Kamis, 25 Juli 2024

Belanda Datang ke Indonesia

Cornelis de Houtman bersama rombongan tiba di perairan Banten pada 27 Juni 1596.

Datang ke Indonesia dengan tujuan melakukan ekspedisi dagang Belanda ke Hindia Timur.

Misi dagang yang dibawa menjadi cikal bakal VOC di Indonesia.

Tewas dalam perlawanan dengan Laksamana Malahayati dari Aceh.
_

VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) didirikan pada 20 Maret 1602.

Perusahaan dagang yang didirikan untuk memonopoli aktivitas perdagangan di jalur lintas Asia.

Memiliki keistimewaan khusus (octrooi), misalnya, VOC dapat memiliki tentara, mata uangnya sendiri.

Pemangku tertinggi berada dalam kuasa seorang Gubernur Jenderal VOC, yang berkedudukan di Batavia.

Pendiri VOC bernama Pieter Both.

Pada tanggal 31 Desember 1799, banyaknya pejabat VOC yang terlibat korupsi menyebabkan beban utang VOC bertambah, sehingga VOC sendiri bangkrut.
Gubernur Jenderal VOC (Van Overstraten) menyatakan VOC dibubarkan.
_

Perlawanan terhadap VOC:
1. Sultan Agung Hanyakrakusuma
1628 dan 1629
Kesultanan Mataram.
2. Sultan Ageng Tirtayasa (1656)
Kesultanan Banten.
3. Untung Suropati (1660- 1706)

4. Mangkunegara I (1742, 1749)
Raden Mas Said (Pangeran Sambernyawa) merupakan putra dari Pangeran Arya Mangkunegara Kartasura.

5. Sri Sultan Hamengkubuwana I
(Pangeran Mangkubumi) 1749.

6. Sultan Hasanuddin
1660,1666,1668
_

Tiga negara yang pernah menjajah Belanda, yakni Spain, France, Germany.

Belanda dijajah saat tengah menjajah negara lain.
Hal ini terjadi pada abad ke- 16 yang saat itu di bawah pemerintahan klan Hapsburg.

Klan Hapsburg digulingkan oleh pemerintah kolonial Spain.
Satu abad berlalu, eksistensi Spain di negara Kincir Angin ini dikalahkan oleh tentara France yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte.
Louis Napoleon selaku adik kandung Napoleon diangkat menjadi Raja Belanda.

Louis Napoleon menjadi sosok yang mengutus Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jendral di Hindia Belanda (Indonesia).
Tak lama memimpin, rakyat Belanda melakukan pemberontakan hingga memaksa Raja Louis Napoleon mengaku kalah.
Tepat pada 1813 Belanda merebut kemerdekaannya atas France dan berhasil mendirikan kerajaan pada 1815.

Satu abad kemudian, Germany datang tepatnya pada 1940 dan memborbardir Rotterdam hingga luluh lantak.
Lantaran tak siap berperang, tentara Belanda akhirnya kalah.

Belanda yang kelimpungan kala dikuasai Germany, yang saat itu di bawah kepemimpinan Hitler, semakin dibuat panik dengan banyaknya tuntutan kemerdekaan dari negeri- negeri jajahannya.
_

Kapal yang membawa Herman Willem Daendels berlabuh di Anyer pada awal Januari 1808.

Pada 29 Januari 1807, Raja Belanda Louis Napoleon mengangkatnya sebagai Gubernur Jenderal Hindia Timur.

Herman W. D dikenal sebagai loyalis France.
Saat itu, Belanda sedang berada di bawah kekuasaan France. Sejak 1795, negeri kincir angin berhasil ditaklukkan Napoleon.
Penguasaan tidak hanya sebatas Belanda, tapi juga beserta seluruh koloninya.

Daendels merasa dirinya sebagai anak kandung Revolusi France. Liberte, egalite, fraternite- tiga semboyan Revolusi France- begitu memesonanya.
Napoleon, orang yang dianggap menyebarkan spirit revolusi itu ke seluruh dunia, adalah sosok yang amat dikagumi Daendels.

Daendels meninggal pada 2 Mei 1818.
Masa kekuasaannya berlangsung selama tiga tahun (1808- 1811)
_

Inggris ketika berada di bawah pimpinan Thomas Stamford Raffles merebut semua kekuasaan Belanda di Indonesia dengan terjadinya Perjanjian Tuntang.

Perjanjian dilakukan pada tanggal 18 September 1811.
Yang salah satu isinya, Belanda menyerahkan kekuasaan atas Indonesia pada Inggris.

Pertempuran melawan penjajahan Belanda.

1. Perang Saparua (Maluku)
Pattimura memimpin perlawanan rakyat Ambon melawan Belanda.
Penyerbuan ke Benteng Duurstede pada Mei 1817 menandai keteguhan hati Pattimura, yang dibantu oleh Anthony Rhebok, Christina Martha Tiahahu, Philip Latumahina dan Kapitan Said Printah.

2. Perang Paderi (Sumatra Barat)
Dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol
Terjadi di kawasan Kerajaan Pagaruyung dan sekitarnya, tahun 1803- 1838.
Awalnya berupa perang saudara, yang kemudian menjadi perang melawan Belanda.

3. Perang Diponegoro
Perang Diponegoro atau dikenal juga dengan Perang Jawa ini berlangsung selama 5 tahun (1825- 1830).

4. Perang Aceh
Rakyat Aceh, dipimpin oleh Teuku Umar dan istrinya Cut Nyak Dien, melawan penjajahan Belanda.
Latar belakangnya karena keinginan Belanda untuk menguasai Kesultanan Aceh.

Terjadi selama 31 tahun (1873- 8 Februari 1904).

Walaupun Belanda sudah mengumumkan Perang Aceh berakhir tahun 1904 tetapi perlawanan sporadis rakyat Aceh masih berlangsung hingga tahun 1930 an.

5. Perang Batak (Tapanuli, Sumatera Utara)
Perlawanan ini dipimpin oleh Sisingamangaraja XII.

Salah satu latar belakangnya adalah penyebaran agama kristen di wilayah Tapanuli.
Raja Sisingamangaraja menolak karena masyarakat setempat saat itu masih teguh dengan agama asli Batak (Parmalim).

Raja Sisingamangaraja XII mengumumkan perang pada 16 Februari 1878.

6. Perang Banjar
Perlawanan dilancarkan oleh Prabu Anom dan Pangeran Hidayat.

Tahun 1859, Pangeran Antasari memimpin perlawanan setelah Prabu Anom ditangkap oleh Belanda.
Perang ini berhasil dipadamkan sepenuhnya pada tahun 1905.

7. Perang Puputan Jagaraga
Belanda menyerang Kerajaan Buleleng pada tahun 1846.
Ketika seluruh kerajaan di Bali jatuh ke tangan Belanda, rakyat Bali melakukan perang habis- habisan hingga mati yang dikenal sebagai perang Puputan Jagaraga.
_

1907- 1949 > Penjajahan Belanda atas Indonesia.
Setelah menaklukkan seluruh kerajaan- kerajaan di Indonesia.
Diselingi Japan (1942), saat itu pemerintah Belanda tidak menyatakan menyerah kepada Japan.

Kedaulatan Indonesia diakui oleh Belanda pada 27 Desember 1949 di Istana, Dam, Amsterdam.
Dalam penyerahan kedaulatan ini dilakukan penandatanganan 3 dokumen yang telah disepakati pada 1 November 1949.

Dengan penandatanganan tersebut, maka secara resmi Indonesia telah diakui oleh Belanda sebagai negara merdeka dan berdaulat penuh.

Rabu, 15 Mei 2024

Periode Tiga Kerajaan Tiongkok (Samkok)

Zaman Tiga Negara

Menjelang akhir abad ke-2, kekuatan Dinasti Han Kekaisaran Tiongkok makin menurun.
Pada tahun 220, kaisar Han terakhir disingkirkan.

Di lingkungan Dinasti Han ada beberapa orang berkuasa yang juga disebut panglima perang atau pemimpin militer.
Mereka adalah Cao cao (Cao Mengde) sebagai ahli strategi, Liu Bei sebagai keturunan pewaris Dinasti Han dan Sun Quan sebagai pejabat berkuasa.

Kekaisaran Tiongkok terbagi menjadi tiga kerajaan penerus: Shu Han, Wei dan Wu.

"Periode yang berlangsung dari 222 hingga 265 Masehi menjadi masa yang paling menarik dalam sejarah Tiongkok," tulis Gloria Lotha di laman Britannica.

Subjek favorit fiksi sejarah yang paling terkenal adalah novel Sanguozhi Yanyi (Romance of the Three Kingdoms).

Liu Bei, anggota keluarga kekaisaran Liu, mendirikan sebuah kerajaan bernama Shu Han.
Shu merupakan istilah kuno untuk wilayah Sichuan dan Han menyiratkan ini sebagai kelanjutan dari Dinasti Han.

Di Tiongkok utara, seorang pria bernama Cao Pei mendirikan sebuah kerajaan bernama Wei.
Cao Pei adalah anak laki- laki Cao- cao, anak angkat seorang kasim.

Cao- cao adalah salah satu dari banyak orang yang memperebutkan kekuasaan di bawah dekade terakhir Han.
Ia merebut banyak wilayah besar di Tiongkok utara di bawah kendalinya.
Kematiannya pada tahun 220 memungkinkan putranya Cao Pei mendirikan Kerajaan Wei.

Di Tiongkok tenggara, negara bagian ketiga dibentuk, diperintah oleh seorang pria bernama Sun Wu.
Kerajaan itu sendiri juga disebut Wu, nama sejarah kuno tradisional untuk bagian Tiongkok itu.

Laman China Education Center menulis bahwa periode Tiga Kerajaan Tiongkok ada pada masa 220- 280 Masehi atau sekitar 60 tahun.

Yang membuat periode Tiga Kerajaan begitu mempesona adalah bahwa periode itu menjadi zaman kepahlawanan dan romansa yang hebat.
Para pahlawan periode ini bukanlah cendekiawan, pejabat politik atau kaisar.
Mereka adalah orang- orang militer yang terkenal kecerdasannya, alih- alih kekuatan yang menghancurkan.

Di masa ini, memenangkan pertarungan dengan tidak berperang dianggap sebagai pencapaian luar biasa seorang pahlawan.

Wei menaklukkan Shu- han pada 263/ 264, tetapi dua tahun kemudian Sima Yan, salah satu jenderal Wei merebut takhta.
Ia memproklamirkan Dinasti Jin.
Pada tahun 280 Dinasti Jin menaklukkan Wu dan menyatukan kembali kerajaan tersebut.
Namun dinasti tersebut segera runtuh dan kerajaan tersebut hancur menjadi kekacauan.

Video game Playstation Dynasty Warriors mengangkat kisah dari Periode Tiga Kerajaan


Dinasti Han
Periode Tiga Kerajaan (220 - 280 M)
Dinasti Jin


nationalgeographic.grid.id/amp/133734666/kisah-adu-taktik-dari-periode-tiga-kerajaan-di-kekaisaran-tiongkok

idntimes.com/science/discovery/dahli-anggara/sejarah-kerajaan-tiongkok-kuno

Minggu, 05 Mei 2024

Dinasti Qing

Dikenal juga dengan Dinasti Manchu atau Pinyin Manzu, merupakan dinasti terakhir kekaisaran Tiongkok.

Berlangsung dari tahun 1644 hingga 1911/ 1912

Mendekati akhir kekuasaan Dinasti Ming, seluruh penjuru China mengalami pemberontakan.
Sejak 1616 Pasukan Manchuria turut melawan tentara Ming serta berhasil menduduki berbagai kota di perbatasan utara China.

Mengutip Britannica, Dinasti Qing didirikan pada 1636 oleh Manchu untuk menunjuk rezim mereka di Manchuria, yang sekarang adalah wilayah timur laut China.

Pada 1636 dilaksanakan deklarasi berdirinya Dinasti Qing oleh Huang Taiji, yaitu keturunan Wangsa Aisin- Gioro

Pada tahun 1644, kaisar Ming terakhir, Chongzhen, memilih bunuh diri setelah jatuhnya Beijing ke tangan pemimpin pemberontakan, Li Zicheng

Pada 1644, ibukota China di Beijing direbut oleh pemimpin pemberontak Li Zicheng, karena putus asa pejabat Dinasti Ming meminta bantuan Manchu.

Namun, orang Manchu malah memanfaatkan kesempatan itu untuk merebut ibukota dan mendirikan dinasti mereka sendiri di Tiongkok.
Dengan mengadopsi bentuk pemerintahan Ming dan terus memperkerjakan pejabat Ming.

Setelah Dinasti Qing mulai berkuasa serta mendeklarasikan diri sebagai pengganti dari Dinasti Ming, Kaisar Shungzhi pun dipilih menjadi Kaisar China pertama yang berasal dari suku Manchu.

Setelah menduduki kekuasaan, Dinasti Qing menerapkan berbagai kebijakan yang mendiskriminasikan kaum Han.
Misalnya, memaksa orang- orang Han memotong rambut dan memakai model pakaian seperti bangsa Manchu.

Di bawah kaisar Kangxi (1661- 1722), Manchu memaksa Rusia meninggalkan benteng pertahanan mereka di Albazin, yang terletak di sepanjang perbatasan Manchuria di Sungai Amur.

Dinasti Qing berhasil menguasai semua daratan China di bawah kekaisaran Kangxi setelah memberantas keturunan Dinasti Ming.

Dari perjanjian dengan Rusia yang dilakukan pada 1689, Kaisar Kangxi berhasil menjadikan wilayah Siberia di bawah China.
Dinasti Qing meraih masa kejayaan di bawah pemerintahan Kaisar Kangxi, Yongzheng (1723- 1735) dan Qianlong (1735- 1796).

Muncul pemberontakan Taiping (1850- 64) dan Nian (1853- 68) di selatan dan utara.
Kemudian upaya modernisasi dan westernisasi mendapat tentangan dari pejabat konservatif terutama melalui upaya janda permaisuri Cixi.

Perang Candu pertama (1839- 1842),
Perang Inggris- Prancis (1856- 58),
Perang Tiongkok- Jepang (1894- 95),
Pemberontakan Boxer (1900),
Semuanya menghasilkan kekalahan bagj Tionghoa dan pemberian konsesi kepada kekuatan asing.

Mengutip History, Dinasti Qing jatuh pada tahun 1911, digulingkan oleh revolusi yang terjadi sejak tahun 1894 ketika revolusioner berpendidikan barat Sun Yat Sen alias Sun Zhongshan membentuk Revive China Society di Hawaii, kemudian Hongkong.

Pada 1905, Sun menyatukan berbagai faksi revolusioner menjadi satu partai dengan bantuan Jepang dan menulis manifesto, Tiga Prinsip Rakyat.

Pada 1911, Partai Nasionalis Tiongkok mengadakan pemberontakan di Wuchang, dibantu oleh tentara Qing dan 15 provinsi mendeklarasikan kemerdekaan mereka dari kekaisaran.

Kaisar Xuantog turun tahta pada 1912, dengan Sun membuat konstitusi sementara untuk negara baru, Republik Tiongkok, yang mengantarkan kerusuhan politik selama bertahun- tahun yang berpusat di sekitar Yuan.

Pu Yi atau dipanggil Henry Puyi ataupun Puyi, dikenal sebagai Kaisar Xuantog merupakan kaisar terakhir China (1908- 1912).


Dinasti Song (960- 1279)
Dinasti Yuan Mongol (1271- 1368)
Dinasti Ming (1368- 1644)
Dinasti Qing/ Manchu (1644- 1911)


dunia.tempo.co/amp/1674689/kilas-sejarah-dinasti-qing-kekaisaran-terakhir-di-tiongkok

m.kumparan.com/amp/sejarah-dan-sosial/kisah-dinasti-qing-di-tiongkok-beserta-masa-jayanya

Sabtu, 04 Mei 2024

Dinasti Ming

Berlangsung tahun 1368- 1644
Didirikan oleh Zhu Yuan Zhang (Kaisar Hongwu).

Berdiri setelah dinasti Yuan mengalami keruntuhan.

Muhammad Muhibbudin dalam buku berjudul Laksamana Cheng Ho Panglima Muslim Tionghoa Penakluk Dunia, menjelaskan bahwa Dinasti Ming adalah masa lahirnya nasionalisme di Tiongkok.
Karena berdirinya Dinasti Ming adalah buah dari keberhasilan meruntuhkan rezim Mongol yang terkenal sebagai rezim imperialis asing di Tiongkok.

Pada tahun 1352, Zhu Yuan Zhang bergabung bersama kelompok pemberontak yang tidak puas dengan pemerintahan Dinasti Yuan.

Tahun 1368, ia berhasil menyerang dan meruntuhkan Dinasti Yuan.
Zhu Yuan Zhang akhirnya mendirikan Dinasti Ming dan mendapatkan gelar Kaisar Hongwu.

Perangai gampang curigaan dari Kaisar Hongwu membuatnya tega mengeksekusi mati siapa saja yang dianggap membahayakan kedudukannya.

Putra keempat Kaisar Hongwu, mengambil alih kekuasaan pada awal abad ke- 15.
Takhta ini diperoleh setelah serangkaian pemberontakan berdarah dengan kerabat dekatnya.
Zhu di mengambil nama Yongle.
Ia memindahkan ibukota dari Nanjing yang panas ke Beijing.

Kejayaan Dinasti Ming terjadi pada pemerintahan Kaisar Yongle.
Pada masa ini ekspedisi militer aktif dilakukan, salah satunya dengan menugaskan Laksamana Cheng Ho untuk melaksanakan ekspedisi maritim ke kawasan selatan.

Kaisar Ming memulihkan dan memperbaiki ribuan tanggul, kanal dan waduk, serta banyak tanggul baru yang dibangun.


Dinasti Song (960- 1279)
Dinasti Yuan Mongol (1271- 1368)
Dinasti Ming (1368- 1644)
Dinasti Qing/ Manchu (1644- 1911)


m.kumparan.com/amp/sejarah-dan-sosial/sejarah-dinasti-ming-secara-singkat-dan-peninggalannya

nationalgeographic.grid.id/amp/134070160/276-tahun-berkuasa-ini-sejarah-dinasti-ming-di-kekaisaran-tiongkok

Dinasti Yuan Mongol

Pendiri dinasti ini adalah Kubilai Khan, cucu dari Genghis khan (pendiri kekaisaran Mongol)

Rustamana dan Azahra dalam Perkembangan di Tiongkok (Tang, Sung, Yuan dan Manchu) menjelaskan bahwa Dinasti Yuan termasuk salah satu dari dua dinasti asing yang berkuasa di China.
Akibat tidak didirikan langsung oleh keturunan Han.

Dalam sejarah China, Dinasti Yuan Mongol berdiri pasca Dinasti Song (960- 1279)

Pada 1206, didirikan Kekaisaran Mongol oleh Genghis Khan dan menjadi kekaisaran terbesar kedua dalam sejarah peradaban dunia.

Setelah itu, Genghis Khan menyatukan masyarakat Mongol di utara China dan mulai meruntuhkan Dinasti Jin.

Genghis Khan mulai melanggar batas Dinasti Jin di Tiongkok utara pada 1211 dan akhirnya merebut ibukota Jin Yanjing yang sekarang bernama Beijing pada 1215.

Beberapa puluh tahun setelahnya, bangsa Mongol pun mulai memperluas kekuasaannya sampai China selatan dan wilayah Asia lainnya.

Pada 1260, Kubilai Khan, cucu Genghis Khan naik takhta menjadi Kaisar Mongol.
Dirinya memutuskan untuk membangun Dinasti Yuan, lalu menobatkan dirinya menjadi Kaisar China.

Pada 1271, Kaisar Kubilai Khan resmi mendirikan Dinasti Yuan Mongol dan berkonsep China tradisional.
Ia juga berhasil menaklukkan Dinasti Song yang telah berkuasa sejak 960 Masehi.

Kekaisaran Yuan mengandalkan pengumpulan pajak untuk mendanai proyek di sekitar Tiongkok.
Misalnya, pada tahun 1256, Kubilai Khan membangun ibukota baru di Shangdu dan 8 tahun kemudian ia membangun ibukota baru kedua di Dadu, yang sekarang disebut Beijing.

Kekaisaran Tiongkok pada Dinasti Yuan terus melakukan ekspedisi militer sejak berdiri.
Beberapa diantaranya seperti ke Semenanjung Korea tahun 1270'an, serangan ke Jepang pada tahun 1274, dan Jawa pada tahun 1290'an.

Di bawah pemerintahan dinasti Yuan, Terusan Besar Tiongkok (The Grand Canal) diperpanjang untuk menghubungkan Beijing secara langsung dengan Hangzhou, yang memotong 700 kilometer dari panjang perjalanan.
Namun, ketika pemerintahan Mongol di Tiongkok mengalami kegagalan, keadaan menjadi sangat kacau.

Terjadi pemberontakan Serban Merah 1351 hingga 1368 yang menyebar ke seluruh pedesaan.
Ditambah, penyebaran wabah pes makin melemahkan kekuasaan Mongol, yang akhirnya mengakhiri kekuasaan Mongol pada 1368.
Sebagai gantinya, pemimpin pemberontakan etnis Han Tiongkok, Zhu Yuanzhang, mendirikan sebuah dinasti baru yang disebut Ming.


Dinasti Song (960- 1279)
Dinasti Yuan Mongol (1271- 1368)
Dinasti Ming (1368- 1644)
Dinasti Qing/ Manchu (1644- 1911)


m.kumparan.com/amp/sejarah-dan-sosial/dinasti-yuan-mongol-latar-belakang-dan-perkembangannya

idntimes.com/science/discovery/eka-amira/fakta-dinasti-yuan

nationalgeographic.grid.id/amp/133719814/pemberontakan-serban-merah-akhir-kekaisaran-tiongkok-era-dinasti-yuan

Sabtu, 30 Maret 2024

Peristiwa Karbala (Pandangan Ahlus Sunnah)

* Masa Khalifah Yazid b Mu'awiyah

Yazid b Mu'awiyah b Abi Sufyan.
Neneknya adalah Hindun bt Utbah b Rabi'ah yang masuk Islam setelah Fathu Makkah.

Ibunya adalah Maysun bt Bahdal al- Kalbiyah yang melahirkannya pada tahun 25/ 26/ 27 Hijriyah pada masa Khalifah Utsman b Affan.

Yazid turut dalam rombongan yang pertama kali mengepung Konstantinopel pada tahun 49 Hijriyah pada masa ayahnya Mu'awiyah.

Mu'awiyah mengambil bai'atnya untuk meneruskan kekhilafahan ketika beliau masih hidup.

Yazid ingin agar mereka yang menentang pendapat ayahnya ketika masih hidup segera membai'atnya:
- Al- Husain b Ali b Abi Thalib
- Abdullah b az- Zubair b Awwam
- Abdullah b Umar b al- Khaththab


* Bai'at untuk Yazid yang tertahan

Yazid b Mu'awiyah memerintahkan kepada gubernur Madinah, al- Walid b Utbah b Abi Sufyan untuk mengambil bai'at ketiganya:

Al- Husain b Ali b Abi Thalib meminta penangguhan atas bai'at, beliau meninggalkan Madinah menuju Makkah.

Abdullah b az- Zubair tidak memberikan jawaban namun berangkat ke Makkah lebih dahulu.

Abdullah b Umar baru akan berbai'at jika keduanya sudah melakukannya.


* Penawaran bai'at dari penduduk Kufah

Penduduk Kufah mengirim surat mengundang al- Husain agar berangkat dari Makkah ke Kufah.

Al- Husain mengirim Muslim b Uqail (Aqil) b Abi Thalib untuk pergi ke Kufah mencari kejelasan.

Muslim b Aqil tinggal di rumah Ausajah di Kufah dan mendapat kesaksian 12 ribu penduduk Kufah yang siap berba'iat kepadanya.

Yazid b Mu'awiyah mengganti an- Nu'man dengan Ubaidullah b Ziyad sebagai Gubernur Kufah.

Ubaidullah b Ziyad datang dari Basrah ke Kufah dengan menyamar, mendapat sambutan layaknya al- Husain dari penduduk Kufah yang tidak menyadarinya.

Ubaidullah b Ziyad mencari Muslim b Aqil, beliau pindah ke rumah Hani' b Urwah al- Muradi untuk mengelabuhi pencarian.

Muslim b Aqil mengirim surat kepada al- Husain tentang kesiapan 12 ribu penduduk Kufah.


* Pembunuhan atas Muslim b Aqil dan Hani b Urwah

Ubaidullah b Ziyad akhirnya mengetahui tempat persembunyian Muslim b Aqil di rumah Hani b Urwah al- Muradi.

Keduanya dipanggil namun loloa, Muslim b Aqil mengerahkan ke- 12 ribu penduduk Kufah untuk mengepung istana Ubaidullah b Ziyad.

Ubaidullah b Ziyad berhasil melobi para kepala suku untuk menarik dukungannya, sehingga para pengepung tercerai- berai.

Muslim b Aqil dan Hani b Urwah ditangkap serta dieksekusi oleh Ubaidullah b Ziyad.

Al- Husain b Ali hendak berangkat ke Kufah tanpa mengetahui keadaan tersebut.

Sejumlah sahabat menasehatinya untuk tidak berangkat: Muhammad b al- Hanafiyah, Abdullah b al- Abbas, Abdullah b Umar, Abdullah b az- Zubair, Abu Sa'id al- Khudri, Abdullah b Ja'far.

Namun semua nasehat itu tidak dapat mencegah taqdir Allah Ta'ala.

Ketika al- Husain mengetahui bahwa Muslim b Aqil telah dibunuh dan penduduk Kufah tidak dapat melindunginya, sudah berkeinginan untuk kembali ke Makkah.

Namun, keluarga Muslim b Aqil mendesaknya untuk terus ke Kufah untuk membalas kematiannya.

* Perjalanan dari Makkah ke Kufah, ke Karbala

Perjalanan rombongan al- Husain terhenti dihadang pasukan berkuda yang dikirim Ubaidullah b Ziyad di luar kota Kufah.

Rombongan al- Husain berbelok menuju Karbala, Ubaidullah b Ziyad mengirimkan pasukan Umar b Sa'ad untuk menemui al- Husain di Karbala.

Umar b Sa'ad b Abi Waqqash yang sedianya berangkat ke daerah Dailam meminta untuk tidak ditugaskan ke Karbala namun ditolak oleh Ubaidullah b Ziyad.

Umar b Sa'ad menemui al- Husain di Karbala yang meminta kepadanya diberikan salah satu:
- Mengizinkan kembali ke Madinah
- Memberi izin untuk pergi ke Syam menemui langsung Yazid b Mu'awiyah di Dimasq
- Mengirimnya ke suatu perbatasan agar hidup menjadi orang biasa.

Umar b Sa'ad mengirimkan pilihan itu kepada Ubaidullah b Ziyad.


* Terbunuhnya al- Husain b Ali b Abi Thalib

Ubaidullah b Ziyad (atas rekomendasi Syamr b Dzil Jausyi) tidak menerima ketiga usulan dari al- Husain yang disampaikan Umar b Sa'ad itu.

Ubaidullah b Ziyad memaksa al- Husain untuk menyerahkan diri kepadanya, al- Husain menolak itu hingga terjadilah pertempuran di Karbala tahun 61 Hijriyah yang tidak seimbang.

Kepala al- Husain yang syahid itu dibawa kepada Ubaidullah b Ziyad.

Yazid b Mu'awiyah menangis mendengar kabar bahwa al- Husain dibunuh serta menyesalkan hal tersebut juga melaknat Ubaidullah b Ziyad yang tidak memberikan salah satu dari pilihan yang diajukan al- Husain.

Yazid b Mu'awiyah dikritik karena tidak menghukum Ubaidullah b Ziyad.


Kajian Ustadz Agung Waspodo, MPP
Pembaca sejarah dunia islam
idream

Rabu, 27 Maret 2024

Shajarat al- Durr

Perempuan pendiri Dinasti Mamluk.
Setelah sukses mengakhiri Dinasti Ayyubiyah di Mesir.

Shajarat al- Durr adalah julukan yang berarti "pohon mutiara".

Shajarat al- Durr lahir sekitar abad ke 13 di Armenia, dari keluarga besar Kipchak, Turki yang nomaden.

Tentang keluarga Kipchak, İbnu Battuta menjelaskan bahwa mereka adalah orang- orang yang berambut pirang.

Shajarat al- Durr dipersunting oleh Sultan Al- Malik al- Salih, penguasa Mesir waktu itu.

Di samping Shajarat al- Durr, dia juga yang membawa sejumlah besar orang- orang Kipchaks ke Kairo untuk dijadikan sebagai tentara, yang kemudian dikenal dengan Mamluk.

Sultan sangat bergantung pada Shajarat al- Durr, baik di medan perang, bahkan dalam hal mengurus negara.

Tom Verde dalam tulisannya berjudul "Malika III: Shajarat Al- Durr" menyebut ketajaman strategi Shajarat al- Durr mulai menjadi legenda ketika pada musim semi tahun 1249, Sultan Al- Salih sedang melakukan pertempuran di Syria.
Tiba- tiba terdengar kabar bahwa tentara Perang Salib ke VII, yang dipimpin oleh Louis IX dari Prancis, sedang berlayar ke Mesir, yang menuju ke kota Delta Sungai Nil, Damietta.

Shajarat al- Durr saat itu dipercaya mengisi komando dan memerintahkan Fakhruddin, salah satu komandan pasukannya untuk ke Damietta dan memimpin pasukan Mamluk menghalau laju Louis IX.

Dari pertempuran di Syria, Sultan terluka parah dan harus pulang dengan cara ditandu.
Hingga pada Agustus 1249, Sultan Al Saleh meninggal dunia.

Shajarat al- Durr memanggil Turan Shah, putra tertua Al Saleh dari istri pertamanya, untuk datang ke Kairo dan mengambil alih kepemimpinan ayahnya.

Perintah Shajarat al- Durr kepada putra tirinya adalah mengambil alih komando pasukan dan mengalahkan Louis IX.

Setelah berhasil mengalahkan Pasukan Salib dan menangkap Louis IX, tahta Kairo kemudian diserahkan kepada Turan Shah yang sekaligus menjadi Sultan Dinasti Ayyubiyah.
İa tidak memiliki kecakapan yang mumpuni dan tidak disukai oleh rakyatnya.

Turan Shah terbunuh pada 2 Mei 1250.
Orang- orang Mamluk kemudian menobatkan Shajarat al- Durr sebagai Sultana.

Dengan tewasnya Turan Shah, maka berakhirlah masa Dinasti Ayyubiyah dan diangkatnya Shajarat al- Durr sebagai Sultana, telah menandai lahirnya dinasti Mamluk yang akan memerintah Mesir hingga awal abad ke 19 M.

Kritik atau kecaman serius datang dari Abbasiyah.
Khalifah al- Musta'sim menyatakan: "Kami telah mendengar bahwa anda diperintah oleh seorang wanita sekarang. Jika anda kehabisan orang di Mesir, beri tahu kami supaya kami dapat mengirimi anda seorang pria untuk memerintah anda."

Untuk meredam situasi yang kurang kondusif ini, Shajarat al- Durr kemudian menikahi seorang prajurit rendahan bernama İzz al- Din Aybek dari Mamluk dan memberikan mahkota kepadanya.

Aybek hanya dalih.
Secara de facto, kekuasaan di Mesir tetap dipegang sepenuhnya oleh Shajarat al- Durr.

Shajarat al- Durr meninggal pada tahun 1257 M.

Lama kelamaan, Aybek pun mulai bosan dengan peran yang dimainkannya.
Ia akhirnya melancarkan pemberontakan kepada Shajarat al- Durr pada tahun 1254.
Pemberontakan berhasil dipadamkan.

Aybek menjadi tahanan rumah.
İa ditempatkan di paviliun belakang istana.
Tak lama setelah bebas, Aybek dikabarkan meninggal.
Shajarat al- Durr menceritakan bahwa ia meninggal wajar di tempat tidurnya.
Namun ini ditolak oleh orang- orang Mamluk.
Ia pun kemudian dihukum.

Al- Mansur Ali, putra Aybek yang ditelantarkan dari perkawinannya dengan Ummu Ali, kemudian didaulat menjadi Sultan menggantikannya.
Vonis terhadap Shajarat al- Durr pun dijatuhkan oleh Al- Mansur Ali.


kalam.sindonews.com/newsread/578708/72/shajarat-al-durr-perempuan-pendiri-dinasti-mamluk-yang-berakhir-tragis