Rabu, 09 Juli 2025

Museum Gunungapi Merapi

Museum Gunungapi Merapi mulai dibangun pada tahun 2005 atas kerjasama antara kementrian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral). Pemerintah Provinsi DIY dan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Museum Gunungapi Merapi diresmikan pada tanggal 1 Oktober 2009 oleh menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro.

Pada tanggal 1 Januari 2010 Museum Gunungapi Merapi resmi dibuka untuk umum.

Pengelolaan Museum Gunungapi Merapi berada dibawah Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman.

Museum Gunungapi Merapi memiliki luas area 3,5 hektar dan luas bangunan 4.470 m2.

Museum Gunungapi Merapi beralamat di Dusun Banteng, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.


 1. Tiket Masuk Museum



2. Papan informasi tentang Museum Gunungapi Merapi



3. Geopark Jogja



4. Gedung Museum Gunungapi Merapi



5. Denah Museum Gunungapi Merapi



6. Maket Gunungapi Merapi



7. Erupsi Gunung Merapi 2010



8. Erupsi Gunung Merapi 2010



9. Erupsi Gunung Merapi 2010



10.



11.



12.



13. Bom Vulkanik Gunung Galunggung



14. Evolusi Bumi



15. Foto Mikroskopik Sayatan Tipis Batuan



16.



17. Peringatan Dini Tradisional (Early Warning)



18. Peringatan Dini Instrumental


.

19.



20.



21. Pemantauan Gunungapi Merapi



__


1. Sumber Daya Gunungapi. Dekorasi Kehidupan



2. Morfologi Kubah Lava Puncak Gunung Merapi



3. Cara Penyelamatan Diri dari Ancaman Bahaya Gunungapi



4. Peta Kawasan Gempa Bumi Merusak Yogyakarta dan Jawa Tengah (Earthquake Hazard Zone)



5. Pengaruh Letusan Gunungapi Terhadap Perubahan Iklim (Climate Change due to Volcanic Eruption)



6.



7.



8. Labuhan Merapi



Mitos Merapi 'Nyai Gadung Melati'

Diantara sekian banyak tokoh mahluk halus yang dipercaya menempati Kraton Gunung Merapi ada satu tokoh yang paling terkenal dan dicintai oleh penduduk daerahnya, bernama 'Nyai Gadung Melati' yang tinggal di Gunung Wutoh. Dia berperan sebagai pemimpin pasukan makhluk halus Merapi dan pelindung lingkungan di daerahnya, termasuk memelihara kehijauan tanaman dan kehidupan hewan

Nyai Gadung melati juga sering muncul di mimpi- mimpi penduduk sekitar kaki Gunung Merapi sebagai pertanda Merapi akan meletus, dalam mimpi penduduk Nyai Gadung melati disebutkan berparas cantik dan berpakaian warna hijau daun melati.

Situs Petilasan Syekh Jumadil Kubro dan Bunker Kaliadem

 Situs Petilasan Syekh Jumadil Kubro

1.


2.Norma dan Tata Tertib Berziarah


3. Peringatan dan Larangan Peziarah



4.



5.


6.


7.


8. Silsilah


9.


10.



Bunker Kaliadem

1.



2.



3.



4.



5.

Senin, 07 Juli 2025

KITLV

Koninklijk Instituut voor de Taal-, Land- en Volkenkunde atau Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Carribean Studies, Lembaga Studi Asia Tenggara dan Karibia Kerajaan Belanda.

Hampir semua buku tentang Indonesia ada di sana, seperti tentang sejarah, arkeologi, bahasa dan sastra. Buku- buku itu ditulis dalam berbagai bahasa.

KITLV tidak hanya mengumpulkan buku, tapi juga melakukan penelitian dan menerbitkan buku dan majalah mengenai hasil penelitian itu. Salah satu publikasi KITLV itu berupa jurnal ilmiah yang disebut Bijdragen Tot deTaal-, Land- en Volkenkunde, populer disebut BKI.

KITLV adalah penyelamat buku- buku tua san tulisan- tulisan lain tentang Indonesia. Sumber- sumber itu disimpan dalam bentuk mikrofilm atau mikrofiche dan digitalisasi.

Untuk mengakses bahan- bahan yang sudah didigitalisasi, orang tidak perlu lagi datang mengunjungi perpustakaan. Sejak lama keberadaan internet sangat membantu pencarian akses karya- karya ilmiah di KITLV. Tentu saja syarat utama harus menjadi anggota KITLV.

KITLV berdiri pada 4 Juni 1851. Kota kelahiran KITLV adalah Delft. Pada awalnya tujuan pendirian KITLV adalah memajukan ilmu bahasa, budaya dan sejarah Hindia Belanda dalam arti yang seluas- luasnya.

Pada 1865 anggaran dasar KITLV diubah, sehingga bidang yang ditangani KITLV diperluas sampai meliputi semua daerah jajahan Kerajaan Belanda. Tiga tahun kemudian (1868) KITLV berpindah dari Delft ke Den Haag.

Pada 1966 KITLV pindah ke Leiden, menempati salah satu ruangan di Universitas Leiden. Pada awal pendiriannya (1851), jumlah anggota KITLV hanya 100.

Di Indonesia sendiri jumlah anggota KITLV merupakan mayoritas. Kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai arkeolog, sejarawan, antropolog, politikus, wartawan, ahli bahasa, sosiolog, dsb.

KITLV atau Lembaga Bahasa, Budaya dan Sejarah, membuka perwakilan di Indonesia pada 1969 dan berkedudukan di Jakarta. Dalam beraktivitas, KITLV bekerja sama dengan LIPI (Lembaga İlmu Pengetahuan Indonesia).

KITLV sering bekerja sama dengan beberapa penerbit swasta. Buku yang pernah diterbitkan antara lain Belanda di Irian Jaya (bekerja sama dengan Penerbit Garba Budaya, 2001), Kenang- kenangan Pangrehpraja Belanda 1920- 1942. (Penerbit Djambatan, 2002) dan Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764- 1962 (Pustaka Sinar Harapan, 2004).

Sejak 2014, KITLV tidak mengeluarkan majalah BKI versi cetak. Namun KITLV tetap memiliki kantor perwakilan di gedung erasmus huis Jakarta. Sekarang untuk mempermudah masyarakat, KITLV bisa diakses secara daring. Bukan hanya publikasi, foto- foto dan peta- peta lama Indonesia ada di sana.


kompasiana.com/ djuliantosusantio/ kitlv-di-belanda-memiliki-banyak-koleksi-buku-dan-foto-tentang-indonesia

Kamis, 03 Juli 2025

Gunung Merbabu

Jika memandang dari puncak Sarip yang berketinggian 3119 mdpl akan terlihat beberapa puncak, yakni, Kenteng songo, Watu tulis dan Gunung Kukusan.

Watu Gubung, sebuah batu besar yg berlobang yg konon adalah pusatnya makhluk gaib di Gunung Merbabu.
Bagi para pendaki batu tersebut sering digunakan sbg tempat perlindungan "shelter" pd saat cuaca buruk.

Puncak Kenteng Songo, dimana ditempat tersebut terdapat 9 Batu Kenteng. Batu Kenteng adalah batu berbentuk bulat yg tengahnya terdapat lobang dan mirip Lumpang "tempat menumbuk padi".

Puncak Sarip. Nama puncak yg diabadikan utk mengenang seorang pelarian yg bernama Sarip pd masa kolonial dan bersembunyi di puncak Timur Gunung Merbabu.

Memiliki 4 jalur pendakian resmi.
-Jalur utara melewati Desa Thekelan dan Cuntel.
-Jalur barat lewat Desa Wekas.
- Jalur selatan lewat Desa Selo.

Bagi yg baru pertama mendaki disarankan lewat jalur Wekas atau Cuntel, karena jalur dengan jalan setapak yang jelas, tidak terlalu menanjak dan terdapat beberapa sumber mata air disepanjang jalur pendakian.

Bagi yang sudah terbiasa, bisa melewati jalur Thekelan, dengan rute yang sedikit memutar, namun akan terpuaskan dengan suguhan pemandangan bentang alam yang luar biasa indahnya.

Dari jalur Thekelan akan ditemukan Pereng putih, sebuah Tebing dengan batuan andhesit yang ditumbuhi lumut kerak "Lichenes" berwarna putih yang akan mengeluarkan gema saat anda berteriak kencang.

Di pos 3 jalur Thekelan akan ditemukan maskot gunung merbabu yakni watu gubug yang disakralkan penduduk setempat.

Jalur Selo yang terletak di sisi selatan Merbabu, jalur yang cukup panjang dan selalu berhadapan dengan punggungan terbuka dengan padang rumput yang luas. Dimanjakan dengan pemandangan yang menakjubkan dengan padang rumput dan grombolan tumbuhan edelweis dan cantigi.

Keuntungan jalur Selo adalah akses langsung menuju puncak tertinggi, sedangkan 3 jalur yang lain harus melewati beberapa puncak untuk sampai puncak 3142 mdpl.

Jalur cuntel, wekas dan thekelan akan bertemu pada satu titik yakni pada gunung watu tulis. Di tempat ini terdapat sebuah menara dan antena relay milik TNI dan biasa pendaki menyebut dengan pemancar.

Watu tulis adalah puncak pertama yang bisa dijejaki, berjalan selanjutnya menuju ke selatan dan akan dijumpai kawah dengan kepulan asap berbau belerang. Disini juga akan ditemukan sumber mata air, namun harus jeli membedakan air tawar dengan air yang sudah bercampur belerang.

Disisi kanan kawah terdapat sebuah bukit kecil yang dinamakan gunung kukusan, karena bentuknya kerucut mirip alat pengukus tradisional.

Dari kawah untuk menuju puncak, pendaki akan dihadapkan pada sebuah jalur yang terjal yang dinamakan "Sri Gremet". Gremet diambil dari bahasa jawa yang artinya pelan, jadi perjalanan di jalur ini harus merayap dan ekstra hati- hati sebab sisi kanan- kiri adalah jurang.

Setelah menyelesaikan sri gremet akan melewati jalur "Geger Sapi" atau punggung sapi, yakni sebuah jalur sempit yang sisi kanan dan kiri adalah jurang. Analogi punggung sapi hingga punuk sapi untuk menggambarkan jalur tersebut.

Jembatan setan adalah jalur selanjutnya dan entah darimana nama tersebut diambil. Jalur yang terjal dan sedikit melelahkan namun akan terbayar usai diselesaikan, sebab langsung dihadapkan pada 2 pilihan. Pilihan pertama adalah mendaki puncak Sarip dengan waktu tempuh sekitar 10 menit atau 40 menit menuju puncak Kenteng songo.

Jalur kenteng songo sedikit landai. Pendakian terberat sebelum puncak adalah jalur Ondo rantai, jadi sebuah jalur terjal yang berundak- undak mirip tangga. Acapkali pendaki dipaksa untuk merayap bahkan memanjat dengan berpegangan pada perakaran Cantigi yang kokoh.

Di puncak kenteng songo akan ditemukan beberapa batu yang berbentuk bulat dan berlubang, namun saat ini kondisinya rusak oleh orang- orang yang tidak bertanggung jawab.

Jalan ke sisi barat sekitar 5 menit untuk sampai di puncak Trianggulasi pada ketinggian 3142 mdpl. Dari puncak inilah akan bertemu dengan jalur selo.

Di sisi barat menjulang 2 gunung kembar, Sindoro dan Sumbing.
Sisi utara terdapat 3 gunung, Ungaran, Andong dan Telomoyo.
Sisi timur nampak samar Gunung Lawu.
Dan sisi selatan Gunung Merapi dengan asap solfatara selalu mendampingi.


kompasiana.com/ eksotisme-merbabu-di-balik-sisi-historis-dan-mistis