Sabtu, 06 Januari 2018

Novel "Sang Nyai 1" - Budi Sardjono

Novel "Sang Nyai 1" karya Budi Sardjono
Penerbit DIVA Press


Baju surjan lurik warna hijau lumut dengan garis-garis hitam memanjang. Di atas kepalanya bertengger belangkon. Di pinggangnya terselip sebilah keris pemberian dari Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono


-Jajaran abdi dalem Keraton Yogyakarta
-Caranya mengenakan kain itu disebut model Turuk Nantang!
-Tidak sesuai dengan tata krama orang Jawa


Nyai Gadung Melati dipercaya tinggal di hutan Merapi, Ia diberi tugas oleh Kiai Sapu Jagad untuk menjaga kelestarian hutan di sekitar Merapi


Intinya ziarah, tirakat, laku prihatin, memohon kepada Sang Pencipta agar mau mengabulkan permohonan


Hanya orang-orang yang punya kelebihan akan dipanggil romo. Kalau di lingkungan keraton, hanya anak-anak raja yang mendapat panggilan gusti. Untuk kerabat lain, paling tinggi dipanggil kanjeng, sering juga romo kanjeng


Untuk variasi hidup, agar hidup ini tidak monoton. Zaman sekarang, segala sesuatu mudah membuat kita bosan, kalau tidak pandai-pandai mencari variasi kehidupan, kita gampang stress


Begitulah cara orang Jawa niteni perilaku ... Dengan ilmu titen, mereka lalu membentuk apa yang dinamakan kearifan lokal


-Jamur tlethong. Jamur yang tumbuh di kotoran sapi/ kerbau. Bisa membuat yang makan teler berhari-hari
-Kami menyebut dengan nama Kiai Petruk. Ada juga yang menyebut Eyang Petruk/ Mbah Petruk


Karena orang Jawa itu sebenarnya senang dibohongi. Karena senang dibohongi, maka para penguasa keraton memerintahkan para pujangga untuk merangkai cerita yang menarik. Contohnya, cerita Nyai Roro Kidul


Nyai Roro Kidul hanya dipakai untuk menakut-nakuti rakyat saja. Biar rakyat tidak berani melawan raja, Sebab sang raja itu kekasihnya Nyai Roro Kidul, rajanya makhluk halus


Bersama dengan Mangkunegaran dan Pakualaman, Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta disebut catur sagotrah. Sama-sama pewaris Mataram yang didirikan oleh Panembahan Senapati


Satu lembar kain batik motif sido mukti, satu lembar motif parang rusak, satu lembar motif kembang gadung, satu lembar motif burung hong


Hati lebih pada rasa, naluri dan bisa bersifat pribadi. Sedang kepala penuh perhitungan matematis


Kotak kayu ukir motif naga dan kembang melati, isinya kebaya brokat warna hijau gadung, kain batik motif sido mukti, ulos/ selendang dari Batak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar