Novel "Sang Nyai 1" karya Budi Sardjono
Penerbit DIVA Press
Baju surjan lurik warna hijau lumut dengan garis-garis hitam memanjang. Di atas kepalanya bertengger belangkon. Di pinggangnya terselip sebilah keris pemberian dari Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono
-Jajaran abdi dalem Keraton Yogyakarta
-Caranya mengenakan kain itu disebut model Turuk Nantang!
-Tidak sesuai dengan tata krama orang Jawa
Nyai Gadung Melati dipercaya tinggal di hutan Merapi, Ia diberi tugas oleh Kiai Sapu Jagad untuk menjaga kelestarian hutan di sekitar Merapi
Intinya ziarah, tirakat, laku prihatin, memohon kepada Sang Pencipta agar mau mengabulkan permohonan
Hanya orang-orang yang punya kelebihan akan dipanggil romo. Kalau di lingkungan keraton, hanya anak-anak raja yang mendapat panggilan gusti. Untuk kerabat lain, paling tinggi dipanggil kanjeng, sering juga romo kanjeng
Untuk variasi hidup, agar hidup ini tidak monoton. Zaman sekarang, segala sesuatu mudah membuat kita bosan, kalau tidak pandai-pandai mencari variasi kehidupan, kita gampang stress
Begitulah cara orang Jawa niteni perilaku ... Dengan ilmu titen, mereka lalu membentuk apa yang dinamakan kearifan lokal
-Jamur tlethong. Jamur yang tumbuh di kotoran sapi/ kerbau. Bisa membuat yang makan teler berhari-hari
-Kami menyebut dengan nama Kiai Petruk. Ada juga yang menyebut Eyang Petruk/ Mbah Petruk
Karena orang Jawa itu sebenarnya senang dibohongi. Karena senang dibohongi, maka para penguasa keraton memerintahkan para pujangga untuk merangkai cerita yang menarik. Contohnya, cerita Nyai Roro Kidul
Nyai Roro Kidul hanya dipakai untuk menakut-nakuti rakyat saja. Biar rakyat tidak berani melawan raja, Sebab sang raja itu kekasihnya Nyai Roro Kidul, rajanya makhluk halus
Bersama dengan Mangkunegaran dan Pakualaman, Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta disebut catur sagotrah. Sama-sama pewaris Mataram yang didirikan oleh Panembahan Senapati
Satu lembar kain batik motif sido mukti, satu lembar motif parang rusak, satu lembar motif kembang gadung, satu lembar motif burung hong
Hati lebih pada rasa, naluri dan bisa bersifat pribadi. Sedang kepala penuh perhitungan matematis
Kotak kayu ukir motif naga dan kembang melati, isinya kebaya brokat warna hijau gadung, kain batik motif sido mukti, ulos/ selendang dari Batak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar