Jumat, 16 Agustus 2024

Perang Salib bag 1

1096 - 1102 > Perang Salib Pertama
1099 15 Juli > Yerusalem jatuh ke tangan Tentara Salib.

1147 - 1149 > Perang Salib Kedua
1172 10 September > Saladin menghancurkan Khalifah Fatimiyah dan mengembalikan Mesir kepada Islam Sunni.

1187 2 Oktober > Saladin merebut kembali Yerusalem.

1189 - 1192 > Perang Salib ketiga
1202 - 1204 > Perang Salib keempat
1217 - 1229 > Perang Salib kelima

1258 19 Februari > Mongol menyerbu Baghdad dan menghancurkan khalifah 'Abbasiyah.

1260 3 September > Pertempuran 'Ayn Jalut- Mamluk mengalahkan pasukan Mongol yang telah kepayahan.
23 Oktober > Baybars menjadi Sultan Mesir.

_

* Dinasti Fatimiyah (Mesir dan Suriah)

* Dinasti Saljuk.
Saljuk Agung 1040- 1194 M (Irak dan Persia).
1040 M - Tughril
1063 M - Alp Arslan

Saljuk di Suriah

* Dinasti Zengi (Jazirah dan Suriah)
1127 M - Zengi
1146 M - Nuruddin

* Dinasti Ayyubiyah (Mesir, Suriah, Diyarbakr, Yaman)
Ayyubiyah di Mesir
1169 M - al- Malik al- Nashir I Shalahuddin (Saladin)

Ayyubiyah di Damaskus

* Dinasti Mamluk 1250- 1517 M (Mesir dan Suriah)
1250 M - Syajarat al- Durr

_

Perang Salib, demikian menurut sudut pandang Barat, merupakan serangkaian operasi militer- paling sedikit terdiri atas delapan babak- yang didoronh oleh keinginan kaum Kristen Eropa untuk menjadikan tempat- tempat suci umat Kristen dan terutama Yerusalem masuk ke dalam wilayah perlindungan mereka.

Bagi pihak Barat, Perang Salib dimulai tahun 1095, ketika Paus Urbanus II menyerukan maklumat perang sucinya yang terkenal, sampai abad kelima belas dan bahkan abad selanjutnya, meskipun banyak yang berpendapat bahwa penaklukan Acre pada 1291 merupakan akhir usaha keras Tentara Salib melawan negara- negara Islam di sepanjang kawasan Mediterania timur.

Tidak diragukan lagi bahwa tulisan kaum muslim belakangan ini telah mengabaikan peranan bangsa Turki dalam periode Perang Salib.

Penelitian tentang respons kaum muslim atas kedatangan Perang Salib harus dilakukan di dalam konteks yang lebih luas mengenai peran yang dimainkan oleh dunia Islam timur secara umum dan khususnya memperhitungkan peran kemiliteran dan ideologis bangsa Turki yang baru mengalami proses islamisasi dan bentangan warisan kekaisaran Saljuk di Suriah dan Palestina.

Meskipun di dalam pandangan kaum muslim Arab saat ini tidak diragukan lagi bahwa hampir semua para pejuang besar jihad yang akhirnya mengalahkan Tentara Salib- Zengi, Nur al-Din dan Baybars- berasal dari Turki, pengakuan ini belum diberikan secara memadai, barangkali karena kekuasaan pemerintahan Turki Ustmani selama berabad- abad yang menyusul berakhirnya Perang Salib.

Secara umum, bangsa Arab di kawasan Mediterania Timur memandang periode ini secara menjijikkan dan barangkali inilah penyebabnya kalau saat ini mereka mengabaikan prestasi bangsa Turki dalam konteks Abad Pertengahan.

Laporan kaum muslim mengenai masalah Perang Salib sama sekali tidak mudah dianalisis- konsep "Perang Salib" merupakan konsep Barat.

Konsep itu tidak memiliki gema khusus di telinga umat Islam.
Para sejarawan muslim sendiri tidak menaruh perhatian terhadap hal tersebut.
Bagi mereka, Perang Salib semata- mata adalah perang melawan musuh- dalam hal ini kaum Frank, untuk dibedakan dengan misalnya Fatimiyah.


Carole Hillenbrand, 1999, The Crusade; Islamic Perspectives, Edinburg: terbitan Edinburg University Press.
Serambi Ilmu Semesta

Sabtu, 10 Agustus 2024

Constantinople

●330 M - Kaisar Konstantin I the Great menjadikan kota CONSTANTINOPLE sebagai ibukota kedua ROMANS, kota Roma mengalami kemunduran.
Istilah BYZANTIUM baru muncul pada abad ke- 19; orang BYZANTINE selalu menyebut dirinya ROMANS.

●360 M - Hağia Sophia pertama dibangun pada masa Constantius II
●395 M - ROMANS terpecah antara (ROME) dan Timur (BYZANTINE)

●476 M - Romawi Barat ambruk
●524 M - Kaisar Justinian menempatkan BYZANTINE pada puncak kejayaannya.

●670- 77 - Pengepungan Konstantinopel pertama, dipimpin oleh Yazid b Mu'awiyah, era Khalifah Mu'awiyah (w.680)

_

●1054 - Perpisahan gereja antara Eastern Orthodox dan Western Catholic
● Populasi Konstantinopel sekitar 500 ribu penduduk

●1203- 04 - Konstantinopel dikepung dan direbut pasukan salib IV
●1394- 1402 - Pengepungan Konstantinopel oleh Sultan Bayezid I

●1453 - Konstantinopel (50 ribu penduduk) dibebaskan oleh Sultan Mehmed II, Hağia Sophia menjadi Masjid Ayasofya.
Tursun beğ sejarawan yang mendampingi Sultan Mehmed II selama pengepungan Konstantinopel.

●1454 6 Januari - Mehmed mengangkat George Scholarious menjadi Patriark Gennadius II

_

●1909 - Revolusi Turki Muda atas Sultan Abdulhamid II, İstanbul jatuh ke tangan Harekat Ordusu; er Turki Muda.
●1918 - Kalah Perang Dunia Pertama, İstanbul diduduki oleh Inggris, France dan Italy sebagai konsekuensi Penyerahan Moudros.

●1923 - Sekutu mundur dari İstanbul, Mustafa Kemal menjadi presiden pertama Republik Turki sesuai Perjanjian Lausanne (Swiss), 24 Juli 1923
●1924 - Kekhilafahan Turki Utsmani dibubarkan oleh Mustafa Kemal (TBMM)

●1935 - Masjid Ayasofya dipaksa menjadi museum
●2020 - Recep Tayip Erdoğan mengembalikan sebagai masjid (24 Juli)


Kajian Ustadz Agung Waspodo, MPP
Masjid Raya Bintaro Jaya

Kamis, 25 Juli 2024

Belanda Datang ke Indonesia

Cornelis de Houtman bersama rombongan tiba di perairan Banten pada 27 Juni 1596.

Datang ke Indonesia dengan tujuan melakukan ekspedisi dagang Belanda ke Hindia Timur.

Misi dagang yang dibawa menjadi cikal bakal VOC di Indonesia.

Tewas dalam perlawanan dengan Laksamana Malahayati dari Aceh.
_

VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) didirikan pada 20 Maret 1602.

Perusahaan dagang yang didirikan untuk memonopoli aktivitas perdagangan di jalur lintas Asia.

Memiliki keistimewaan khusus (octrooi), misalnya, VOC dapat memiliki tentara, mata uangnya sendiri.

Pemangku tertinggi berada dalam kuasa seorang Gubernur Jenderal VOC, yang berkedudukan di Batavia.

Pendiri VOC bernama Pieter Both.

Pada tanggal 31 Desember 1799, banyaknya pejabat VOC yang terlibat korupsi menyebabkan beban utang VOC bertambah, sehingga VOC sendiri bangkrut.
Gubernur Jenderal VOC (Van Overstraten) menyatakan VOC dibubarkan.
_

Perlawanan terhadap VOC:
1. Sultan Agung Hanyakrakusuma
1628 dan 1629
Kesultanan Mataram.
2. Sultan Ageng Tirtayasa (1656)
Kesultanan Banten.
3. Untung Suropati (1660- 1706)

4. Mangkunegara I (1742, 1749)
Raden Mas Said (Pangeran Sambernyawa) merupakan putra dari Pangeran Arya Mangkunegara Kartasura.

