Minggu, 08 September 2019

Tempat- tempat di Banyuurip

Pasar Senin, tempat bermain/ pasaran Nyi Putri Galuhwati. Pasar desa yang hanya dibuka pada hari Senin, sampai sekarang masih dipercaya sebagai tempat “midhang” bagi orang yang sembuh dari sakit ataupun terkabul hajatnya.

1.
2.
3.
##

Sumur Tinatah dibuat oleh Ki Manguyu untuk mandi Nyi Putri Galuhwati waktu hamil dengan tujuan kalau lahir putra kelak tampan dan lahir putri kelak cantik, sekarang banyak diambil airnya untuk syarat 7 bulanan orang hamil dan untuk siraman calon pengantin, dinamakan tinatah karena buatan tangan atau dengan istilah ditatah.

1.
2.
##

Makam Gedhe, pemakaman Nyi Putri Galuhwati dan Ki Manguyu di makamkan

##

Sumur Beji berasal dari tancapan keris Panubiru milik Pangeran Joyokusumo karena Nyi Putri Galuhwati haus minta minum, asal mula nama Banyuurip karena dari tancapan keris muncul air, dinamakan beji yang berarti sumur.


Masjid Nurul Huda Banyuurip

Masjid & Kolamnya dibangun oleh Ki Guru Wonosalam. Kolam Masjid, dahulu sebagai tempat berwudlu yang airnya tidak pernah kering. Sekarang digunakan untuk kolam ikan.

1.
2.
3.
4.

5. Masjid dengan kolam di depannya

6.
7.

8. Acara kunjungan


Situs Perigi/ Punden Perigi III

Terletak di Provinsi Jawa Tengah,
Kabupaten Purworejo,
Kecamatan Banyuurip,
Desa Banyuurip, Dusun Kembaran.

Petilasan dan tempat muksa Pangeran Joyokusumo dan sampai sekarang banyak dikunjungi sebagai tempat menyepi & ziarah

1.
2.
3.

4. Pendopo tempat biasanya masyarakat mengadakan acara merti desa/ bersih desa, menggelar pentas wayang kulit setiap tahunnya. Di hari-hari tertentu semisal jumat kliwon, atau selasa kliwon ada semacam kenduri/ slametan/ kepungan di sore hari.

5. Acara merti desa/ bersih desa, tukaran ambeng nasi

6. Acara kenduri/ slametan/ kepungan

7. Dalam rangka kunjungan dari sekolah

8. Bapak Sumarto (juru kunci) terlihat sedang menceritakan tentang Situs Perigi kepada rombongan pengunjung

9. Gotong royong warga untuk acara merti desa/ bersih desa

10. Bapak Sumarto (juru kunci) bersama warga gotong royong untuk acara merti desa/ bersih desa

11. Pentas seni wayang kulit semalam suntuk dalam acara merti desa/ bersih desa

Jumat, 06 September 2019

Jayakatwang

* Jayakatong/ Aji Katong/ Jayakatyeng/ Ha-ji-ka-tang.
.Bupati Gelanggelang (Madiun) yang memberontak & meruntuhkan Kerajaan Singhasari, lalu menjadi Raja di Kadiri.

* Masih keturunan Kertajaya (Raja terakhir Kadiri) yang dikalahkan Ken Arok, lalu Kadiri menjadi bawahan Singhasari.
.Putra Kertajaya bernama Jayasabha menjadi bupati kemudian diganti Sastrajaya (putranya), digantikan lagi oleh Jayakatwang (putra Sastrajaya).
.Istrinya bernama Turuk Bali (putri Wisnuwardhana/ Seminingrat), Raja Kerajaan Singhasari/ ayah Kertanagara.
.Memiliki putra bernama Ardharaja (menantu Kartanagara).

* Pemberontakan kepada Kartanagara (Raja Singhasari) terjadi karena Jayakatwang masih menyimpan dendam yang pada waktu itu leluhurnya (Kertajaya) dikalahkan Ken Arok (pendiri Singhasari).
.Jayakatwang mendapat anjuran dari Arya Wiraraja (melalui surat dari Wirondaya, putra Arya Wiraraja), agar segera memberontak kalau akan membalas dendam karena Singhasari sedang dalam keadaan kosong (banyak tentara Singhasari yang keluar Jawa).
.Ia mengirim pasukan yang dipimpin Jaran Guyang menyerbu dari utara, untuk memancing pertahanan Singhasari kosong, pasukan kedua dari arah menyerbu dari arah selatan.

* Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya (atas saran Arya Wiraraja), kemudian diberi hutan Tarik yang nantinya menjadi Kerajaan Majapahit.

* Gabungan pasukan Mongol & Majapahit menggempur kota Kadiri, lalu Jayakatwang & putranya Ardharaja menyerah kemudian ditawan di atas kapal Mongol yang selanjutnya dihukum mati.
.Versi lain, Jayakatwang ditawan di benteng pertahanan Mongol di Hujung Galuh, meninggal di dalam tahanan penjara Hujung Galuh setelah menyelesaikan sebuah karya sastra "Kidung Wukir Polaman".

Mahapati/ Dyah Halayudha

* Tokoh penghasut & licik yang gemar melancarkan fitnah & adu domba dalam sejarah awal Kerajaan Majapahit, demi meraih ambisinya menjadi patih Majapahit.
.Dihukum mati dengan cara Cineleng- Celeng= dicincang seperti babi hutan, setelah semua kejahatannya yang pernah dilakukan terbongkar.

* Jabatan awal sebagai Rakryan Patih, kemudian diangkat sebagai patih Majapahit, setelah meninggalnya Nambi.

* Penyebab kematian para pahlawan pendiri Kerajaan Majapahit, seperti Ranggalawe, Lembu Sora, & Nambi, secara tidak langsung.
.Dimungkinkan Mahapati hanya nama julukan. Maha= besar, pati= penguasa/ mati, jadi diartikan, orang yang memiliki ambisi besar untuk menjadi penguasa atau orang yang menyebabkan kematian yang besar atau penyebab kematian orang-orang besar.

* Mahapati dimungkinkan masih keluarga bangsawan, karena Dyah setara dengan Raden, sementara Nambi & Sora hanya bergelar Mpu. Jadi Mahapati sakit hati ketika Nambi & Sora memperoleh kedudukan tinggi (Patih Majalahit & Patih Daha).

* Menghasut Ranggalawe supaya menentang pengangkatan Nambi sebagai patih, ia juga menghasut Nambi supaya menghukum kelancangan Ranggalawe.

* Menghasut Mahisa Taruna (putra Kebo Anabrang) supaya menuntut pengadilan untuk Lembu Sora atas kematian ayahnya yang dibunuh Lembu Sora dalam pemberontakan melawan Ranggalawe.

* Menghasut Sora supaya meminta hukuman yang lebih pantas (karena hanya dihukum buang), Sora pun berangkat ke ibukota meminta hukuman mati. Nambi juga dihasut bahwa Sora akan datang untuk membuat onar, Sora lalu tewas dikeroyok tentara istana.

* Nambi yang meminta Mahapati untuk menyampaikan permohonan izin cuti kepada Jayanagara karena ayahnya di Lamajang meninggal, akan tetapi justru mengabarkan bahwa Nambi akan mempersiapkan pemberontakan. Jayanagara marah & mengirim pasukan untuk melawan Nambi.

Kamis, 05 September 2019

Arya Wiraraja/ Banyak Wide

* Dalam sejarah dikenal sebagai:
.Pengatur siasat kejatuhan Kerajaan Singhasari & kematian Kertanagara(Raja Singhasari),
.Membantu Raden Wijaya dalam menaklukan Jayakatwang (pemberontak Kerajaan Singhasari),
.Pendirian Kerajaan Majapahit.

* Saat masa Kerajaan Singhasari, ia menjabat sebagai Penasehat Kenegaraan (Raja Kertanagara), namun karena Kertanagara kurang menyukai peran Wangsa Rajasa (keturunan Ken Dedes- Ken Arok), Banyak Wide sendiri pendukung Wangsa Rajasa, ia lalu dipindahkan dari jauh pusat Kerajaan menjadi Adipati di Songeneb/Sumenep (pada usia 37 tahun). Kemudian memperoleh gelar "Arya Wiraraja" yang berarti "pemimpin yang berani". Saat terjadi Ekspedisi Pamalayu, berusia sekitar 43 tahun.

* Arya Wiraraja mengetahui kalau Jayakatwang (Bupati Gelang-Gelang) berniat memberontak Kerajaan Singhasari kemudian menyarankan agar segera melaksanakan niatnya, karena saat itu sebagian besar tentara Singhasari sedang berada di luar Jawa.

*Saat terjadi pemberontakan Jayakatwang di Kerajaan Singhasari, Raden Wijaya meminta perlindungan Arya Wiraraja di Songeneb/ Sumenep, kemudian Arya Wiraraja membantu Raden Wijaya dengan meminta Jayakatwang mengusahakan pengampunan kepada Raden Wijaya & mengirimkan orang-orang Madura kepada Raden Wijaya untuk membuka hutan Tarik & mendirikan Kerajaan Majapahit.

*Arya Wiraraja & Raden Wijaya melakukan kesepakatan, pembagian tanah Jawa menjadi dua yang sama besar jika berhasil menggulingkan Jayakatwang. Dikenal dengan Perjanjian Sumenep.

*Kemudian Arya Wiraraja memimpin Kerajaan Lamajang Tigang Juru,
versi lain, saat putranya (Ranggalawe) meninggal dibunuh, dan dianggap memberontak Kerajaan Majapahit, ia sakit hati & mengundurkan diri dari jabatannya, lalu menuntut janji Raden Wijaya, yaitu setengah wilayah Majapahit (Majapahit sebelah timur beribukota di Lumajang).

*Ketika putranya (Ranggalawe) meninggal, ia kemudian mempersiapkan benteng pertahanan beribukota di Lamajang, bernama Arnon (Situs Biting), berada dalam wilayah desa Kutorenon. Kuto= kota berbenteng & Renon= Renu= marah, berarti kota yang dibangun karena marah. Selagi ada Arya Wiraraja, wilayah Lamajang tidak berani disentuh oleh Kerajaan Majapahit.

Mahisa Anabrang- Lembu Sora- Ranggalawe

Mahisa Anabrang/ Kebo Anabrang/ Lembu Anabrang

* Perwira Kerajaan Singhasari yang menjadi komandan Ekspedisi Pamalayu, pengiriman utusan untuk menjalin persahabatan dengan Kerajaan Dharmasraya di Sumatra, yang dicanangkan oleh Kertanagara (Raja Singhasari),
.Ekspedisinya berhasil dengan membawa dua orang putri bernama Dara Jingga & Dara Petak. Semula untuk dijodohkan dengan Kertanagara, namun setelah terjadi pergantian kekuasaan, Raden Wijaya (Raja Majapahit) yang menerima perjodohan tersebut.

Membunuh Ranggalawe,
Ketika akan menumpas pemberontakan Ranggalawe di Tuban, Sora, Nambi, & Mahisa Anabrang ikut dalam pasukan tentara Majapahit. Dalam pertempuran di Sungai Tambak Beras, Ranggalawe tewas di tangan Mahisa Anabrang. Sora (paman Ranggalawe) sakit hati melihat keponakannya dibunuh & disiksa secara kejam. Sora pun berbalik ganti membunuh Mahisa Anabrang (rekannya sendiri) dari belakang.

##

Lembu Sora/ Ken Sora/ Andaka Sora/ Mpu Sora.

* Pengikut/ abdi setia Raden Wijaya, ikut mengawal sewaktu menghindari kejaran pasukan Jayakatwang,
.Berjasa besar dalam perjuangan mendirikan Kerajaan Majapahit, lalu diangkat sebagai "Rakryan Patih ri Daha" (patih bawahan di Kadiri),
.Menyediakan perutnya sebagai tempat duduk Raden Wijaya & istrinya saat istirahat, juga menggendong istri Raden Wijaya saat menyeberangi sungai & rawa-rawa, namun meninggal sebagai pemberontak Majapahit (akibat fitnah).

Membunuh Mahisa Anabrang,
Ketika akan menumpas pemberontakan Ranggalawe di Tuban, Sora, Nambi, & Mahisa Anabrang ikut dalam pasukan tentara Majapahit. Dalam pertempuran di Sungai Tambak Beras, Ranggalawe tewas di tangan Mahisa Anabrang. Sora (paman Ranggalawe) sakit hati melihat keponakannya dibunuh & disiksa secara kejam. Sora pun berbalik ganti membunuh Mahisa Anabrang (rekannya sendiri) dari belakang.

##

Ranggalawe, pengikut Raden Wijaya yang berjasa besar dalam perjuangan mendirikan Kerajaan Majapahit, diangkat sebagai adipati Tuban, namun meninggal sebagai pemberontak Kerajaan Majapahit, dan dikenang sebagai pahlawan oleh masyarakat Tuban.

* Putra dari Arya Wiraraja (Adipati Songeneb/ Sumenep, di Pulau Madura sebelah barat), ia diutus ayahnya untuk membantu Raden Wijaya membuka hutan Tarik yang kemudian menjadi Kerajaan Majapahit.

* Pemberontakan dipicu oleh ketidakpuasan Ranggalawe atas pengangkatan Nambi sebagai Rakryan Patih oleh Raden Wijaya (Raja Majapahit). Menurut Ranggalawe, jabatan Patih sebaiknya diserahkan kepada Lembu Sora (pamannya) yang dinilainya jauh lebih berjasa dalam perjuangan mendirikan Kerajaan daripada Nambi. Namun Sora tidak menyetujui hal itu & tetap mendukung Nambi sebagai Patih.

Dibunuh Mahisa Anabrang,
Ketika akan menumpas pemberontakan Ranggalawe di Tuban, Sora, Nambi, & Mahisa Anabrang ikut dalam pasukan tentara Majapahit. Dalam pertempuran di Sungai Tambak Beras, Ranggalawe tewas di tangan Mahisa Anabrang. Sora (paman Ranggalawe) sakit hati melihat keponakannya dibunuh & disiksa secara kejam. Sora pun berbalik ganti membunuh Mahisa Anabrang (rekannya sendiri) dari belakang.