Jumat, 24 November 2023

Raden Patah (Demak)

Putra Majapahit pendiri Kerajaan Islam Demak.
Pendiri Kesultanan Islam Demak yang juga pangeran dari Kerajaan Majapahit yang bercorak Hindu- Budha.

Kesultanan Demak merupakan Kerajaan Islam pertama di Jawa.
Raden Patah berkuasa pada 1475- 1518 Masehi.

Raden Patah adalah putra Bhre Kertabhumi atau Brawijaya V (1468- 1478 M) yang diyakini sebagai raja terakhir Majapahit.

Ketika Raden Patah mendirikan Kesultanan Demak bersama para Walisongo, Majapahit sedang menjelang keruntuhannya.

Raden Patah dan Kesultanan Demak adalah pemula kejayaan Islam di Jawa sekaligus mengakhiri kejayaan peradaban Hindu- Budha yang sebelumnya pernah amat digdaya di bawah panji- panji Kerajaan Majapahit.

Raden Patah berdarah campuran.
Ibundanya, Siu Ban Ci adalah putri Tan Go Wat alias Syekh Bentong, sosok ulama Cina yang menjadi salah satu perintis terbentuknya Walisongo sebagai majelis syiar agama Islam di Jawa.


Babad tanah Jawi mengisahkan, Siu Ban Ci dipersunting sebagai istri selir oleh Bhre Kertabhumi atau yang nantinya bertakhta di Majapahit dengan gelar Brawijaya V.

Perkawinan tersebut membuat istri Bhre Kertabhumi yang lain, yakni Ratu Dwarawati yang kelak menjadi permaisuri, cemburu.
Maka Bhre Kertabhumi terpaksa menceraikan Siu Ban Ci dan mengirimnya ke Palembang yang kala itu masih termasuk wilayah kekuasaan Majapahit.

Di bekas pusat Kerajaan Sriwijaya itulah Siu Ban Ci melahirkan Raden Patah pada 1455 M.
Nama lain Raden Patah adalah Jin Bun.
Beberapa referensi lain menyebutnya dengan nama Senapati Jinbun, Panembahan Jinbun, juga Raden Hassan.

Usai melahirkan Jinbun, Siu Ban Ci dipersunting oleh adipati Palembang, Arya Damar atau Arya Dillah.
Pernikahan ini dianugerahi anak laki- laki bernama Kin San alias Raden Kusen atau Raden Husein.

Setelah dewasa, Raden Hassan dan Husein menolak mewarisi kepemimpinan di Palembang demi merantau ke Jawa.
Keduanya sempat berguru kepada Sunan Gunung Jati di Cirebon, Sunan Giri di Gresik, dan Sunan Ampel di Surabaya untuk memperdalam ajaran Islam.


Raden Patah dengan dukungan Walisongo akhirnya mendeklarasikan Demak yang sebenarnya merupakan wilayah kekuasaan Majapahit sebagai pemerintahan baru.

Kesultanan Demak berdiri pada 1478, Raden Patah bertakhta dengan gelar Sultan Syah Alam Akbar Al- Fatah.

Raden Patah menurut catatan dari Cina, wafat pada 1518 dalam usia 63 tahun.
Atas keputusan majelis Walisongo, yang ditunjuk sebagai penerus takhta Kesultanan Demak adalah Pati Unus dengan gelar Sultan Alam Ali Akbar II.

Sempat terjadi peperangan antara Demak melawan Majapahit.
Serbuan Demak pada 1517 di bawah pimpinan Pati Unus (1488- 1521) membuat perekonomian Majapahit lumpuh.

Satu dekade berselang, tahun 1527, Majapahit benar- benar musnah.
Serangan Kesultanan Demak yang kala itu dipimpin Sultan Trenggana (1521- 1546) adik Pati Unus, memungkasi riwayat Majapahit.


https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/sejarah-raden-patah-putra-majapahit-pendiri-kerajaan-islam-demak-gcdE

Minggu, 03 September 2023

Keraton Kartasura

Keraton yang didirikan oleh Amangkurat II pada 1680.
Berdirinya Keraton Kartasura bermula dari konflik yang terjadi antara Amangkurat II dengan Trunojoyo (bangsawan dari Madura).

Sebelumnya, Amangkurat II bekerja sama dengan Trunojoyo untuk menggulingkan pemerintahan Amangkurat I, ayah dari Amangkurat II dan menguasai Mataram.

Pada akhirnya, Plered berhasil dikuasai oleh Trunojoyo pada 2 Juli 1677.
Setelah saling bekerja sama, Amangkurat II kemudian justru berbalik melawan Trunojoyo dan melindungi ayahnya, Amangkurat I.

Amangkurat II dan Amangkurat I memutuskan kabur ke Tegal.
Di dalam pelariannya tersebut, Amangkurat I meninggal dunia pada 13 Juli 1677.
Pada akhirnya, Amangkurat II menjadi pemimpin Mataram pada 13 Juli 1677.

Untuk memadamkan pemberontakan Trunojoyo, Amangkurat II meminta bantuan kepada VOC (Kongsi Dagang Hindia Belanda)

Pada akhirnya dengan bantuan VOC, Amangkurat II berhasil menghentikan pemberontakan Trunojoyo pada 26 Desember 1679, Amangkurat II membunuh Trunojoyo pada 2 Januari 1680.

Setelah Trunojoyo wafat, Amangkurat II memerintah pasukannya untuk membangun keraton baru di daerah Kartasura (Keraton Kartasura).

Setelah keraton selesai dibangun, pada 11 September 1680, Amangkurat II secara resmi menempati keraton Kartasura dan memindahkan pusat pemerintahannya disana.

Keraton Kartasura mulai mengalami keruntuhan setelah peristiwa Geger Pecinan terjadi pada 1743.
Geger pecinan merupakan sebuah pemberontakan etnis Tionghoa di Batavia terhadap Belanda.

Saat Geger Pecinan terjadi, Kesultanan Mataram Islam sudah tidak lagi dipimpin oleh Amangkurat II, melainkan Pakubuwono II (anak dari Amangkurat IV).

Pada awalnya, Pakubowono II berpihak kepada kaum Tionghoa karena hubungannya dengan Belanda sedang tidak baik.
Namun setelah gagal menaklukkan Semarang pada awal tahun 1742, Pakubuwono II memutuskan untuk bersekutu kembali dengan Belanda, membuat etnis Tionghoa dan masyarakat Mataram merasa kecewa dan marah.

Mereka kemudian mengangkat Mas Garendi atau Sunan Kuning (cucu Amangkurat III) secara sepihak, sebagai Sultan Mataram menggantikan Pakubuwono II.

Mas Garendi yang bergelar Amangkurat V kemudian menyerbu Keraton Kartasura dan berhasil menguasainya pada 30 Juni 1742.
Pakubuwono II bersama dengan keluarganya terpaksa kabur ke Ponorogo.

Setelah Amangkurat V lengser dan pemberontakan mereda, Pakubuwono II kembali ke Kartasura pada November 1742.

Pemberontakan Amangkurat V menyebabkan istana dan Keraton Kartasura mengalami kerusakan, alhasil, Pakubuwono II memindahkan istananya ke desa Sala (Keraton Surakarta), dibangun pada 1744 dan mulai ditempati pada 1746.



kompas.com/stori/read/2023/05/31/080000279/sejarah-berdirinya-keraton-kartasura

Sabtu, 02 September 2023

Kesultanan Mataram Islam

Panembahan Senapati (Danang Sutawijaya) pada tahun 1584 mendeklarasikan terbentuknya Kesultanan Mataram Islam di Alas Mentaok.
Alas Mentaok saat ini dikenal dengan sebutan kota Yogyakarta.

Kesultanan Pajang ketika itu runtuh di tahun 1587.
Panembahan Senapati selaku pendiri dari Kesultanan Mataram Islam kemudian menobatkan dirinya sebagai Sultan pertama yang memiliki gelar Senapati Ing Alaga Sayidin Panatagama.

Panembahan Senapati wafat pada tahun 1601, dimakamkan di Kotagede Yogyakarta.

Setelah Panembaham Senapati wafat, kepemimpinan Kesultanan Mataram dilanjutkan oleh Raden Mas Jolang (Panembahan Hanyakrawati) yang bergelar "Susuhunan Hanyakrawati" yang merupakan ayah dari Sultan Agung.

Pusat pemerintahan Kesultanan Mataram saat itu adalah di Kutagede (Kotagede).

Lokasi tersebut dianugerahkan oleh Sultan Pajang untuk Ki Ageng Pemanahan bersama putranya Panembahan Senapati, sebagai bentuk jasa mereka dalam keikutsertaannya dalam pertempuran yang mengalahkan Adipati Jipang Panolan dan Arya Penangsang.

Panembahan Senapati mulai memperluas wilayah kekuasaan Mataram Islam secara lebih besar di sepanjang Bengawan Solo hingga ke Jawa bagian timur dan barat.

Dari Jipang, Madiun, Kediri, Ponorogo, Magetan hingga Pasuruan.
Di wilayah barat berhasil menaklukkan wilayah Cirebon dan Galuh pada tahun 1595.

Sultan Agung (Raden Mas Rangsang) memimpin pada tahun 1613- 1645.
Menetapkan penanggalan atau kalender Jawa sejak tahun 1633 dimana penghitungan tanggal tersebut merupakan kombinasi kalender Saka dan Hijriah.

Runtuhnya Kesultanan Mataram Islam dimulai ketika Sultan Agung kalah dalam sebuah misi yang bertujuan untuk merebut Batavia.
Saat itu Sultan Agung berjuang menaklukkan seluruh wilayah Jawa dari tangan Belanda.

Mataram Islam total memiliki lima keraton, setelah Kotagede, keraton selanjutnya berada di Kerto, Plered, Kartasura dan akhirnya sekarang berada di Surakarta.

Pusat Kesultanan pertama kali berpindah pada masa kepemimpinan Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Saat itu pusat Kesultanan Mataram Islam dipindahkan dari Kotagede ke Kerto yang berjarak sekitar delapan kilometer.

Pusat Kesultanan Mataram Islam kembali berpindah usai Sultan Agung wafat pada tahun 1645.
Pemindahannya dari Kerto ke Plered yang hanya berjarak sekitar dua kilometer.

Pemindahannya dilakukan pada masa pemerintahan anak Sultan Agung, Raden Mas Sayidin.
Bergelar Kanjeng Susuhunan Prabu Amangkurat Agung atau yang lebih dikenal sebagai Amangkurat I.

Keraton Plered sendiri boleh dikatakan lahir karena ego seorang anak yang tak mau tinggal di tempat kediaman ayahnya.
"Segenap rakyatku, buatlah batu bata! Saya akan pindah dari Karta, karena saya tidak mau tinggal di bekas (kediaman) ayahanda. Saya akan membangun kota di Plered."
Demikian sabda Amangkurat I tidak lama setelah naik takhta pada 1646.

1. Panembahan Senapati (Danang Sutawijaya)
2. Panembahan Hanyakrawati (Raden Mas Jolang)
3. Sultan Agung (Raden Mas Rangsang)
4. Amangkurat I (Raden Mas Sayidin)

1. Kotagede
2. Kerto
3. Plered
4. Kartasura
5. Surakarta



gramedia.com/literasi/sejarah-kerajaan-mataram-islam/

travel.kompas.com/read/2019/01/10/100600027/situs-kerto-keraton-kedua-mataram-islam-yang-seakan-menghilang?

kompasiana.com/amp/er-ha/55178171813311cc669de88a/pleret-ibukota-kerajaan-mataram

Minggu, 27 Agustus 2023

Kekaisaran Byzantium (Kekaisaran Romawi Timur)

Pusat dari masyarakat yang sangat bersemangat dalam melestarikan tradisi Yunani dan Romawi di saat sebagian besar Eropa Barat memasuki zaman kegelapan.

Byzantium memiliki pelabuhan yang sangat baik dengan banyak tempat memancing yang bagus di sekitarnya.
Terletak di posisi strategis antara antara Laut Hitam dan Laut Mediterania, menjadi pelabuhan dan pusat perdagangan terkemuka yang menghubungkan benua Eropa dan Asia.

Mengutip dari Britannica, Byzantium sempat dihancurkan oleh Persia pada tahun 590 SM, kemudian dibangun kembali oleh Spartan, sebelum diperebutkan oleh Athena dan Sparta dari tahun 336 hingga 323 SM.

Setelah berhasil direbut oleh Alexander Agung, Byzantium akhirnya mendapatkan kembali kemerdekaannya.
Tahun- tahun berikutnya, Byzantium diserang oleh berbagai penjajah seperti bangsa Skithia, bangsa Celt dan tentu saja bangsa Romawi.

Konstantinus menjadi kaisar kristen pertama dari Kekaisaran Romawi.
Selama pemerintahannya, agama kristen menjadi agama dominan Kekaisaran Byzantium.

Dilansir dari Britannica, dia adalah orang yang membagi Kekaisaran Romawi tepat di tengah, memberikan Roma (barat) kepada putranya Honorius dan Konstantinopel (timur) kepada putranya yang lain, Arcadius.

Bagian barat dari Kekaisaran Romawi melemah secara signifikan ketika kekaisaran itu dibagi, sementara bagian timur yang dipengaruhi kebudayaan Yunani terus mengembangkan aspek- aspek oriental dari budayanya.

Mengutip dari laman Britannica, Justinianus memperoleh kekuatan dan ketenaran lewat pembuatan bangunan dan gaya arsitekturnya, dimana salah satu yang paling terkenal adalah Hagia Sophia, yang selesai dibangun pada tahun 538 M.

Hagia Sophia menjadi pusat Gereja Ortodoks Yunani selama beberapa abad setelahnya.

Setelah aksesi takhta Byzantium ke Heraclius pada tahun 610 M, Kekaisaran Byzantium pada dasarnya menjadi Yunani, baik dalam budaya maupun semangat zaman.
Heraclius menjadikan bahasa Yunani sebagai bahasa resmi kekaisaran dan sudah digunakan oleh sebagian besar penduduk Byzantium.

Pasukan Byzantium juga berperang dengan gaya yang lebih mirip dengan Athena kuno dan Spartan daripada gaya Legiun Romawi.

Dilansir Ancient History Encyclopedia, angkatan laut Byzantium juga menggunakan "api Yunani" dalam pertempuran laut.

Keju, ara, telur, minyak zaitun, kacang kenari, almond, apel dan pir semuanya merupakan makanan pokok dari Byzantium.
Roti adalah makanan pokok yang penting dan menjadi jaminan stabilitas bagi pemerintah di Konstantinopel.

Dari tahun 500 M hingga 1200 M, Byzantium adalah negara terkaya di Eropa dan Asia Barat.
Standar hidupnya tidak tertandingi oleh negara- negara lain di Eropa dan memimpin sebagian besar dunia dalam bidang lain seperti seni, ilmu pengetahuan, perdagangan dan arsitektur.

Warisan terbesar dan paling abadi dari kekaisaran ini adalah kelahiran kristen Ortodoks Yunani.
Ada perbedaan teologis utama antara Katolik Roma dan kristen Ortodoks Yunani, khususnya pada bagian- bagian seperti penggunaan gambar, sifat roh kudus, dan peran (identitas) Paus.

Secara budaya, timur Yunani memang cenderung lebih filosofis, abstrak dan mistis dalam pemikirannya, sedangkan Barat Latin cenderung ke arah pendekatan yang lebih pragmatis dan berpikiran hukum.

Dilansir Christian History Institute, pada tahun 1054 M, Paus Leo IX mengucilkan Patriark Ekumenis Konstantinopel (Uskup Agung Konstantinopel), Michael Cerularius, yang tidak lain adalah pemimpin Gereja Ortodoks Yunani.

Sejarah Byzantium berakhir pada tahun 1453 ketika Sultan Mehmed II (Kesultanan Ustmaniyah) berhasil meruntuhkan tembok Konstantinopel.



idntimes.com/science/discovery/amp/shandy-pradana/kekaisaran-byzantium-c1c2?page=all#page-2

Senin, 21 Agustus 2023

Sultan Alp Arslan

The Lion of Manzikert 1071 M

Pertempuran Malazgirt yang dipimpin Sultan Alp Arslan dan diikuti masuknya bangsa Turki ke Anatolia.

Pertempuran Malazgirt, penguasaan Turki atas Anatolia dimulai dengan pertempuran Malazgirt, dikenal sebagai pertempuran Manzikert, pada 26 August 1071, dimana pasukan Seljuk Turki dipimpin Sultan Alp Arslan mengalahkan tentara Bizantium yang jumlahnya jauh lebih besar.

Kemenangan Turki atas pertempuran tersebut mempercepat pelemahan kekaisaran Bizantium dan menyebabkan lebih banyak orang Turki menetap di wilayah tersebut, membuka jalan bagi pendirian kekaisaran Ottoman.

Pada tahun 1064 M Sultan Saljuk pertama, Tughril Bey wafat, sepeninggal Tughril Bey, Sultan Saljuk berikutnya dijabat oleh keponakannya sendiri yakni Sultan Muhammad bin Daud Chaghir Bey yang bergelar "Alp Arslan" (Singa yang gagah berani).

Di sebelah Selatan, perang dengan Dinasti Syiah Fatimiyah terus dilakukan demi mengurangi rongrongan dan pengaruh Syiah di wilayah kekuasaan Kekhalifahan Abbasiyah.


Wilayah Mesir, Aleppo, Yerussalem dan Ramallah berhasil diambil alih dari tangan Dinasti Syiah Fatimiyah.

Sementara di sebelah utara, Sultan Alp Arslan terus mengerahkan pasukan besarnya untuk menuju Georgia dan Armenia demi memancangkan panji- panji İslam di tanah- tanah kekuasaan kekaisaran Byzantium (Romawi Timur).

Pada tahun 1068 M, Romanus IV Diogenes naik takhta sebagai Kaisar İmperium Byzantium yang baru untuk menggantikan Kaisar Constantinus IX yang meninggal karena sakit.

Pada hari Jumat 26 August 1071 M (27 Dzul qa'dah 463 H), 200.000 pasukan Byzantium sudah bersiap dalam formasi tempur dan terus bergerak merangsek masuk ke dalam wilayah kekuasaan Kesultanan Saljuk.

Kini di dalam benak Sultan sudah tidak ada lagi bayangan keindahan dunia yang tersemat.
Kemilau emas dan perak, wanita- wanita yang cantik, istana besar yang mewah, taman- taman yang asri dan tempat tidurnya yang empuk.

Kini yang terlintas di hati dan pikirannya hanyalah bayangan kematian, bayangan bertemu dengan Allah dan Rasul yang sangat ia rindukan.
Lalu setelah itu ia memakai pakaian putih- putih dan bersumpah untuk berjuang hingga titik darah penghabisan sembari berkata " Jika saya terbunuh, maka pakaianku yang akan menjadi kafanku!" ujar Alp Arslan kepada seluruh pasukannya !

Pertempuran berakhir dengan kemenangan di pihak Saljuk.
Sementara kaisar Romanus IV berhasil ditahan.
Sultan Alp Arslan memperlakukan Kaisar Romanus IV dengan sangat baik dan kembali menawarkan klausul perdamaian.

Pada hari terakhir kaisar ditahan, Sultan Alp Arslan bertanya kepadanya.
"Menurutmu apa yang akan kamu lakukan bila aku yang menjadi tawananmu?"
Romanus menjawab, "Mungkin aku akan membunuhmu atau menggiringmu dengan penuh kehinaan di jalan- jalan kota Konstantinopel."
Alp Arslan membalas, "Hukumanku lebih berat daripada itu, engkau kumaafkan dan kubiarkan pergi!" ujar Sultan.

Sultan memerintahkan kepada dua orang jenderalnya sebagai pendamping, serta 100 orang pasukan berkuda Mamluk sebagai pengawalnya hingga ke Konstantinopel.
İbnu Katsir menerangkan bahwa pasukan yang mengawalnya membawa panji yang bertuliskan
La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah.


portal-islam.id/2021//siapa-sultan-alparslan-lion-of-manzikert

Minggu, 30 Juli 2023

Shalahuddin Al- Ayyubi

Merebut Baitul Maqdis

Baitul Maqdis merupakan salah satu kota tertua di dunia, berlokasi di pertengahan daerah Palestina.
Kota tersebut dahulu merupakan ibukota negara Syam.

Shalahuddin Al- Ayyubi berasal dari bangsa Kurdi.
Nama lengkapnya ialah Yusuf bin Najmuddin Ayyub bin Syadzi bin Marwan bin Ya'qub al- Duwiniy, al- Tikrity atau "Saladin", seperti yang diucapkan di Barat.

Lahir pada tahun 532 Hijriyah atau 1137 Masehi di Benteng Tikrit ketika ayahnya Najmuddin Ayyub menjadi penguasa di Benteng tersebut.

Pembebasan Baitul Maqdis oleh Shalahuddin al- Ayyubi 570- 583 H.

Kemenangan Muslimin dalam Perang Hattin pada Juli 1187 mengawali pembebasan Baitul Maqdis.
Usai pertempuran tersebut, Sultan Shalahuddin al- Ayyubi menawan ratusan prajurit Salib.
Pimpinan mereka, Raja Latin Yerusalem Guy Lusignan dan Pangeran Antiokhia Raynald Chatillon, juga ikut ditangkap.

Ekspansi wilayah merupakan strategi yang digunakan Shalahuddin al- Ayyubi dalam menyatukan kembali umat Islam agar mampu memperkuat kekuatan untuk melawan Pasukan Salib yang telah menguasai Yerusalem selama hampir dua abad lamanya.

Shalahuddin al- Ayyubi mulai melakukan penaklukan daerah dari wilayah pesisir laut sebelah utara dan dapat menguasai Benteng Antarthus, Jabalah, Ladhiqiyah, Shahyun dan Badriyah.

Di kota Antiokhia, Shalahuddin al- Ayyubi dapat menguasai daerah tersebut hanya dengan sebuah perundingan dengan orang- orang Nasrani Eropa.

Ketika memasuki kota Baitul Maqdis pada tahun 1099 M, pasukan Salib berlaku buruk dan melecehkan tempat- tempat suci kaum Muslimin.
Mereka juga membunuh banyak rakyat tak berdosa dan melakukan penyiksaan yang keji.

Shalahuddin al- Ayyubi memuliakan tempat- tempat suci mereka dan menawarkan perdamaian kepada penduduk Baitul Maqdis dengan berkata "Bait Al- Maqdis adalah rumah Allah. Dan saya datang bukan untuk mengotori kesucian kota ini dengan menumpahkan darah. Karena itu hendaklah kalian menyerahkan kota ini padaku. Aku akan menjamin keamanan kalian dengan memberikan bagian tanah kepada kalian sesuai dengan kadar kekuatan kalian untuk mengolahnya."

Karena Pasukan Salib menolak semua tawaran tersebut, Shalahuddin al- Ayyubi memerintahkan tentaranya untuk mengepung Baitul Maqdis dan membuat markas di atas gunung Zaitun.

Ketika orang- orang Eropa melihat Shalahuddin al- Ayyubi sudah tidak dapat dibendung lagi, maka mereka mengutus Raja Baldwin pengganti Raja Richard untuk berunding dengan Shalahuddin al- Ayyubi dan menyampaikan syarat- syarat mereka.

Shalahuddin al- Ayyubi menolak tawaran tersebut. Setelah itu, masuklah Shalahuddin al- Ayyubi ke kota tersebut dan memberikan keamanan kepada penduduknya, memberikan kebebasan kepada orang- orang Kristen untuk menjalankan ibadah mereka, membebaskan panglima- panglima Perang Salib yang menjadi lawannya, serta memberikan mereka waktu empat puluh hari untuk pergi dari sana menuju Shaida.

Upaya konfrontasi dengan kekuatan Pasukan Salib sudah dimulai sejak era Sultan- sultan Dinasti Saljuk.
Lalu İmamuddin Zanki yang digelari Al- Wahdi At- Tahiri menetapkan prinsip kesatuan Islam dalam rangka melawan Pasukan Salib.

Prinsip kesatuan ini diteruskan dengan baik oleh putranya yaitu Nuruddin Mahmud Zanki yang kemudian disempurnakan oleh Shalahuddin al- Ayyubi yang pada masa kepemimpinannya berhasil mengambil alih Baitul Maqdis dari tangan Pasukan Salib.


kompasiana.com//kepemimpinan-shalahuddin-al-ayyubi-dalam-merebut-baitul-maqdis

Sabtu, 15 Juli 2023

English

* Rubbish, Garbage, Trash
- Rubbish
Lebih umum digunakan dalam British English

- Garbage, Trash = American English

- Garbage
Sampah yang berasal dari kamar mandi & dapur
Sampah basah yang tidak bisa didaur ulang

- Trash
Barang- barang yang sudah tidak digunakan lagi
Bisa didaur ulang, sampah kering


* Search, Look for, Seek
- Search
Mencari sesuatu secara hati- hati/ mencari sesuatu dengan teliti.
Memcari sesuatu yang tidak berbentuk fisik.
Bersifat santai dan tidak formal.

- Look for
Mencari sesuatu/ seseorang yang memang sedang kalian cari/ butuhkan.
Mencari sesuatu dalam bentuk fisik.

- Seek
Bentuk formal dari search dan look for


* Just, Only
- Just
Hanya/ tepatnya.
Baru saja terjadi/ dilakukan.
Just about

- Only
Hanya/ tepatnya.
Satu objek yang sendiri.
Sesuatu terbatas pada satu hal/ jumlah yang terbatas.
Only 5 minutes ago.


* Already
Sudah/ telah.
They already know.
The personels have already done.
Tono has already seen.
I'm already here.


* Present Perfect Tense
I have eaten, I have finished, I have not finished.
They have not sent.
Jono has been here, We have been here.
I have not been hungry.
Who has cleaned the room 761.
I have lost my key.
He has not understood the rules.
Have you called mita ?