama dengan Trunojoyo untuk menggulingkan pemerintahan Amangkurat I, ayah dari Amangkurat II dan menguasai Mataram.

Pada akhirnya, Plered berhasil dikuasai oleh Trunojoyo pada 2 Juli 1677.
Setelah saling bekerja sama, Amangkurat II kemudian justru berbalik melawan Trunojoyo dan melindungi ayahnya, Amangkurat I.

Amangkurat II dan Amangkurat I memutuskan kabur ke Tegal.
Di dalam pelariannya tersebut, Amangkurat I meninggal dunia pada 13 Juli 1677.
Pada akhirnya, Amangkurat II menjadi pemimpin Mataram pada 13 Juli 1677.

Untuk memadamkan pemberontakan Trunojoyo, Amangkurat II meminta bantuan kepada VOC (Kongsi Dagang Hindia Belanda)

Pada akhirnya dengan bantuan VOC, Amangkurat II berhasil menghentikan pemberontakan Trunojoyo pada 26 Desember 1679, Amangkurat II membunuh Trunojoyo pada 2 Januari 1680.

Setelah Trunojoyo wafat, Amangkurat II memerintah pasukannya untuk membangun keraton baru di daerah Kartasura (Keraton Kartasura).

Setelah keraton selesai dibangun, pada 11 September 1680, Amangkurat II secara resmi menempati keraton Kartasura dan memindahkan pusat pemerintahannya disana.

Keraton Kartasura mulai mengalami keruntuhan setelah peristiwa Geger Pecinan terjadi pada 1743.
Geger pecinan merupakan sebuah pemberontakan etnis Tionghoa di Batavia terhadap Belanda.

Saat Geger Pecinan terjadi, Kesultanan Mataram Islam sudah tidak lagi dipimpin oleh Amangkurat II, melainkan Pakubuwono II (anak dari Amangkurat IV).

Pada awalnya, Pakubowono II berpihak kepada kaum Tionghoa karena hubungannya dengan Belanda sedang tidak baik.
Namun setelah gagal menaklukkan Semarang pada awal tahun 1742, Pakubuwono II memutuskan untuk bersekutu kembali dengan Belanda, membuat etnis Tionghoa dan masyarakat Mataram merasa kecewa dan marah.

Mereka kemudian mengangkat Mas Garendi atau Sunan Kuning (cucu Amangkurat III) secara sepihak, sebagai Sultan Mataram menggantikan Pakubuwono II.

Mas Garendi yang bergelar Amangkurat V kemudian menyerbu Keraton Kartasura dan berhasil menguasainya pada 30 Juni 1742.
Pakubuwono II bersama dengan keluarganya terpaksa kabur ke Ponorogo.

Setelah Amangkurat V lengser dan pemberontakan mereda, Pakubuwono II kembali ke Kartasura pada November 1742.

Pemberontakan Amangkurat V menyebabkan istana dan Keraton Kartasura mengalami kerusakan, alhasil, Pakubuwono II memindahkan istananya ke desa Sala (Keraton Surakarta), dibangun pada 1744 dan mulai ditempati pada 1746.



kompas.com/stori/read/2023/05/31/080000279/sejarah-berdirinya-keraton-kartasura

Sabtu, 02 September 2023

Kesultanan Mataram Islam

Panembahan Senapati (Danang Sutawijaya) pada tahun 1584 mendeklarasikan terbentuknya Kesultanan Mataram Islam di Alas Mentaok.
Alas Mentaok saat ini dikenal dengan sebutan kota Yogyakarta.

Kesultanan Pajang ketika itu runtuh di tahun 1587.
Panembahan Senapati selaku pendiri dari Kesultanan Mataram Islam kemudian menobatkan dirinya sebagai Sultan pertama yang memiliki gelar Senapati Ing Alaga Sayidin Panatagama.

Panembahan Senapati wafat pada tahun 1601, dimakamkan di Kotagede Yogyakarta.

Setelah Panembaham Senapati wafat, kepemimpinan Kesultanan Mataram dilanjutkan oleh Raden Mas Jolang (Panembahan Hanyakrawati) yang bergelar "Susuhunan Hanyakrawati" yang merupakan ayah dari Sultan Agung.

Pusat pemerintahan Kesultanan Mataram saat itu adalah di Kutagede (Kotagede).

Lokasi tersebut dianugerahkan oleh Sultan Pajang untuk Ki Ageng Pemanahan bersama putranya Panembahan Senapati, sebagai bentuk jasa mereka dalam keikutsertaannya dalam pertempuran yang mengalahkan Adipati Jipang Panolan dan Arya Penangsang.

Panembahan Senapati mulai memperluas wilayah kekuasaan Mataram Islam secara lebih besar di sepanjang Bengawan Solo hingga ke Jawa bagian timur dan barat.

Dari Jipang, Madiun, Kediri, Ponorogo, Magetan hingga Pasuruan.
Di wilayah barat berhasil menaklukkan wilayah Cirebon dan Galuh pada tahun 1595.

Sultan Agung (Raden Mas Rangsang) memimpin pada tahun 1613- 1645.
Menetapkan penanggalan atau kalender Jawa sejak tahun 1633 dimana penghitungan tanggal tersebut merupakan kombinasi kalender Saka dan Hijriah.

Runtuhnya Kesultanan Mataram Islam dimulai ketika Sultan Agung kalah dalam sebuah misi yang bertujuan untuk merebut Batavia.
Saat itu Sultan Agung berjuang menaklukkan seluruh wilayah Jawa dari tangan Belanda.

Mataram Islam total memiliki lima keraton, setelah Kotagede, keraton selanjutnya berada di Kerto, Plered, Kartasura dan akhirnya sekarang berada di Surakarta.

Pusat Kesultanan pertama kali berpindah pada masa kepemimpinan Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Saat itu pusat Kesultanan Mataram Islam dipindahkan dari Kotagede ke Kerto yang berjarak sekitar delapan kilometer.

Pusat Kesultanan Mataram Islam kembali berpindah usai Sultan Agung wafat pada tahun 1645.
Pemindahannya dari Kerto ke Plered yang hanya berjarak sekitar dua kilometer.

Pemindahannya dilakukan pada masa pemerintahan anak Sultan Agung, Raden Mas Sayidin.
Bergelar Kanjeng Susuhunan Prabu Amangkurat Agung atau yang lebih dikenal sebagai Amangkurat I.

Keraton Plered sendiri boleh dikatakan lahir karena ego seorang anak yang tak mau tinggal di tempat kediaman ayahnya.
"Segenap rakyatku, buatlah batu bata! Saya akan pindah dari Karta, karena saya tidak mau tinggal di bekas (kediaman) ayahanda. Saya akan membangun kota di Plered."
Demikian sabda Amangkurat I tidak lama setelah naik takhta pada 1646.

1. Panembahan Senapati (Danang Sutawijaya)
2. Panembahan Hanyakrawati (Raden Mas Jolang)
3. Sultan Agung (Raden Mas Rangsang)
4. Amangkurat I (Raden Mas Sayidin)

1. Kotagede
2. Kerto
3. Plered
4. Kartasura
5. Surakarta



gramedia.com/literasi/sejarah-kerajaan-mataram-islam/

travel.kompas.com/read/2019/01/10/100600027/situs-kerto-keraton-kedua-mataram-islam-yang-seakan-menghilang?

kompasiana.com/amp/er-ha/55178171813311cc669de88a/pleret-ibukota-kerajaan-mataram