5. Sri Sultan Hamengkubuwana I
(Pangeran Mangkubumi) 1749.

6. Sultan Hasanuddin
1660,1666,1668
_

Tiga negara yang pernah menjajah Belanda, yakni Spain, France, Germany.

Belanda dijajah saat tengah menjajah negara lain.
Hal ini terjadi pada abad ke- 16 yang saat itu di bawah pemerintahan klan Hapsburg.

Klan Hapsburg digulingkan oleh pemerintah kolonial Spain.
Satu abad berlalu, eksistensi Spain di negara Kincir Angin ini dikalahkan oleh tentara France yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte.
Louis Napoleon selaku adik kandung Napoleon diangkat menjadi Raja Belanda.

Louis Napoleon menjadi sosok yang mengutus Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jendral di Hindia Belanda (Indonesia).
Tak lama memimpin, rakyat Belanda melakukan pemberontakan hingga memaksa Raja Louis Napoleon mengaku kalah.
Tepat pada 1813 Belanda merebut kemerdekaannya atas France dan berhasil mendirikan kerajaan pada 1815.

Satu abad kemudian, Germany datang tepatnya pada 1940 dan memborbardir Rotterdam hingga luluh lantak.
Lantaran tak siap berperang, tentara Belanda akhirnya kalah.

Belanda yang kelimpungan kala dikuasai Germany, yang saat itu di bawah kepemimpinan Hitler, semakin dibuat panik dengan banyaknya tuntutan kemerdekaan dari negeri- negeri jajahannya.
_

Kapal yang membawa Herman Willem Daendels berlabuh di Anyer pada awal Januari 1808.

Pada 29 Januari 1807, Raja Belanda Louis Napoleon mengangkatnya sebagai Gubernur Jenderal Hindia Timur.

Herman W. D dikenal sebagai loyalis France.
Saat itu, Belanda sedang berada di bawah kekuasaan France. Sejak 1795, negeri kincir angin berhasil ditaklukkan Napoleon.
Penguasaan tidak hanya sebatas Belanda, tapi juga beserta seluruh koloninya.

Daendels merasa dirinya sebagai anak kandung Revolusi France. Liberte, egalite, fraternite- tiga semboyan Revolusi France- begitu memesonanya.
Napoleon, orang yang dianggap menyebarkan spirit revolusi itu ke seluruh dunia, adalah sosok yang amat dikagumi Daendels.

Daendels meninggal pada 2 Mei 1818.
Masa kekuasaannya berlangsung selama tiga tahun (1808- 1811)
_

Inggris ketika berada di bawah pimpinan Thomas Stamford Raffles merebut semua kekuasaan Belanda di Indonesia dengan terjadinya Perjanjian Tuntang.

Perjanjian dilakukan pada tanggal 18 September 1811.
Yang salah satu isinya, Belanda menyerahkan kekuasaan atas Indonesia pada Inggris.

Pertempuran melawan penjajahan Belanda.

1. Perang Saparua (Maluku)
Pattimura memimpin perlawanan rakyat Ambon melawan Belanda.
Penyerbuan ke Benteng Duurstede pada Mei 1817 menandai keteguhan hati Pattimura, yang dibantu oleh Anthony Rhebok, Christina Martha Tiahahu, Philip Latumahina dan Kapitan Said Printah.

2. Perang Paderi (Sumatra Barat)
Dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol
Terjadi di kawasan Kerajaan Pagaruyung dan sekitarnya, tahun 1803- 1838.
Awalnya berupa perang saudara, yang kemudian menjadi perang melawan Belanda.

3. Perang Diponegoro
Perang Diponegoro atau dikenal juga dengan Perang Jawa ini berlangsung selama 5 tahun (1825- 1830).

4. Perang Aceh
Rakyat Aceh, dipimpin oleh Teuku Umar dan istrinya Cut Nyak Dien, melawan penjajahan Belanda.
Latar belakangnya karena keinginan Belanda untuk menguasai Kesultanan Aceh.

Terjadi selama 31 tahun (1873- 8 Februari 1904).

Walaupun Belanda sudah mengumumkan Perang Aceh berakhir tahun 1904 tetapi perlawanan sporadis rakyat Aceh masih berlangsung hingga tahun 1930 an.

5. Perang Batak (Tapanuli, Sumatera Utara)
Perlawanan ini dipimpin oleh Sisingamangaraja XII.

Salah satu latar belakangnya adalah penyebaran agama kristen di wilayah Tapanuli.
Raja Sisingamangaraja menolak karena masyarakat setempat saat itu masih teguh dengan agama asli Batak (Parmalim).

Raja Sisingamangaraja XII mengumumkan perang pada 16 Februari 1878.

6. Perang Banjar
Perlawanan dilancarkan oleh Prabu Anom dan Pangeran Hidayat.

Tahun 1859, Pangeran Antasari memimpin perlawanan setelah Prabu Anom ditangkap oleh Belanda.
Perang ini berhasil dipadamkan sepenuhnya pada tahun 1905.

7. Perang Puputan Jagaraga
Belanda menyerang Kerajaan Buleleng pada tahun 1846.
Ketika seluruh kerajaan di Bali jatuh ke tangan Belanda, rakyat Bali melakukan perang habis- habisan hingga mati yang dikenal sebagai perang Puputan Jagaraga.
_

1907- 1949 > Penjajahan Belanda atas Indonesia.
Setelah menaklukkan seluruh kerajaan- kerajaan di Indonesia.
Diselingi Japan (1942), saat itu pemerintah Belanda tidak menyatakan menyerah kepada Japan.

Kedaulatan Indonesia diakui oleh Belanda pada 27 Desember 1949 di Istana, Dam, Amsterdam.
Dalam penyerahan kedaulatan ini dilakukan penandatanganan 3 dokumen yang telah disepakati pada 1 November 1949.

Dengan penandatanganan tersebut, maka secara resmi Indonesia telah diakui oleh Belanda sebagai negara merdeka dan berdaulat penuh.

Rabu, 15 Mei 2024

Periode Tiga Kerajaan Tiongkok (Samkok)

Zaman Tiga Negara

Menjelang akhir abad ke-2, kekuatan Dinasti Han Kekaisaran Tiongkok makin menurun.
Pada tahun 220, kaisar Han terakhir disingkirkan.

Di lingkungan Dinasti Han ada beberapa orang berkuasa yang juga disebut panglima perang atau pemimpin militer.
Mereka adalah Cao cao (Cao Mengde) sebagai ahli strategi, Liu Bei sebagai keturunan pewaris Dinasti Han dan Sun Quan sebagai pejabat berkuasa.

Kekaisaran Tiongkok terbagi menjadi tiga kerajaan penerus: Shu Han, Wei dan Wu.

"Periode yang berlangsung dari 222 hingga 265 Masehi menjadi masa yang paling menarik dalam sejarah Tiongkok," tulis Gloria Lotha di laman Britannica.

Subjek favorit fiksi sejarah yang paling terkenal adalah novel Sanguozhi Yanyi (Romance of the Three Kingdoms).

Liu Bei, anggota keluarga kekaisaran Liu, mendirikan sebuah kerajaan bernama Shu Han.
Shu merupakan istilah kuno untuk wilayah Sichuan dan Han menyiratkan ini sebagai kelanjutan dari Dinasti Han.

Di Tiongkok utara, seorang pria bernama Cao Pei mendirikan sebuah kerajaan bernama Wei.
Cao Pei adalah anak laki- laki Cao- cao, anak angkat seorang kasim.

Cao- cao adalah salah satu dari banyak orang yang memperebutkan kekuasaan di bawah dekade terakhir Han.
Ia merebut banyak wilayah besar di Tiongkok utara di bawah kendalinya.
Kematiannya pada tahun 220 memungkinkan putranya Cao Pei mendirikan Kerajaan Wei.

Di Tiongkok tenggara, negara bagian ketiga dibentuk, diperintah oleh seorang pria bernama Sun Wu.
Kerajaan itu sendiri juga disebut Wu, nama sejarah kuno tradisional untuk bagian Tiongkok itu.

Laman China Education Center menulis bahwa periode Tiga Kerajaan Tiongkok ada pada masa 220- 280 Masehi atau sekitar 60 tahun.

Yang membuat periode Tiga Kerajaan begitu mempesona adalah bahwa periode itu menjadi zaman kepahlawanan dan romansa yang hebat.
Para pahlawan periode ini bukanlah cendekiawan, pejabat politik atau kaisar.
Mereka adalah orang- orang militer yang terkenal kecerdasannya, alih- alih kekuatan yang menghancurkan.

Di masa ini, memenangkan pertarungan dengan tidak berperang dianggap sebagai pencapaian luar biasa seorang pahlawan.

Wei menaklukkan Shu- han pada 263/ 264, tetapi dua tahun kemudian Sima Yan, salah satu jenderal Wei merebut takhta.
Ia memproklamirkan Dinasti Jin.
Pada tahun 280 Dinasti Jin menaklukkan Wu dan menyatukan kembali kerajaan tersebut.
Namun dinasti tersebut segera runtuh dan kerajaan tersebut hancur menjadi kekacauan.

Video game Playstation Dynasty Warriors mengangkat kisah dari Periode Tiga Kerajaan


Dinasti Han
Periode Tiga Kerajaan (220 - 280 M)
Dinasti Jin


nationalgeographic.grid.id/amp/133734666/kisah-adu-taktik-dari-periode-tiga-kerajaan-di-kekaisaran-tiongkok

idntimes.com/science/discovery/dahli-anggara/sejarah-kerajaan-tiongkok-kuno

Minggu, 05 Mei 2024

Dinasti Qing

Dikenal juga dengan Dinasti Manchu atau Pinyin Manzu, merupakan dinasti terakhir kekaisaran Tiongkok.

Berlangsung dari tahun 1644 hingga 1911/ 1912

Mendekati akhir kekuasaan Dinasti Ming, seluruh penjuru China mengalami pemberontakan.
Sejak 1616 Pasukan Manchuria turut melawan tentara Ming serta berhasil menduduki berbagai kota di perbatasan utara China.

Mengutip Britannica, Dinasti Qing didirikan pada 1636 oleh Manchu untuk menunjuk rezim mereka di Manchuria, yang sekarang adalah wilayah timur laut China.

Pada 1636 dilaksanakan deklarasi berdirinya Dinasti Qing oleh Huang Taiji, yaitu keturunan Wangsa Aisin- Gioro

Pada tahun 1644, kaisar Ming terakhir, Chongzhen, memilih bunuh diri setelah jatuhnya Beijing ke tangan pemimpin pemberontakan, Li Zicheng

Pada 1644, ibukota China di Beijing direbut oleh pemimpin pemberontak Li Zicheng, karena putus asa pejabat Dinasti Ming meminta bantuan Manchu.

Namun, orang Manchu malah memanfaatkan kesempatan itu untuk merebut ibukota dan mendirikan dinasti mereka sendiri di Tiongkok.
Dengan mengadopsi bentuk pemerintahan Ming dan terus memperkerjakan pejabat Ming.

Setelah Dinasti Qing mulai berkuasa serta mendeklarasikan diri sebagai pengganti dari Dinasti Ming, Kaisar Shungzhi pun dipilih menjadi Kaisar China pertama yang berasal dari suku Manchu.

Setelah menduduki kekuasaan, Dinasti Qing menerapkan berbagai kebijakan yang mendiskriminasikan kaum Han.
Misalnya, memaksa orang- orang Han memotong rambut dan memakai model pakaian seperti bangsa Manchu.

Di bawah kaisar Kangxi (1661- 1722), Manchu memaksa Rusia meninggalkan benteng pertahanan mereka di Albazin, yang terletak di sepanjang perbatasan Manchuria di Sungai Amur.

Dinasti Qing berhasil menguasai semua daratan China di bawah kekaisaran Kangxi setelah memberantas keturunan Dinasti Ming.

Dari perjanjian dengan Rusia yang dilakukan pada 1689, Kaisar Kangxi berhasil menjadikan wilayah Siberia di bawah China.
Dinasti Qing meraih masa kejayaan di bawah pemerintahan Kaisar Kangxi, Yongzheng (1723- 1735) dan Qianlong (1735- 1796).

Muncul pemberontakan Taiping (1850- 64) dan Nian (1853- 68) di selatan dan utara.
Kemudian upaya modernisasi dan westernisasi mendapat tentangan dari pejabat konservatif terutama melalui upaya janda permaisuri Cixi.

Perang Candu pertama (1839- 1842),
Perang Inggris- Prancis (1856- 58),
Perang Tiongkok- Jepang (1894- 95),
Pemberontakan Boxer (1900),
Semuanya menghasilkan kekalahan bagj Tionghoa dan pemberian konsesi kepada kekuatan asing.

Mengutip History, Dinasti Qing jatuh pada tahun 1911, digulingkan oleh revolusi yang terjadi sejak tahun 1894 ketika revolusioner berpendidikan barat Sun Yat Sen alias Sun Zhongshan membentuk Revive China Society di Hawaii, kemudian Hongkong.

Pada 1905, Sun menyatukan berbagai faksi revolusioner menjadi satu partai dengan bantuan Jepang dan menulis manifesto, Tiga Prinsip Rakyat.

Pada 1911, Partai Nasionalis Tiongkok mengadakan pemberontakan di Wuchang, dibantu oleh tentara Qing dan 15 provinsi mendeklarasikan kemerdekaan mereka dari kekaisaran.

Kaisar Xuantog turun tahta pada 1912, dengan Sun membuat konstitusi sementara untuk negara baru, Republik Tiongkok, yang mengantarkan kerusuhan politik selama bertahun- tahun yang berpusat di sekitar Yuan.

Pu Yi atau dipanggil Henry Puyi ataupun Puyi, dikenal sebagai Kaisar Xuantog merupakan kaisar terakhir China (1908- 1912).


Dinasti Song (960- 1279)
Dinasti Yuan Mongol (1271- 1368)
Dinasti Ming (1368- 1644)
Dinasti Qing/ Manchu (1644- 1911)


dunia.tempo.co/amp/1674689/kilas-sejarah-dinasti-qing-kekaisaran-terakhir-di-tiongkok

m.kumparan.com/amp/sejarah-dan-sosial/kisah-dinasti-qing-di-tiongkok-beserta-masa-jayanya

Sabtu, 04 Mei 2024

Dinasti Ming

Berlangsung tahun 1368- 1644
Didirikan oleh Zhu Yuan Zhang (Kaisar Hongwu).

Berdiri setelah dinasti Yuan mengalami keruntuhan.

Muhammad Muhibbudin dalam buku berjudul Laksamana Cheng Ho Panglima Muslim Tionghoa Penakluk Dunia, menjelaskan bahwa Dinasti Ming adalah masa lahirnya nasionalisme di Tiongkok.
Karena berdirinya Dinasti Ming adalah buah dari keberhasilan meruntuhkan rezim Mongol yang terkenal sebagai rezim imperialis asing di Tiongkok.

Pada tahun 1352, Zhu Yuan Zhang bergabung bersama kelompok pemberontak yang tidak puas dengan pemerintahan Dinasti Yuan.

Tahun 1368, ia berhasil menyerang dan meruntuhkan Dinasti Yuan.
Zhu Yuan Zhang akhirnya mendirikan Dinasti Ming dan mendapatkan gelar Kaisar Hongwu.

Perangai gampang curigaan dari Kaisar Hongwu membuatnya tega mengeksekusi mati siapa saja yang dianggap membahayakan kedudukannya.

Putra keempat Kaisar Hongwu, mengambil alih kekuasaan pada awal abad ke- 15.
Takhta ini diperoleh setelah serangkaian pemberontakan berdarah dengan kerabat dekatnya.
Zhu di mengambil nama Yongle.
Ia memindahkan ibukota dari Nanjing yang panas ke Beijing.

Kejayaan Dinasti Ming terjadi pada pemerintahan Kaisar Yongle.
Pada masa ini ekspedisi militer aktif dilakukan, salah satunya dengan menugaskan Laksamana Cheng Ho untuk melaksanakan ekspedisi maritim ke kawasan selatan.

Kaisar Ming memulihkan dan memperbaiki ribuan tanggul, kanal dan waduk, serta banyak tanggul baru yang dibangun.


Dinasti Song (960- 1279)
Dinasti Yuan Mongol (1271- 1368)
Dinasti Ming (1368- 1644)
Dinasti Qing/ Manchu (1644- 1911)


m.kumparan.com/amp/sejarah-dan-sosial/sejarah-dinasti-ming-secara-singkat-dan-peninggalannya

nationalgeographic.grid.id/amp/134070160/276-tahun-berkuasa-ini-sejarah-dinasti-ming-di-kekaisaran-tiongkok

Dinasti Yuan Mongol

Pendiri dinasti ini adalah Kubilai Khan, cucu dari Genghis khan (pendiri kekaisaran Mongol)

Rustamana dan Azahra dalam Perkembangan di Tiongkok (Tang, Sung, Yuan dan Manchu) menjelaskan bahwa Dinasti Yuan termasuk salah satu dari dua dinasti asing yang berkuasa di China.
Akibat tidak didirikan langsung oleh keturunan Han.

Dalam sejarah China, Dinasti Yuan Mongol berdiri pasca Dinasti Song (960- 1279)

Pada 1206, didirikan Kekaisaran Mongol oleh Genghis Khan dan menjadi kekaisaran terbesar kedua dalam sejarah peradaban dunia.

Setelah itu, Genghis Khan menyatukan masyarakat Mongol di utara China dan mulai meruntuhkan Dinasti Jin.

Genghis Khan mulai melanggar batas Dinasti Jin di Tiongkok utara pada 1211 dan akhirnya merebut ibukota Jin Yanjing yang sekarang bernama Beijing pada 1215.

Beberapa puluh tahun setelahnya, bangsa Mongol pun mulai memperluas kekuasaannya sampai China selatan dan wilayah Asia lainnya.

Pada 1260, Kubilai Khan, cucu Genghis Khan naik takhta menjadi Kaisar Mongol.
Dirinya memutuskan untuk membangun Dinasti Yuan, lalu menobatkan dirinya menjadi Kaisar China.

Pada 1271, Kaisar Kubilai Khan resmi mendirikan Dinasti Yuan Mongol dan berkonsep China tradisional.
Ia juga berhasil menaklukkan Dinasti Song yang telah berkuasa sejak 960 Masehi.

Kekaisaran Yuan mengandalkan pengumpulan pajak untuk mendanai proyek di sekitar Tiongkok.
Misalnya, pada tahun 1256, Kubilai Khan membangun ibukota baru di Shangdu dan 8 tahun kemudian ia membangun ibukota baru kedua di Dadu, yang sekarang disebut Beijing.

Kekaisaran Tiongkok pada Dinasti Yuan terus melakukan ekspedisi militer sejak berdiri.
Beberapa diantaranya seperti ke Semenanjung Korea tahun 1270'an, serangan ke Jepang pada tahun 1274, dan Jawa pada tahun 1290'an.

Di bawah pemerintahan dinasti Yuan, Terusan Besar Tiongkok (The Grand Canal) diperpanjang untuk menghubungkan Beijing secara langsung dengan Hangzhou, yang memotong 700 kilometer dari panjang perjalanan.
Namun, ketika pemerintahan Mongol di Tiongkok mengalami kegagalan, keadaan menjadi sangat kacau.

Terjadi pemberontakan Serban Merah 1351 hingga 1368 yang menyebar ke seluruh pedesaan.
Ditambah, penyebaran wabah pes makin melemahkan kekuasaan Mongol, yang akhirnya mengakhiri kekuasaan Mongol pada 1368.
Sebagai gantinya, pemimpin pemberontakan etnis Han Tiongkok, Zhu Yuanzhang, mendirikan sebuah dinasti baru yang disebut Ming.


Dinasti Song (960- 1279)
Dinasti Yuan Mongol (1271- 1368)
Dinasti Ming (1368- 1644)
Dinasti Qing/ Manchu (1644- 1911)


m.kumparan.com/amp/sejarah-dan-sosial/dinasti-yuan-mongol-latar-belakang-dan-perkembangannya

idntimes.com/science/discovery/eka-amira/fakta-dinasti-yuan

nationalgeographic.grid.id/amp/133719814/pemberontakan-serban-merah-akhir-kekaisaran-tiongkok-era-dinasti-yuan