Jumat, 16 Agustus 2024

Perang Salib bag 1

1096 - 1102 > Perang Salib Pertama
1099 15 Juli > Yerusalem jatuh ke tangan Tentara Salib.

1147 - 1149 > Perang Salib Kedua
1172 10 September > Saladin menghancurkan Khalifah Fatimiyah dan mengembalikan Mesir kepada Islam Sunni.

1187 2 Oktober > Saladin merebut kembali Yerusalem.

1189 - 1192 > Perang Salib ketiga
1202 - 1204 > Perang Salib keempat
1217 - 1229 > Perang Salib kelima

1258 19 Februari > Mongol menyerbu Baghdad dan menghancurkan khalifah 'Abbasiyah.

1260 3 September > Pertempuran 'Ayn Jalut- Mamluk mengalahkan pasukan Mongol yang telah kepayahan.
23 Oktober > Baybars menjadi Sultan Mesir.

_

* Dinasti Fatimiyah (Mesir dan Suriah)

* Dinasti Saljuk.
Saljuk Agung 1040- 1194 M (Irak dan Persia).
1040 M - Tughril
1063 M - Alp Arslan

Saljuk di Suriah

* Dinasti Zengi (Jazirah dan Suriah)
1127 M - Zengi
1146 M - Nuruddin

* Dinasti Ayyubiyah (Mesir, Suriah, Diyarbakr, Yaman)
Ayyubiyah di Mesir
1169 M - al- Malik al- Nashir I Shalahuddin (Saladin)

Ayyubiyah di Damaskus

* Dinasti Mamluk 1250- 1517 M (Mesir dan Suriah)
1250 M - Syajarat al- Durr

_

Perang Salib, demikian menurut sudut pandang Barat, merupakan serangkaian operasi militer- paling sedikit terdiri atas delapan babak- yang didoronh oleh keinginan kaum Kristen Eropa untuk menjadikan tempat- tempat suci umat Kristen dan terutama Yerusalem masuk ke dalam wilayah perlindungan mereka.

Bagi pihak Barat, Perang Salib dimulai tahun 1095, ketika Paus Urbanus II menyerukan maklumat perang sucinya yang terkenal, sampai abad kelima belas dan bahkan abad selanjutnya, meskipun banyak yang berpendapat bahwa penaklukan Acre pada 1291 merupakan akhir usaha keras Tentara Salib melawan negara- negara Islam di sepanjang kawasan Mediterania timur.

Tidak diragukan lagi bahwa tulisan kaum muslim belakangan ini telah mengabaikan peranan bangsa Turki dalam periode Perang Salib.

Penelitian tentang respons kaum muslim atas kedatangan Perang Salib harus dilakukan di dalam konteks yang lebih luas mengenai peran yang dimainkan oleh dunia Islam timur secara umum dan khususnya memperhitungkan peran kemiliteran dan ideologis bangsa Turki yang baru mengalami proses islamisasi dan bentangan warisan kekaisaran Saljuk di Suriah dan Palestina.

Meskipun di dalam pandangan kaum muslim Arab saat ini tidak diragukan lagi bahwa hampir semua para pejuang besar jihad yang akhirnya mengalahkan Tentara Salib- Zengi, Nur al-Din dan Baybars- berasal dari Turki, pengakuan ini belum diberikan secara memadai, barangkali karena kekuasaan pemerintahan Turki Ustmani selama berabad- abad yang menyusul berakhirnya Perang Salib.

Secara umum, bangsa Arab di kawasan Mediterania Timur memandang periode ini secara menjijikkan dan barangkali inilah penyebabnya kalau saat ini mereka mengabaikan prestasi bangsa Turki dalam konteks Abad Pertengahan.

Laporan kaum muslim mengenai masalah Perang Salib sama sekali tidak mudah dianalisis- konsep "Perang Salib" merupakan konsep Barat.

Konsep itu tidak memiliki gema khusus di telinga umat Islam.
Para sejarawan muslim sendiri tidak menaruh perhatian terhadap hal tersebut.
Bagi mereka, Perang Salib semata- mata adalah perang melawan musuh- dalam hal ini kaum Frank, untuk dibedakan dengan misalnya Fatimiyah.


Carole Hillenbrand, 1999, The Crusade; Islamic Perspectives, Edinburg: terbitan Edinburg University Press.
Serambi Ilmu Semesta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar