Minggu, 14 Januari 2018

Buku " Mengenal Jepang" - Yusuke Shindo (I

Buku "Mengenal Jepang" karya Yusuke Shindo
Penerbit Kompas

Budaya, tradisi & semangat orang Jepang. "Monozukuri" membuat barang, yang telah menjadi motor penggerak sektor manufaktur, yang telah menghasilkan produk-produk terkenal & diakui dunia

Pada zaman Samurai (Zaman Edo 1603 -1868) negara diisolasi menjadi negara tertutup sehingga pertukaran & perdagangan dengan negara luar dibatasi secara ketat

Huruf Kanji -- Huruf Tiongkok
Hiragana & Katakana -- Jepang

1868, zaman samurai berakhir -- Zaman Meiji (1868 - 1912)

Ukiyo-e, slah satu budaya Jepang yang juga mendapat penilaian tinggi di luar negeri,
adalah kesenian yang berkembang di zaman Edo, merupakan gambar hasil cetakan blok kayu, yang dianggap sebuah karya seni mahakarya bernilai tinggi

-Cosplay, berkostum sesuai karakter komik & animasi Jepang, komik (manga) & anime
-Lagu "Kokoro no Tomo" - Mayumi Itsuwa

Pemikiran Kobayashi Torasaburo, pemimpin klan Nagaoka,
Biar sekarung beraspun bila habis dimakan maka kota akan hilang. Tapi dengan pendidikan, di masa yang akan datang mungkin ada sepuluh ribu, bahkan sejuta karung beras. Pembangunan Jepang masih tertinggal & mungkin sekarang akan diinvasi oleh bangsa asing. Mulai saat ini, kendati lapar kita akan mendirikan sekolah, membangun manusia & memperkuat Jepang

Jepang hanya mempunyai daratan yang sempit & sumber daya alam yang tidak sebaik Indonesia. Yang mereka miliki hanyalah ketekunan, keuletan & kejujuran penduduknya (sumber daya manusia yang mumpuni)

Haiku, puisi Jepang, budaya tradisional, puisi yang sangat pendek hanya 17 suku kata, peraturannya memasukkan satu kata terkait musim di dalamnya

Bunga Sakura, bisa merasakan musim, yang menandakan berakhirnya musim dingin yang berat & dimulainya musim semi yang baru

Ketika makan nasi, orang Jepang akan menyangga mangkuk yang merupakan perkakas untuk wadah nasi, membawanya ke dekat mulut

Surat dari Pangeran Shotoku kepada Kaisar Yang dari Tiongkok:
Raja dari Negeri Matahari Terbit (Kaisar) mengirim surat kepada Raja Negeri Matahari Terbenam. Bagaimana kabarmu"

Pasal pertama dari 17 Pasal konstitusi, mengenai pentingnya "Wa"
"Wa" ialah bergaul dengan orang lain tanpa konflik, dapat bekerja sama & saling menghargai, (Perdamaian), bergaul dengan orang lain tanpa berselisih, berperang, atau berkelahi

Orang Jepang tidak ingin menonjol, merasa lebih tenang jika berpenampilan, berpakaian & bertindak sama seperti orang lain. Berbeda dari orang lain tidaklah nyaman, baik dalam hal yang bak / buruk

Di Jepang, di samping "untuk orangtua & keluarga" adalah juga untuk menyenangkan seniornya, direktur. Seseorang rela untuk melakukannya. Karena berbuat untuk orang lain bukan untuk diri sendiri, itu sebabnya mereka mampu menghadapi cobaan macam apapun

Etika dalam masyarakat Jepang adalah kebiasaan "membungkuk". Membungkuk saat bertemu, memberi salam / saat meminta maaf

Menurut orang asing yang datang ke Jepang, kata yang paling bermanfaat untuk diingat = Sumimasen, digunakan pada saat meminta maaf, mengucapkan terima kasih

Orang Jepang lebih banyak mendengar daripada didengar, berperilaku sopan santun pada teman. Ketika pihak lain bicara, orang Jepang sering mengangguk sambil berkata "hai". Artinya, saya mendengar, karena saya mendengar, silahkan bicara lebih lanjut lagi

Orang Jepang saat di dalam kendaraan umum / sedang menunggu, biasanya akan diam sambil membaca buku, majalah / koran. Tetapi masyarakat Indonesia akan berbincang-bincang apabila ada waktu luang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar