Sabtu, 06 Januari 2018

Novel "Sirkus Pohon" - Andrea Hirata

Novel "Sirkus Pohon" karya Andrea Hirata
Penerbit Bentang


-Fiksi, cara terbaik menceritakan fakta-Andrea Hirata
-Pohon mengkudu, sahabat rakyat itu, buruk rupa buahnya, mengerikan rasanya, tetapi, besar faedahnya
-Seperti pegawai negeri umumnya, dia kalem, berjalan tegak, tersenyum santai, tapi jaga wibawa


Usia 28 tahun, status belum kawin, pekerjaan kuli serabutan. Kenyataannya, aku adalah bujang lapuk dan pengangguran, yang kedua-duanya tidak terselubung, tapi terang benderang macam matahari bulan Juni


Manusia paling pemalas. Kemalasannya bisa dilihat dari caranya berjalan, caranya duduk, caranya memandang, caranya bernafas. Dia seperti tak punya kemauan. Hidup untuk menunggu mati saja


Kemauan adalah segala-galanya, dalam hidup ini. Tanpa kemauan, orang tak dapat terkejut, tak dapat curiga, tak dapat iri, tak dapat cemburu, tak dapat gembira, mellow dan golput


Lelaki itu harus bekerja tetap! Harus punya pekerjaan tetap yang berwibawa! Lelaki itu bekerja di kantor desa, di restoran, di pabrik, ada jam kerjanya, ada seragamnya, gajinya tetap per bulan, ada naik pangkatnya, ada mandor yang memarahinya, masuk kerja pukul 07.00, pakai sepatu!


Seribu alasan tak cukup bagi seorang perempuan untuk menyukai seorang lelaki. Namun, satu alasan saja lebih dari cukup bagi seorang lelaki untuk tergila-gila kepada seorang perempuan


Besar seperti pintu dan pemalas. Dia hanya bergerak jika digerakkan

Tuhan menciptakan tangan seperti tangan adanya, kaki seperti kaki adanya, untuk memudahkan manusia bekerja


Kerja serabutan, selalu belansak tak punya uang, tidur menggelimpang-gelimpang sembarangan, tak ubahnya gelandangan


-Jika kau undang setan, setan akan datang dengan kawan-kawannya
-Mencari kerja bagiku sama susahnya dengan mencari jarum dalam tumpukan jerami dan jarumnya tak ada
-Orang yang selalu siap bekerja, bangun pagi, let's go!
-Sudah dapat kerja tetap, lebih tetap daripada matahari terbit

Kata mandor berarti disiplin, organisasi, pengaturan orang-orang, suatu pengawasan, suatu ketertiban, suatu usaha bersama untuk mencapai tujuan, suatu cara modern dalam bekerja, berhubungan dengan hakikinya seorang lelaki bekerja

Suaranya menggelegar berwibawa karena tak mungkin mengendalikan banyak kuli kasar dengan suara yang kecil terpencil, mandor yang tidak suka marah-marah adalah mandor yang kurang baik, siap seratus persen bekerja dan siap mental untuk disumpah-sumpahi mandor yang galak itu

Jiwa artistik membuat mereka mampu melihat sisi-sisi indah dari sesuatu.
Jiwa berani membuat mereka selalu berbesar hati.
Jiwa menghargai, membuat mereka memendam mimpi besar untuk menciptakan suatu karya.
Tak ada yang lebih menyenangkan daripada berdekatan dengan orang-orang yang punya mimpi besar

Mereka diremehkan, dimarahi, dijatuhkan, dihina, dituding, disisihkan, dikucilkan, diabaikan, diusir, dibuang, terkilir, tergencet, tertungging, terjerembab, terempas, terkapar, tertusuk, terpukul, terluka, menangis, tapi mereka tak berhenti sampai berhasil

Mereka adalah para penakluk rasa sakit yang selalu dicekam hukum pertama bumi: gravitasi, selalu menjatuhkan! Namun, mereka memegang teguh hukum pertama manusia: elevasi, selalu bangkit kembali!

Ibu Bos menginspirasiku untuk berani bermimpi. Kata-katanya waktu mewawancaraiku dahulu, "bangun pagi, let's go!", kupegang sebagai moto baru hidupku

-Harapan yang ternyata hanya khayalan dan impian yang ternyata hanya tipuan
-Jika kita memilih jalan hidup sesuai panggilan hati, cobaan apa pun dapat diatasi
-Dewasa ini fakta lebih aneh daipada fiksi

Pertemuan, orang-orang selalu bertemu karena suatu alasan. Pertemuanlah yang membentuk lingkaran-lingkaran nasib manusia

Benar kalimah kuno orang Melayu: pohon tumbuh senapas. Maksudnya, laksana rambut, pohon tumbuh setiap tarikan napas

Basa-basi sudah tak zaman. Basa-basi adalah sepupu munafik. Pepatah diam itu emas sudah tak laku! Pepatah itu hanya cocok untuk orang lemah syahwat. Pepatah masa kini adalah bicara itu berlian!

Meski jauh tinggi diterbangkan harapan, lalu babak belur diempaskan kegagalan, takkan pernah dia berhenti mencarinya

Hanya merepotkan pemerintah! Orang macam kau ni jadi beban negara! Orang macam ku membuka lapangan kerja untuk membantu pemerintah yang tak becus ni!

Meski pahit, kita harus belajar menghadapi kenyataan ini. Telah tiba saatnya mengalihkan perhatian pada hal lain, terus bekerja, terus berusaha mencari nafkah

Pohon biasa, yang terbelenggu pada bumi dan patuh pada hukum matahari. Sama sekali tidak keramat. Kesaktiannya tak lain harapan palsu yang disubur-suburkan orang-orang syirik lemah iman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar