Buku "Mengenal Jepang" karya Yusuke Shindo
Penerbit Kompas
Ajaran Konfusianisme, merupakan ajaran yang berawal di Tiongkok lebih dari 2000 tahun lalu, berpusat di Asia timur. Negara Konfusianisme yang sama, yaitu Tiongkok & Korea
Masyarakat Jepang menganggap uang adalah barang yang hina & kotor. Kotor karena disentuh oleh banyak orang. Konsep abstrak "uang" adalah kotor; memikirkan & memedulikan itu saja dianggap rendah
Pada masa Edo, ketika samurai menguasai dunia, dibagi 4 kelas masyarakat yang dinamakan "Shinoukoushou"
Shi = bushi / samurai, Nou = noumin / petani
Kou = shokunin / tukang pengrajin, Shou = Shounin / pedagang
Kisah perjalanan arkeolog Jerman, cara kerja para samurai, tertulis,
"penghinaan yang terbesar buat mereka dibanding perasaan terima kasih adalah memberi mereka uang. Mereka lebih memilih melakukan harakiri (bunuh diri dengan merobek perut sendiri) daripada menerima uang tersebut"
Di Amerika uang kertas 1 dollar bergambar Presiden pertama George Washington & uang kertas 5 dollar bergambar Presiden ke-16 Abraham Lincoln (terkenal dengan emansipasi). Uang kertas Inggris bergambar Ratu Elizabeth II
Festival Obon, perayaan untuk menghormati nenek moyang, pada saat "Obon" menganggap arwah akan kembali ke "dunia ini", dilaksanakan setiap tahunnya pada tanggal 15 August, banyak orang Jepang yang pulang ke wilayah asalnya (seperti kebiasaan mudik Lebaran di Indonesia)
Aspek yang sangat penting sehubungan dengan tamu adalah kebersihan toilet, bahkan bisa menjadi tolak ukur seberapa terhormatnya sang tuan rumah
Kebiasaan minum sake merupakan bagian dari tradisi yang sangat penting bagi orang Jepang. Tradisi meminum sejenis sake yang dinamakan "otoso", diminum tepat saat tahun baru dimulai
Cukup berpura-pura saja jika tidak mau, dengan begini, kita tidak akan memberi kesan menjaga jarak dengan orang-orang sekeliling, tetapi mau bersama-sama menghidupkan suasana
Shinkasen, kereta berkecepatan tinggi di Jepang juga di dunia. Kecepatan melebihi 300 km/jam
Jepang merupakan negara yang tidak kaya Sumber Daya Alam, sangat kesulitan untuk bisa makan. Dahulu banyak orang Jepang yang pindah ke luar negeri disebabkan kemiskinan. Karena sangat rajin, saat ini Jepang berhasil memenangkan persaingan di dunia, membangun ekonomi berbasis industri
Faktor-faktor yang khas Jepang, yaitu teamwork di lingkungan produksi, sistem kerja seumur hidup & adanya serikat pekerja yang menjadi jembatan yang baik antara pekerja dengan perusahaan
Tidak memiliki masalah dalam kehidupan sehari-hari, sudah puas akan keadaan yang ada saat ini. Karena itu tidak timbul adanya keinginan untuk bekerja keras, berusaha & berjuang keras
Tidak ada komentar:
Posting Komentar